"Taehh!!", Sooyoung terlihat melengkungkan tubuh polosnya tepat setelah ia memanggil nama prianya dengan penuh sensual. Taehyung, prianya menggigit pelan bibir bagian bawahnya sendiri sembari terus bergerak diatasnya. Kedua payudara milik Sooyoung turut berguncang terpengaruh pergerakan tubuh Taehyung. Untungnya ranjang yang mereka gunakan cukup mahal dan berkualitas. Jika tidak, sedahsyat apa suara decitan ranjang yang mereka gunakan?
Jemari lentik miliknya meremas keras pundak milik Taehyung begitu ia merasakan bibir milik Taehyung kembali mengecup puncak dadanya.
"Aw! Tae..",
"Hm?", pria itu meresponnya tanpa mengampuninya sama sekali. Taehyung terus menghujami bagian bawahnya sembari mencumbu gunung kembar miliknya.
Taehyung terlihat mengerutkan keningnya, pergerakannya yang semula begitu brutal mulai melambat. Mata tajam milik pria itu memejam bersamaan dengan tubuh milik Sooyoung yang kembali menegang dan mengejang dengan bibirnya yang setengah terbuka.
Hanya suara deru nafas lega antara keduanya yang beradu bersamaan dengan kedua pasang mata milik mereka. Dengan nafas yang terengah keduanya menaikan sudut bibir masing-masing. Taehyung bangkit dari posisinya lalu menggulingkan tubuhnya untuk berbaring tepat disamping wanitanya.
Pria itu meraih wanitanya untuk berada didalam dekapannya.
"Lama sekali", ujar Sooyoung. Taehyung menaikan sebelah alisnya.
"Apanya?",
"Kau",
"Aku?", Sooyoung mengangguk dengan semburat merah pada wajahnya.
"Keluarnya", Taehyung menutup matanya lalu membuang mukanya berlawanan dari wajah Sooyoung. Ia tidak tahu harus merespon bagaimana pernyataan dari Sooyoung. Wajah pria itu memerah sempurna hingga ke telinga dan leher miliknya sendiri.
"Hey kau malu?", ejek Sooyoung sembari memeluk pinggang milik Taehyung dari samping. Taehyung mengulum senyumannya. Lagi sorot mata nakal itu ia tujukan.
"Kau sengaja menempelkan ini padaku ya",
"Nghh", Sooyoung kesekian kalinya berada dibawah kontrolnya. Puncak dada miliknya dijepit keras oleh jempol dan telunjuk milik Taehyung. Taehyung memilinnya keras sembari menikmati pemandangan favoritnya.
Sooyoung dengan tubuh polosnya dan dihiasi oleh kissmark yang melimpah ulahnya, lalu tangan nakalnya yang mengerayangi tubuh milik Sooyoung.
Jemari lentik dengan cincin yang melingkar sempurna pada jari manisnya itu turun mengikuti nalurinya. Sooyoung menggigit pelan bibirnya sendiri begitu Taehyung bangkit dari posisi berbaring pria itu dan kembali menghisap keras puncak dadanya. Mengjilati seluruh payudaranya lalu sesekali menggigit pelan ujung dada miliknya.
Taehyung mengerang, mendapati tangan nakal milik Sooyoung menyentuh miliknya yang kembali tegang. Sooyoung meremas batang miliknya lembut lalu mulai mengusap kejantanan miliknya. Taehyung menengadahkan wajahnya menatap kearah wajah milik Sooyoung yang begitu sensual.
"Mau mencoba hal yang baru, istriku?", Sooyoung tampak terkejut. Ia tahu ia akan selelah apa setelah ini. Tapi ini menyenangkan, dan ia tidak ingin melewatkan apapun.
"Ouch! Tae! Aku bel... Belum menjawab apapun",
......................................................................
Sooyoung menghela nafas kasar lalu membanting panci kotor dan kosong itu sebal ke dalam wastafel. Ia mengusap wajahnya pelan, begitu kesal pada dirinya sendiri. 3 bulan sudah pernikahan mereka, tapi tak sekalipun ia berhasil memasakan makanan yang layak. Taehyung yang masih terduduk di meja makan menatapnya sembari tersenyum simpul. Ia tahu bahwa istrinya berusaha. Tapi ia juga tidak menuntut apapun. Sooyoung ada disampingnya juga sudah lebih dari cukup.
"Kau terlihat frustasi, sayang", ujar Taehyung. Sooyoung memasang wajah datarnya lalu menatap Taehyung dengan sorot mata tajamnya.
"Aku juga ingin seperti Jennie. Aku ingin memasak untukmu", rengek Sooyoung. Taehyung tertawa lalu bangkit dari kursinya dan menghampirinya.
"Ayo kemarilah!", pinta Taehyung sembari melebarkan kedua tangannya. Sooyoung kembali menghela nafas kasar lalu memeluk pinggang suaminya erat. Menyandarkan kepalanya dengan manja pada dada berotot milik Taehyung dan mendengarkan debaran jantung suaminya yang selalu saja menenangkan dan menyenangkan untuk didengar.
"CUP"
Taehyung mengecup singkat puncak kepalanya lalu mengeratkan pelukannya pada istrinya.
"Ada bibi dirumah ini. Sudah tugasnya untuk memasak. Kau tidak perlu berusaha sekeras itu", Sooyoung menggelengkan kepalanya dalam pelukan suaminya.
"Usahaku dalam memasak tidak sebesar usahamu dalam meyakinkan orang tuaku dan juga ibumu", balas Sooyoung sembari melonggarkan pelukannya. Kedua tangannya yang semula berada pada pinggang milik Taehyung beralih menangkup kedua sisi pipi suaminya. Taehyung tersenyum kearah Sooyoung lalu mengecup pergelangan salah satu tangan milik Sooyoung.
"Why her?", ujar Taehyung. Sooyoung menaikan kedua alisnya penuh kebingungan.
"Apanya?", balas Sooyoung. Taehyung meraih tengkuk milik Sooyoung lalu mengecupnya singkat bibir milik Sooyoung.
"Client ku dari Prancis bertanya aku. Kenapa aku memilihmu. Why her", Sooyoung sontak membuat jarak antara dirinya dan Taehyung.
"Pria atau wanita? Apa maksudnya bertanya seperti ini?", nada tidak suka jelas terdengar. Taehyung terbahak. Sooyoung tengah curiga, tersinggung dan sedikit cemburu.
"Wanita", mata milik Sooyoung melotot.
"Seorang nenek", detik itu juga matanya kembali normal.
"Lalu apa jawabanmu?", tanya Sooyoung.
"Aku bilang aku tidak tahu",
"Apa?! Tae?!", Sooyoung menatapnya kesal.
"Kau serius tidak tahu? Kau kan bisa bilang karna aku cantik, dan lain sebagainya. Value ku memang tidak ada?", Taehyung menggigit bibir bawahnya pelan lalu mengulum senyumnya.
"Aku bilang padanya. Tidak ada alasan spesifik yang mendasar dalam perasaanku. Jika aku memiliki alasan yang spesifik mengenai kenapa kau yang aku pilih, bukankah berarti juga bisa saja ada alasan spesifik mengenai kenapa aku meninggalkanmu kan?", Sooyoung sontak memukulnya asal beberapa kali.
"Awas saja jika kau berani meninggalkanku!", ancam Sooyoung. Taehyung hanya tersenyum lalu meraih tangan milik Sooyoung kembali memeluk istrinya erat.
"Tidak akan", tegas Taehyung.
"Sebentar. Aku akan memesan makanan. Kau mau makan apa Kim?", Taehyung tampak berpikir. Lalu beberapa menit kemudian Taehyung menatapnya lalu tersenyum penuh arti. Sooyoung berdecak kesal. Namun beberapa detik kemudian Sooyoung menjinjitkan kakinya mendekatkan bibirnya pada telinga suaminya.
"Eat me", bisiknya pelan.
FINAL
…..….....................................................
Terima kasih sudah membaca 'WHY HER'. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sebagai bentuk apresiasi ya. Semoga cerita ini berkesan untuk kalian.

KAMU SEDANG MEMBACA
WHY HER ( VJOY ) M
FanfictionTentang apa, dimana, kapan, bagaimana dan yang paling penting. "Mengapa harus Park Sooyoung? Ada apa memangnya dengan Park Sooyoung?",