# NOT ALL GOOD #

274 21 4
                                        

Pagi hari yang amat sangat menyebalkan untuk Jeno. Pasalnya di ruang kerjanya saat ini ada kaka beradik yang kehadiranya sangat tidak di harapkan.

3 hari yang lalu Tuan Shin sudah ditetapkan sebagai tersangka. Semua asetnya sudah dibekukan untuk proses penyelidikan. Semua jalur usahanya pun di ikut terkena imbasnya.

"Cepat katakan mau apa kalian kesini ?"

"Jeno ... Hiks ..."

Jeno memutar bola matanya malas. Drama yang terus terulang.

"Selamatkan Appa kami." Ucap Han

"Kalian datang ke tempat yang salah."

"Kau bisa melakukanya !"

"Kenapa aku harus melakukanya ?"

"Jeno ... Hiks keluarga kami bisa hancur."

"Lalu ? Itu hasil dari yang kalian tanam. Jadi nikmati saja."

"Kau tega pada kami ? Kau melupakan semua yang keluarga kami lakukan ?"

"Apa yang keluarga kalian lakukan, selain menjadi benalu ?"

Siwan baru saja masuk kedalam ruangan Jeno. Tadinya memang Siwan tidak akan ke kantor Jeno. Tapi mendengar ada 2 orang itu disana, lagi. Siwan langsung meminta supirnya putar arah.

"Kau tidak perlu ikut campur !" Tekan Han

"Sayangnya yang besangkutan dengan Appa kalian dan juga bersangkutan dengan Jeno. Menjadi urusanku."

"Semua ini karenamu ! Im Siwan !" Kesal Yuna

"Kalau yang kau maksud pelaporan ke kantor polisi. Ya, itu memang aku. Tapi ... semua hal ini terjadi, karena Appamu juga. Kalau dia bekerja denga benar, tidak berlain kotor, dan bermain dengan benda haram. Hidup kalian tidak akan seperti ini."

"Kau tidak tau apa - apa tentang kami !"

"Masalah keluarga ? Ya itu bukan urusan ku. Aku hanya mengurus masalah diluar keluarga kalian. Masalah yang sudah menyusahkan setiap orang dan kalangan. Lebih baik kalian pergi dari ini. Hanya buang waktu dan tenaga saja. Lebih baik, waktu kalian di pakai memikirkan masa depan."

Han terlihat mengepal erat kedua lenganya.

Brakk ...

Han memukul meja di depanya cukup keras. Untungnya bukan meja kaca, kalau meja kaca mungkin sudah berserakan. Han menatap nyalang ke arah Jeno dan Siwan.

"Kalau sampai keluargaku hancur. Maka, kalian juga akan hancur di tanganku."

Han langsung menarik lengan Yuna untuk keluar dari ruangan Jeno begitu saja. Entah kenapa mereka tidak kapok, terus - terusan mendatangi Jeno. Meminta bantuan hal yang sama. Hal yang sama sekali tidak akan mungki Jeno bantu. Dan kenapa juga mereka masih bersihkeras dengan pendirian mereka, kalau mereka tidak melakukan sebuah kesalahan.

"Rasanya ingin langsung saja sidangnya aku percepat." Keluh Siwan

"Kapan sidang pertamanya Hyung ?"

"Lusa. Aku inginya sekali sidang langsung hukum mati."

"Hyung."

"Habisanya ! Sekeluarga otaknya di dengkul semua. Mereka sepertinya selama sekolah hanya membawa raga. Otaknya mereka titip di lemari."

Jeno terkekeh mendengar Siwan yang tidak berhenti menggerutu. Ya, Jeno juga menginginkan hal yang sama. Bukan hukuman matinya, tapi sidang yang langsung selesai. Jeno ingin segera berkumpul kembali dengan keluarganya. Dia ingin menyambut kelahiran anaknya dengan keadaan yang benar - benar sudah kondusif.

Always Be By Your Side [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang