Detak ke Tiga Belas

342 36 0
                                        

>><<

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

>><<

"Pertemuan dengan seseorang tidak pernah salah, manusia saja yang salah paham akan kehadiran seseorang di dalam dirinya. Manusia tak bisa dengan mudah memahami alasan dan tujuan orang itu datang ke dalam hidupnya, pada akhirnya kecewa yang mereka dapatkan karena terlalu berharap pada pertemuan singkat yang terkadang sangat melekat."

>><<

>><<

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

H

ampir sebulan lebih Kazu absen dari sekolah, yang tentu saja menjadi tanda tanya besar bagi teman-temannya–terlebih bagi mereka yang satu klub dengannya.

"Kaz!" sapa seseorang saat Kazu tengah berjalan menuju ruang kelasnya. "Lama nggak kelihatan. Apa kabar?"

"Baik," jawab Kazu seadanya. Dia memilih tidak terlalu menghiraukan Vino–salah satu teman dari klubnya–dan langsung berlalu ke kelas. 

Meski Kazu sempat mengunggah foto dengan caption yang menggambarkan keadaan serta harapannya sebelum menjalani operasi, tapi orang-orang di sekolah tidak ada yang mengetahuinya, sebab, dia menggunakan akun kedua miliknya yang memang dikhususkan untuk mereka yang menjadi sahabat penanya. 

Memasuki ruang kelas, Kazu membuat Selene terkejut karena dia memang tidak memberitahu Selene kapan dia akan berangkat ke sekolah. 

"Kazu?" ujar Selene. "Ini beneran Kazuto?" Selene menyentuh wajah Kazu dengan kedua tangannya kemudian menggerakkan kepala Kazu ke kanan-kiri dan melihatnya lekat. "Bukan humanoid tiruan Kazu kan? Mirip bener lho!"

"Apaan sih!" Kazu menyingkirkan tangan Selene dari wajahnya dan duduk di bangku miliknya.

"Eh, gue serius!" Selene mengikuti Kazu lalu duduk di bangkunya sendiri. "Lo nggak bilang kalau mau masuk. Tahu gitu gue nebeng lo kan berangkatnya, daripada naik ojol?"

"Emang mobil lo kemana?"

"Mobil gue dibawa Dad! Masa dia bisa-bisanya lupa, pergi kerja pakai mobil, pulang naik ojol?! Terus pagi-pagi, dia udah ngacir pakai mobil gue," jelas Selene sebal.

Limit Beat Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang