6: Taeyeon's Joy

559 119 15
                                    

Asap mengepul keluar dari bibir ranum milik Sooyoung. Mengundang Seulgi untuk menceramahinya biasa, namun tidak dengan 2 hari ini. Seulgi menghela nafas dengan segala rasa simpatinya. Sooyoung dengan kisah keluarga rumitnya yang tak pernah berakhir.

"Oh kau sudah datang rupanya", Sooyoung berujar begitu menyadari keberadaan Seulgi yang entah sejak kapan sudah berada didalam ruang kelas musiknya.

"Jangan tersenyum Soo! Aku tahu didalam sana kau seperti benang kusut", Sooyoung terkekeh. Seulgi memang paling mengerti dirinya. Itu sebabnya ia selalu membuat jarak dengan sahabatnya ini. Sooyoung tak mau orang lain direpotkan karna memikirkan dirinya atau sekedar terlibat dengan rumitnya kisah hidupnya. Ini juga alasannya tak pernah setuju untuk membantu Jimin dekat dengan Seulgi.

Keluarganya terlalu rumit. Dan menurutnya menambah anggota keluarga baru hanya akan membuat segalanya bertambah rumit. Seulgi terlalu bagus untuk kakaknya.

"Aku baik-baik saja sipit. Jangan khawatirkan aku", Seulgi mendorong pelan kening milik Sooyoung dengan jari telunjuknya. Menarik rokok dari tangan lentik milik Sooyoung mencari asbak dan mematikan api dari rokok tersebut.

"Masih sempat-sempatnya kau mengatai mata minimalismu", protes Seulgi. Sooyoung mendengus masih dalam posisi tersenyum.

"Aku sudah mendapatkan alamat Jennie. Aku akan menemuinya Sabtu ini", Seulgi melebarkan matanya kemudian membalikan tubuhnya kearah Sooyoung yang masih dalam posisinya terduduk dalam ruangan kantor akademi musik milik Sooyoung.

"Aku ikut", usul Seulgi dengan cepat. Sooyoung menggeleng dengan tegas.

"Aku kesana dengan Kim Taehyung. Ella sementara kutitipkan padamu",

"Kim Taehyung? Jadi kau serius dengan rencana gilamu?", tanya Seulgi terkejut. Sooyoung mengendikan kedua bahunya lalu menarik nafas dalam-dalam.

"Ella tak boleh masuk kedalam keluargaku sebagai anaknya Jennie. Ibu tiriku akan semakin membencinya. Lalu ayahku akan semakin terluka", jelas Sooyoung.

'Bae ahjumma. Kau masih menganggapnya membenci kalian?',

Seulgi menghela nafas kasar setidaknya ia mungkin harus membocorkan beberapa rahasia untuk membenarkan beberapa untaian benang kusut agar bisa digulung menjadi kesatuan yang lebih baik.

"Bae ahjumma menyayangimu", Sooyoung tertawa keras mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Seulgi.

"Sebelum ia tahu bahwa aku bukan putrinya yang sebenarnya dan ayahku menipunya", jelas Sooyoung. Seulgi mendengus kesal.

"Ia menyayangimu jauh didalam lubuk hatinya. Kau boleh tak percaya padaku. Kau bisa membuktikannya sendiri. Password access ke boutique nya, ia memakai ulang tahunmu",

Sooyoung membuka bibirnya sedikit penuh keterkejutan. Mata lentiknya begitu sayu seketika.

"Kau masih putrinya baginya. Tengah malam tadi, ibu tirimu menghubungiku. Ia menangis tersedu-sedu. Kau tahu kenapa? Ia bilang padaku 'putriku kenapa besarnya cepat sekali? Aku tidak mau berbagi putri dengan calon mertuanya' itu yang ia katakan padaku", nafas milik Sooyoung tercekat. Luka masa lalunya terasa dikupas dan kini darah mulai menetes dari luka yang sama.

"Aku anak dari wanita yang merebut suaminya. Ia tak seharusnya mempedulikanku",

"Faktanya ia mempedulikanmu. Haruskah kau begitu keras kepala tentang orang yang menyayangimu? Kau selalu berpikir bahwa ia akan membuangmu. Tapi nyatanya kau yang membuat jarak dengannya",

"Fakta sudah cukup melukainya dan jik.. ",

"Aku harap kau tidak mempermainkan pernikahan. Sebagai sahabatmu aku tak begitu suka dengan rencana gilamu.  Ella akan kecewa jika suatu saat ia tahu. Dan ayahmu juga akan sama terlukanya nanti. Ini hanyalah masalah waktu, semuanya akan terluka pada waktunya. Terluka nanti ataupun sekarang tak ada bedanya", Seulgi lagi-lagi mencekik tenggorokannya dengan ucapan wanita itu yang 100% benar dan masuk di akal.

"Keputusan ada ditanganmu dan juga Kim Sultan itu. Temui ibumu, ia membuatkan gaun untukmu. Kau harus memakainya di pesta pertunangan katanya",

......................................................................

"Kau akan menikahi wanita itu?!", Taeyeon terlihat begitu terkejut. Taehyung mengangguk sebagai jawaban.

"Kau salah obat? Bukannya kau takut sekali sama yang namanya pernikahan? Dan juga... Tunggu! Kau bilang ia adik dari Ruby kan? Kau sudah mengecheck asal usul keluarganya?", Taehyung sekali lagi mengangguk.

"Hanya status. Aku hanya ingin mempertahankan Ella. Jong In akan bangkit dari kubur dan mencekikku jika sampai Jennie yang membesarkannya. Kau tahu bahwa Jennie masih bersikeras untuk mengambil hak asuhnya",

Taeyeon mengerutkan keningnya.

"Jennie? Siapa dia?", Taehyung menganga selama beberapa detik. Ibunya mengenal Jennie sebagai Ruby.

"Jennie. Keluarga Ruby memanggilnya dengan Jennie. Itu nama aslinya", Taeyeon mengdengus penuh emosi.

"Park Sooyoung, adik kembarnya sepakat untuk tidak membiarkan Jennie membesarkannya. Dengan syarat pernikahan. Hanya status dan semuanya jelas tertulis diatas sebuah perjanjian",

"Jadi ia dipihak kita?", Taehyung mengangguk membenarkan asumsi ibunya. Taeyeon memijat pelipisnya pelan. Terlalu berbelit dan memusingkan.

Ia sudah kehilangan suaminya, putrinya dan satu putranya. Ia akan gila jika Ella juga hilang dari rumahnya. Tapi membiarkan putranya menikahi perempuan dari asal muasal yang sama juga tidak benar. Sekalipun putranya jelas mengatakan tak akan ada perasaan apapun didalamnya.

"Aku sudah mengatur pertemuan keluarga Sabtu depan. Akhir pekan ini aku dan Sooyoung akan menemui Jennie", jelas Taehyung. Taeyeon memasang ekspresi marahnya.

"Untuk apa menemui jalang itu?! Lebih baik kalian focus mengurus surat adopsi secara sah atas Ella!",

Taehyung menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Menjaga emosinya agar tetap tenang. Terlalu malas berdebat dengan ibunya.

"Percayakan semuanya padaku. Pihak keluarganya sama sekali tidak tahu soal Jennie ehm maksudku Ruby dan juga Ella. Yang mereka tahu adalah bahwa aku dan Sooyoung berkencan dan Ella menyukai Sooyoung. Dan kami akan menikah",

"Aku tak mengerti dengan Park Sooyoung. Kenapa ia bisa begitu mudanya menyayangi Ella. Apa ini yang namanya takdir? Ia bahkan menyayangi keponakannya tanpa sadar bahwa itu adalah keponakannya",

"Wanita itu hanya berkali-kali mengatakan padaku bahwa masa lalunya tak begitu berbeda jauh dengan Ella",

Taeyeon mengedipkan matanya beberapa kali. Teringat dengan beberapa insiden masa lalu. Yang terbesit di dalam otaknya hanyalah fakta bahwa Ella ingin bunuh diri.

Ingatan membawanya kesebuah memori dimana seorang gadis remaja dengan seragam SMP yang dibawa pulang oleh suaminya dengan kondisi menangis tersedu-sedu.

Taeyeon membulatkan matanya lalu membuka mulutnya tak percaya.

"Jangan bilang...",

Taehyung mengangguk.

"Park Sooyoung adalah gadis yang kau beri nama Joy selama ia tinggal beberapa hari dirumah ini",

TBC
.............................................................

Jangan lupa tinggalkan jejak ya sesuai janji author akan double up hari ini. Padahal belum mencapai 70+ tapi it's okay. Author lagi mood wkwkwk

Vote n komennya jangan lupa love 💕

WHY HER ( VJOY ) MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang