Selesai mereka mandi bersama yang disertai oleh kegiatan romantis nan panas yang hanya halal dilakukan oleh suami-isteri, Baekhyun dan Lerina kini bersantai dengan bathrobenya masing-masing di balkon kamar. Mereka tengah melihat sunset yang sebentar lagi akan terlihat karena sudah menjelang malam hari.
"Kamu pakai baju gih," suruh Baekhyun. Mereka kini berada di kursi santai yang sama, Lerina duduk diatas pangkuan Baekhyun dan menyender di dada sang suami.
"Nanti aja. Sunsetnya sebentar lagi. Aku berat ya?"
"Nggak!" Jawab Baekhyun lalu melingkarkan tangannya di atas perut Lerina.
"Nona...."
"Heum?"
"Pengaman kita ketinggalan di Seoul, terus tadi aku gak pakai lagi, terus tadi aku juga kelepasan keluarnya di dalem, terus---,"
"Terus terus nabrak!" Baekhyun merengut ketika Lerina mengintrupsi ucapannya.
"Aku serius Lerina, maaf ya."
"Gak usah minta maaf, aku juga sadar kamu gak pake pengaman, aku juga sadar waktu kamu keluar di dalem, kalau emang aku gak suka, aku pasti bakal tendang kamu dari sejak kamu masuk dan gak pakai pengaman itu. Tapi enggak kan? Aku oke aja kok," balas Lerina."
Baekhyun bergerak mengusap perut Lerina, "Kalau nanti di sini jadi baby gimana Ri?"
"Gapapa."
"Kamu udah siap?"
"Siap gak siap harus siap kalau emang dikasih. Atau kamu yang belum mau?"
Baekhyun diam sejenak, tapi ketika Lerina bersuara untuk memberi saran, "Kalau kamu yang belum mau, kita bisa beli pil pencegah kehamilan nanti biar aku minum."
"NGGAK!!!"
"Gak boleh minum yang kayak gituan, aku pernah denger kalau itu berpotensi ngerusak rahim."
"Aku mau kok kalau emang dikasih."
"Ya udah gak akan jadi masalah kan?"
"Kita bisa kan Ri?"
"Apa?"
"Jadi orangtua yang baik? Kamu tau, trauma kita berdua bahkan mostly banyak yang sumbernya dari keluarga."
"Orangtua kamu yang sibuk, dan kamu yang besar dengan kurangnya kasih sayang dari mereka, aku juga yang pernah dibuang sama ayah aku sendiri. Aku cuma takut Ri... aku takut semuanya masih berdampak besar di hidup kita dan imbasnya anak kita nanti."
Lerina bisa mengerti ketakutan Baekhyun. Bohong kalau ia tidak merasakan ketakutan yang sama, tapi Lerina yakin mereka berdua bisa belajar.
Wanita itu bergerak untuk mengubah posisinya menjadi lebih menyamping agar bisa memeluk Baekhyun, "Aku gak berani jamin kalau kita akan jadi orangtua terbaik buat anak kita. Masa lalu kita gak bisa ubah, Baek. Tapi masa depan bisa. At least kita harus berusaha untuk jadi orangtua yang LEBIH baik dari orangtua kita masing-masing. Kita punya pengalaman gimana sakitnya sebagai seorang anak dengan semua perlakuan orangtua yang gak sejalan sama keinginan kita. Dari situ kita bisa belajar do's dan don'ts untuk kita terapin ke anak kita, ya kan?"
Baekhyun tersenyum lalu mengangguk, "Aku selalu berdebar-debar tiap kali mulut kamu lagi bener, Ri."
"Ish! Emang biasanya mulut aku gak bener?"
Pria itu terkekeh, "Gak, bercanda! Mau kamu ngomong sekonyol apapun aku tetep jatuh cinta. That's an amazing you."
"Cih! Gombal!"
"Bener! Kamu gak denger berapa kali aku desahin nama kamu tadi? Itu tuh bukti kalau kamu---,"
"Sssstttttt!!!! Tuh liat sunsetnya cantik banget!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Ex (BYUN BAEKHYUN) - Selesai
Fiksi PenggemarBaek Hyun dan Lerina, sepasang kekasih yang sebenarnya sudah putus sejak beberapa tahun lalu dan sudah saling membenci kini malah dipaksa menikah karena sebuah kesepakatan perjodohan konyol orangtua mereka. Apakah mereka akan benar-benar menikah? Da...
