Pernikahan ini tidak pernah dimulai dengan cinta.
Hanya sebuah janji lama, dan amanat yang tak bisa ditolak-
mengikat dua orang yang seharusnya tidak bersama.
Di satu sisi, ada hati yang masih tertinggal pada masa lalu.
Di sisi lain, ada seseorang y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini waktunya mengantar pasangan muda untuk berbelanja. Bukan berbelanja untuk mereka, walaupun nyambil bisa tentunya. Tapi tentu yang utama adalah berbelanja untuk jagoan kecil mereka. Tidak ada Jaemin atau Ryujin kali ini. Hanya mereka berdua dengan anak - anak buah Siwan.
"Iya, apapun yang menurutmu bagus, yang kau suka, dan menurutmu penting beli saja. Kau juga bisa belanja untuk kebutuhanmu."
Karina tersenyum manis mendengar jawaban Jeno. Karina bahkan langsung memeluk lengan Jeno dengan erat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jeno ...."
"Kenapa sayang ? Ada yang sakit ?"
"Bukan ..."
"Terus kenapa ?"
"Aku bisa kalap kalau begini."
"Ya tidak apa - apa."
Jeno berjalan sambil bergandengan dengan Karina. Melihat setiap rak disana, dan memasukan barang yang dia suka ke keranjang. Benar - benar tangan dan mata di manjakan disana. Apalagi untuk pemula seperti mereka berdua.