12: Guardian

565 112 17
                                    

"Thanks Ella", Sooyoung mengernyitkan keningnya mendengar kalimat itu keluar dari mulut milik Taehyung.

Sooyoung menghela nafas kasar lalu mulai aksi balas dendamnya. Segelas penuh es batu mendarat tepat sasaran pada wajah tampan milik Taehyung.

"Yya!!! Ireona!!!", Sooyoung berteriak sekeras mungkin. Membuat Taehyung terduduk dengan wajah paniknya. Mendapati Sooyoung yang berdiri di samping ranjangnya dengan kedua tangan dilipat dan ekspresi menyebalkannya. Taehyung tersadar sepenuhnya dalam waktu yang singkat.

'Sial! Bisa-bisanya', pria itu mengumpat atas mimpi yang baru saja ia dapatkan. Mata nakalnya bisa-bisanya kembali menatap kearah bibir yang ia cium seenaknya semalam.

'Strawberry Cheese', ia bergumam mengingat rasa yang ia dapat saat menyesap bibir Sooyoung malam kemarin.

Sooyoung mengernyitkan keningnya begitu sadar pria itu menatap kearah bibirnya. Ia meluncurkan telapak tangannya tanpa ragu kearah belakang kepala milik Kim Taehyung. Memukul keras kepala pria itu agar segera tersadar.

"YYA!!!", pekik Taehyung emosi membuat Sooyoung membulatkan matanya.

"MWO?! BERANI MENERIAKIKU?!", Sooyoung membalas pekikan itu tak kalah galak dengan wajah marah dan mata melototnya.

Taehyung menarik nafasnya dengan panjang. Lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan.

"Aku masih menunggu permintaan maafmu yang menciumku seenaknya semalam", ujar Sooyoung dengan wajah marahnya.

"Untuk apa meminta maaf? Itu bukan kesalahan",

"Bukan kesalahan katamu?!", protes Sooyoung.

"Kalau itu sebuah kesalahan bukankah kau juga andil didalamnya? Kau juga membalas perbuatanku", balas Taehyung sembari mulai bangkit dari ranjangnya.

Sooyoung mengepalkan kedua tangannya. Ia begitu marah. Mencaci maki dirinya sendiri dalam batin.

'Kau mau mengulangi kesalahan yang sama? Sudah lupa dengan apa yang Jaehyun perbuat?! Tapi Kim Taehyung bukan Jung Jaehyun. Ah tidak. Semua pria sama saja',

Sooyoung malas untuk menjawab pernyataan Taehyung. Ia hanya merasa perlu meluruskan semuanya.

"Jangan jatuh cinta padaku. Tak ada gunanya. Aku tidak hidup untuk cinta. Dan jangan lupa. Kau dan aku... Ini semua hanya untuk Ella",

"Siapa juga yang jatuh cinta padamu?", Sooyoung tersenyum miring mendengar elakan dari pria itu.

"Bagus kalau begitu. Aku tak mempermasalahkan ciumannya. Aku mempermasalahkan feelingnya. Jadi... Jangan terbawa rasa apapun dalam hubungan ini. Aku bisa memberimu ciuman jika itu yang kau mau. Tapi tidak dengan hati dan perasaan", Sooyoung berlalu begitu saja begitu mengucapkan isi hati dan pikirannya secara meluruh.

Taehyung terdiam pada tempatnya.

'Benar. Jangan terbawa perasaan apapun padanya. Kau hanya menyukai sensasi ketika berciuman dengannya saja. Just it Kim Taehyung. It's a desires not love', tegas Taehyung pada dirinya sendiri.

......................................................................

Sooyoung berdiri dalam diam. Kaki jenjangnya seolah kaku untuk melangkah. Ia melihat dengan jelas menggunakan netranya. Jennie terlihat tersenyum lebar sembari merangkai bunganya. Dengan seorang pria disampingnya lalu mengecup lembut pipi tembam milik Jennie. Sooyoung menatap Jennie datar dengan segala perasaan campur aduknya. Semua memori masa lalu mulai bermunculan.

Flashback POV

Gadis berusia 6 tahun itu terlihat menangis sesenggukan dengan beberapa anak seumuran yang berada disekitarannya. Sooyoung kecil dengan segala kecengengannya.

WHY HER ( VJOY ) MTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang