Chapter 38

3.6K 281 49
                                        

Flashback on

"Kata Yumna, kak Noah tuh nyeremin tau nggak sih?"

"Siapa Yumna?" tanya Noah dengan nada tak suka.

"Itu loh sahabat yang selalu kuceritain, masa lupa sih!"

"Oh, yang itu." Noah akhirnya ingat. Dia pikir Yumna adalah nama anak laki-laki.

Untunglah otak Noah belum sempat memikirkan tentang bagaimana cara menyingkirkan Yumna.

Yumna, gadis yang selalu bersama kekasihnya dimanapun dan kapanpun setiap kali mereka berada di sekolah.

"Terus katanya Kakak nggak punya temen," ucap Wilona pelan, takut menyinggung Noah.

Itu karena Yumna selalu melihat Noah sendirian kemana-mana. Lalu Yumna berasumsi, Noah adalah cucu pemilik sekolah yang sombong dan enggan bergaul dengan siswa lain.

Kalau dilihat-lihat Yumna ada benarnya juga, Wilona jarang sekali melihat kekasihnya itu berinteraksi dengan teman-temannya. Noah lebih banyak sendirian. Meski selalu saja setiap kali pria itu melangkah, ada pekikan centil dimana-mana yang terdengar.

Tapi soal sombong dan enggan bergaul Wilona tak yakin dan tak suka saat Yumna mengatakan hal itu.

"Dia bilang gitu?"

"Heem, tapi aku nggak percaya sih. Kakak kan ganteng pasti banyak yang suka."

"Yang suka gue banyak, tapi yang gue pacarin cuma lo," jawab Noah membuat Wilona kaget, tak menduga jawaban itu keluar dari mulut Noah.

"Gue nggak punya temen nggak masalah. Kan gue punya lo! Temen banyak-banyak juga nggak ada gunanya. Lo jangan asal temenan sama orang. Cukup sama gue aja."

Wilona tak bisa menahan senyumnya. "Tapi kan kita gaboleh beda-bedain temen."

"Boleh, karena kita memang berbeda. Keluarga kita beda. Dan gue juga berbeda."

Wilona terlihat berpikir keras. Kerutan di dahi gadis itu membuat Noah tersenyum geli.

"Kenapa Kakak berbeda?"

Noah mengusapi pipi Wilona yang terlihat makin berisi, begitu menggemaskan.

"Pertanyaanya kurang tepat! Yang bener adalah apa yang membuat gue berbeda." Diraihnya tangan Wilona untuk digenggam erat.

"Aku gapaham deh Kakak ngomong apa."

"Bagus, gausah dipahami biar lo nggak nyesel pernah kenal sama gue. Lo cukup tahu sisi baik gue aja, Wilona. Karena saat lo tahu sisi jahat gue, mungkin lo gak akan pernah nerima gue. Dan saat itu terjadi gue bakal menghilang dari pandangan lo untuk selamanya."

"Kak Noah bisa ngomong pakai bahasa manusia nggak? Aku nggak ngerti!"

Wilona berpikir otaknya yang bermasalah di sini.

"Hahaha," Noah mencubit hidung Wilona gemas. "Mau pakek bahasa manusia? Bisa."

Cup!

Satu kecupan singkat mendarat di bibir Wilona. "Itu bahasa Noah."

"Kak Noahhhh!"

Itu kenangan indah yang mereka ciptakan untuk terakhir kalinya. Karena saat Wilona naik ke kelas 11 dan Noah berada di tingkat akhir semuanya berubah.

Begitu drastis, Noah menjauh darinya. Memberikan jarak yang begitu besar, seolah mereka memang tak saling kenal meski status mereka masih berpacaran.

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang