CHAP 9 - STEP ON THE FLOOR

182 17 0
                                        

CLARA POV

DUA HARI KEMUDIAN

Aku melirik isi lemari pakaianku yang hanya dipenuhi sweater dan kemeja. Apa ini ? aku sudah cukup pusing karena masalah undangan pesta ini sekarang aku bahkan tidak punya apapun untuk di kenakan.

Salah satu teman Big Bos dan kak Roy akan bertunangan , sebenarnya boss memerintahku untuk menemaninya, tapi kak Roy sudah mengajakku menemaninya lebih dulu, dan aku sudah terlanjur mengatakn ya, aku harap pria dingin itu tidak akan memotong gajiku nanti.

Baiklah , aku rasa aku punya cukup uang untuk kesalon dan membeli satu gaun baru.

- - -


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Orang kaya memang benar-benar bingung cara menghabiskan uang mereka, bahkan pesta pertunangan saja harus semewah ini, batinku melirik pria disampingku gugup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Orang kaya memang benar-benar bingung cara menghabiskan uang mereka, bahkan pesta pertunangan saja harus semewah ini, batinku melirik pria disampingku gugup.

Orang kaya memang benar-benar bingung cara menghabiskan uang mereka, bahkan pesta pertunangan saja harus semewah ini, batinku melirik pria disampingku gugup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" jangan cemas, kau cantik jadi santai saja . . ." , gumamnya lirih tanpa mengalihkan perhatian nya ke depan selama kami berjalan masuk ke tempat pesta.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekliling sampai atensiku berhenti pada satu titik.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekliling sampai atensiku berhenti pada satu titik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

The Big Bossy Boss.

Dia memang tampan setelah kulihat-lihat, harus kuakui itu. Tapi lihat saja sendiri , dia memintaku untuk menemaninya kemari , tapi apa ini , lihatlah seberapa banyak pria dan wanita yang mengerumuninya disini, memangnya mereka lalat atau apa ?

Aku baru saja mengumpatnya dalam hati ketika pria itu menoleh dan membuat tatapan kami bertemu.

Aku baru saja mengumpatnya dalam hati ketika pria itu menoleh dan membuat tatapan kami bertemu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Deg. .

Deg . .

Deg . . .






CALVIN POV

Sudah lewat dua puluh menit dari pembukaan acara, kenapa Roy dan ara belum juga datang ? dimana mereka ?

Aku mengedarkan pandangan kesekitar sembari beberapa kali tersenyum asal ke orang-orang yang mengajakku berbicara ketika mataku menangkap objek yang membuatku cukup gelisah sejak tadi.

Aku  mengedarkan pandangan kesekitar sembari beberapa kali tersenyum asal ke  orang-orang yang mengajakku berbicara ketika mataku menangkap objek  yang membuatku cukup gelisah sejak tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ara, dia datang.

Tatapan kami tidak sengaja bertemu. . .

Kenapa dia terlihat begitu cantik malam ini ?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa dia terlihat begitu cantik malam ini ?

Apa aku barusaja menyebutnya cantik ? aku pasti sudah hilang akal.

- - -

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

Aku merasa aneh melihat Roy meninggalkan Ara sendirian saat musik diputar, sedang pria itu entah kemana.

Bukankah seharusnya dia tidak membiarkan gadis itu mati kebosanan ?

" mau berdansa ? aku tidak ingin melihatmu jadi pbyek pandangan orang karena sendirian seperti orang bodoh " , ucapku sinis , meski tidak kumaksudkan begitu. Aku hanya menolongnya, bukan ?

Ragu-ragu ara menerima uluran tanganku dan mengikuti berjalan ke tengah untuk bergabung bersama tamu tamu lain yang sedang berdansa.

" kau cantik " , ucapku membuat ara menatapku dengan matanya yang membulat. " salon tempatmu datang bekerja dengan baik ", tambahku membuat gadis itu membuang mukanya sebal.

One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Aku meraih pinggang ramping gadis itu dan menarik tubuhnya mendekat, membuat tubuh kami hanya dibatasi jas dan gaun yang kami kenakan.

Apa ini ? aku menyukai aroma marshmellow dari parfum yang dia kenakan.

THE BOSS (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang