"menikah denganmu seperti meminum kopi, pahit di awal, namun manis kemudian. Mengubah sendu menjadi madu, melengkapi rindu yang menggebu"-Jean Danish
***
"Ya bu? Gimana bu?" Danish yang tadinya loyo karena sering muntah tiba tiba ikut semangat mendengar Panggilan ibu.
Rashi dan Cantika ikut menghampiri Danish.
Rashi memegang dua test kehamilan di tangannya. Dan menunjukkannya pada Danish.
"Ini apa maksudnya? Mas ga ngerti."Danish mengernyitkan dahinya.
"kalo garisnya ada dua berarti mas mau jadi ayah!" Ucap Diani sambil menepuk lengan Danish pelan.
Tiba - tiba tangan Danish tremor. Lututnya lemas. Air mata nya juga tak lagi bisa dibendung.
Rashi memeluka Danish. Menenggelamkan kepala Danish di bahunya.
"Selamat yaaa. Mau jadi bapak!"
"Atuh neng...hiks!" Danish menangis sejadi jadinya di pelukan Rashi. Tentunya itu tangisan bahagia yaaa
Cantika dan Diani pulang sore harinya. Setelah periksa ke dokter, benar Rashi sedang mengandung. Usia kandungannya tepat 2 minggu. Dan gejala yang di alami Danish pagi tadi adalah Syndrome couvade.
(Syndrome Couvade merupakan ngidam yang dirasakan oleh suami, atau bisa disebut juga kehamilan simpatik, bahkan tidak cuma ngidam, terkadang suami juga bisa merasakan keluhan - keluhan yang dirasakan ibu hamil. cr. IDN Times)
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Pukul menunjukkan sudah jam 10 malam lewat 12 menit. Waktunya untuk tidur, Rashi duduk dikasur bersandar di kepala ranjang sambil membaca Novel yang baru ia beli. Danish yang dari luar sehabis menonton TV masuk, membantingkan badannya ke kasur dan tiba tiba menenggelamkan wajahnya di perut Rashi. Mengusap perut Rashi lembut.
"Neeeng... Mas mau makan permen Jelly yang bentuknya beruang!" Rengek Danish
"Hah? Ini udah malem. Besok aja!"
"Maunya sekarang"
"Ini udah jam 10. Aldamart aja udah tutup."
"Maunya sekarang banget, ayo temenin beli!!"
"Mending tidur aja besok baru beli."
Tapi Danish terus merengek. Layaknya anak kecil yang minta ditemenin mamahnya buat jajan ke aldamart
Rashi tak bisa menolak. Akhirnya Rashi pun menemani Danish keliling daerah rumahnya nyari minimarket yg masih buka. Mencari permen jelly yang bentuknya beruang bagai mencari jarum diatas jerami. Tidak semudah itu .
Untung aja masih ada yang beroperasi 24 jam dan kebetulan juga permen Jelly bentuknya beruang itu dijual di minimarket tersebut. Rashi geleng - geleng melihat suaminya menikmati permen jelly beruangnya dengan perasaan riang.
"Udah makan itu gosok gigi yaa!"perintah Rashi.
Danish mangut mangut aja nyengir.
Akhirnya jam 11 lewat 23 menit. Danish menghampiri istrinya yang sudah terlelap di kamar.
Danish memeluk Rashi penuh kasih. Ia kecup keningnya, pipi nya, bibirnya,sampai di perut Rashi, ia elus elus lalu berbisik ke arah perut Rashi.
"Meskipun aku tumbuh tanpa ayah, tapi aku janji akan melakukan yang terbaik buat kamu juga ibu kamu. Aku akan membuatmu menjadi anak yang tidak pernah kekurangan kasih sayang dari ayah kamu. Kamu ga akan kesepian karena aku bakalan ngajak kamu main setiap hari, ngajak kamu jalan jalan, ngajak main sepedaan depan komplek, pokonya meskipun aku ga tahu seperti apa kasih sayang ayah, tapi ijinin aku buat mencoba dan berusaha menjadi ayah yang terbaik buat kamu. Sehat sehat ya nak di perut bunda."
KAMU SEDANG MEMBACA
Call him, Danish
RomansaJatuh cinta sejatuh - jatuhnya pada Jean Danish Kuntara
