Hari ini Jeno dan Jaemin sedang sibuk besama Siwan. Mereka sedang membahas perihal ayah dari Yuna.
"Lebih baik Karina segera di asingkan. Yuna tidak akan main - main dengan ucapanya. Aku sudah menyiapkan tempat yang aman untuknya. Kalian tinggal urus waktunya saja." Ucap Siwan
Jaemin menihat Jeno yang nampak bingung. Karena kemarin malam mereka berdua sempat membahas untuk melakukan penjagaan ketat saja untuk Karina. Jadi tidak perlu pengasingan, karena jujur Jeno tidak tenang saat jauh dari Karina. Tapi mendengar Siwan memberikan perintah seperti itu, tidak bisa juga Jeno abaikan. Siwan lebih paham dan mengerti kondisi saat ini.
"Jeno, aku tau ini sangat berat untuk kalian berdua. Tapi orang yang kita hadapi sekarang, bukan orang sembarangan. Kita berkedip sedikit dari mereka saja, semua hal buruk bisa terjadi."
"Aku mengerti Hyung."
"Pulang dari sini, kalian diskusikan waktunya. Dan langsung persiapkan semua keperluan Karina. Dan siapa yang akan ikut dengan Karina kesana. Lalu beritau Hyung, perjalanan dari rumah kalian sampai ke tempat disana nanti Hyung yang atur."
"Aku rasa Team Jaemin akan pergi semua bersama Karina Hyung."
"Kau gila ?! Lalu Kau sendirian disini ?! Ryujin dan yang lain akan bersama Karina. Dan aku tetap disini bersama mu !" Kesal Jaemin
"Jaemin, Karina membutuhkanmu."
"Kalau begitu tukar dengan Ryu ! Ayolah, aku mengerti dengan kondisi mu yang khawatir pada Karina. Tapi tidak begitu juga."
"Karina juga butuh Ryujin."
Jaemin sudah ingin mengacak - acak Jeno saja saat ini.
"Tenanglah Jaemin. Ada aku disini, Jeno aman."
"Mianhae Hyung, bukan aku tidak percaya padamu. Aku hanya tidak tenang saja."
"Aku mengerti. Maka dari itu aku minta kalian membicarakanya dulu bersama - sama nanti."
Jujur saja Jeno sudah muak sebenarnya dengan semua masalah ini. Dia ingin hidup aman dan nyaman bersam istri dan juga anaknya. Tanpa harus di landa ketakutan setiap harinya. Benar kata Siwan, kalau orang - orang itu berbahaya. Bukan hanya Yuna yang berbahaya, tapi 1 keluarga itu benar - benar berbahaya.
2 hari setelah pesta di tempat Siwan, Yuna hampir saja membuat Karina terjatuh disalah satu pusat perbelanjaan. Lalu ayahnya, kemarin terang - terangan mendatangi Jeno dan meminta Jeno untuk mengakhiri semuanya. Lebih tepatnya meminta Jeno untuk menyerah saja, dan dia menjamin kehidupan tenang untuk Jeno. Hal mustahil untuk bisa di percaya. Mendengarkan ular berbisa berbicara, sama saja kau mati karena menelan racunnya.
Tiba - tiba ponsel Jeno berdering, dan nama Shin tertulis disana. Tidak lain lagi kan, si botak yang sedang jadi topik hangat mereka sekarang. Siwan meminta Jeno menyalakan speakernya, juga menyalakan record panggilanya.
"Mau apa lagi menghubungiku ?!"
"Aigoo, tidak perlu galak begitu. Santai saja, Lee Jeno. Aku juga kan mengajak berbicara dengan santai."
"Cukup basa basinya. Katakan apa mau mu ?!"
"Kau sudah tau mau ku. Ayolah, apa kau tidak lelah ? Aku saja lelah. Kita bisa mengambil jalan tengah. Kita akhiri semuanya, tidak akan ada pihak yang di rugikan nantinya. Aku bisa menjamin itu."
"Aku memang akan mengakhiri semuanya. Tapi tidak dengan jalan tengah yang kau inginkan ! Kau harus dihukum atas semua hal yang sudah kau lakukan !"
"Apa juga yang sudah aku lakukan. Aku hanya melakukan bisnis."
KAMU SEDANG MEMBACA
Always Be By Your Side [END]
Fiksi PenggemarSemua aku lakukan awalnya hanya karena sebuah Janji yang dibuat dan juga terikat sebuah ikatan yang Sakral. Tapi seiring berjalanya waktu, semua yang aku lakukan, bukan hanya sekedar menepati Janji dan juga karena sebuah ikatan yang dibuat. Bagaiman...
![Always Be By Your Side [END]](https://img.wattpad.com/cover/312050036-64-k429167.jpg)