Semua aku lakukan awalnya hanya karena sebuah Janji yang dibuat dan juga terikat sebuah ikatan yang Sakral.
Tapi seiring berjalanya waktu, semua yang aku lakukan, bukan hanya sekedar menepati Janji dan juga karena sebuah ikatan yang dibuat.
Bagaiman...
Jeno sudah bertanya pada Jaemin dan Ryujin apa mereka akan ikut, sejenis glamping lah. Mereka bilang akan menyusul. Karena harus mengurus hal - hal kemarin. Cuaca juga juga sudah memasuki awal - awal musim dingin, belum sampai turun salju memang. Tapi udaranya sudah mulai menusuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kajja, sudah kan barang pribadinya ?"
"Sudah."
Jeno dan Karina langsung berangkat menuju tempat mereja lepas penat sejenak. Perjalanan ya lumayan juga sebenarnya. Menjauh dari perkotaan. Sangat indah melihat pemandang di luar kaca. Sederhana memang, hanya melihat sesuatu yang hijau tanpa gedung - gedung dan kendaraan. Tapi rasanya sangat menenangkan.
Karina jadi ingat, dulu dia memiliki keinginan kecil. Dia ingin tinggal di pedesaan, dia ingin membangun rumah yang nyaman disana. Tapi ya, namanya juga hanya keinginan.
"Kenapa melamun ?"
Karina langsung melihat kearah Jeno sambil terseyum.
"Tidak, aku hanya sedang menikmati pemandangan saja."
Akhirnya setelah menempuh perjalan yang cukup melelahkan, mereka sampai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angin yang berhembus lebih mendominasi suhu disini sebenarnya. Benar - benar tempat yang memanjakan mata. Mereka berdua benar - benar menikmati tempat dan juga pemandanganya.