"Sudah ?"
Karina mengangguk. Jeno langsung memapah Karina kembali ke kasur. Sejak pagi tadi, sudah 3x Karina bolak - balik kamar mandi.
"Aku buatkan teh hangat dulu ya."
"Disini saja."
"Supaya perutnya enakan sayang. Kalau tidak minum nanti dehidrasi."
"Ikut."
"Ya sudah, ayo."
Jeno langsung menggendong Karina dan membawanya ke dapur. Sepertinya Jeno akan absen lagi bekerja di kantor, kemarin dia sudah absen dan bekerja dirumah.
Karina mengalami Morning sickness. Morning sickness itu mual muntah yang terjadi saat kita hamil. Walaupun sering disebut morning sickness, kondisinya juga tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga bisa di siang, sore, atau bahkan malam hari.
Sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Walau tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Pada beberapa wanita, morning sickness yang gejalanya parah.
Kehamilan Karina baru menginjak bulan ke 3 dan ya masih nomal saja kalau ada Morning sickness. Tapi menurut Jeno di bulan ke 3 ini malah lebih parah dari 2 bulan kemarin. Selesai membuatkan teh, Jeno mengajak Karina duduk di ruang tengah supaya lebih nyaman.
"Jen ..."
"Iya."
"Ingin Jaemin."
"Hah ?!"
Sesudah sedikit berteriak Jeno menarik nafas dalam, mencoba menetralkan keterkejutanya tadi. Kalau tidak ingat istrinya ini sedang hamil, mungkin Jeno akan merajuk.
"Sebentar lagi juga sampai kerumah."
"Jalan - jalan dengan Jaemin boleh tidak ?"
Sabar Jeno, sabar.
"Iya boleh. Tapi jangan sampai kelelahan."
"Ne !"
Tak lama Jaemin dan Ryujin sampai di rumah. Ryujin langsung menyiapkan sarapan, karena Karina tidak bisa melakukanya pagi ini. Jeno sekarang sedang bersiap untuk ke kantor. Selesai dengan sarapan mereka langsung melakukan tugas masing - masing.
"Kita akan bertemu dengan pemegang saham hari ini." Ucap Ryujin
"Oke."
"Karina masih Morning sickness ?"
"Masih, tadi pagi sudah 3 kali ke kamar mandi. Apa harus aku bawa ke rumah sakit ?"
"Menurutku untuk saat ini tidak perlu. Masih dalam batas wajar. Kalau sudah sampai demam, sakit perut, muntah sampai ada darah, tidak masuk asupan sama sekali, dan lainnya. Baru nanti kita bawa kerumah sakit."
"Kalau makan, masih normal. Bahkan selera makannya bagus. Dia sedang suka sekali buah - buahan."
"Tadi aku sempat mengecek stock di dapur. Sepertinya sudah menipis, kita harus berbelanja."
"Aku tidak tau harus membeli apa saja."
"Tenang, aku yang mengurus."
Sesampainya di kantor Jeno langsung duduk sebentar sebenarnya di ruangan, baru pergi keruang meeting. Para pemegang saham di tempat Jeno, sedang mendiskusikan untuk membuat proyek baru di perusahaan Jeno, juga berniat membuat cabang baru. Mereka menjamin kalau mereka ada di pihak Jeno, dan akan membantu masalah Jeno sekarang.
#
"Nana ..."
"Kenapa, mual ?"
"Ayo kita jalan - jalan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Always Be By Your Side [END]
FanfictionPernikahan ini tidak pernah dimulai dengan cinta. Hanya sebuah janji lama, dan amanat yang tak bisa ditolak- mengikat dua orang yang seharusnya tidak bersama. Di satu sisi, ada hati yang masih tertinggal pada masa lalu. Di sisi lain, ada seseorang y...
![Always Be By Your Side [END]](https://img.wattpad.com/cover/312050036-64-k676112.jpg)