Jernihnya air,
Jantung yang berdegup,
Serta senyum penuh arti
Di olimpiade renang antar sekolah menengah, SMA Bougainvillea kembali mengirim dua perwakilan mereka yang selalu bersaing, Kazuto si cowok keturunan Jepang dan Benji si Pangeran Ambisius...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Satu hal yang kadang terlupakan, padahal sangat berharga dibanding berlian, Waktu, dimana tidak bisa diulang, tidak bisa dipercepat, tapi bisa direnggut setiap saat, karenanya, setiap kali ada kesempatan bertemu sapa, cobalah menghargainya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aileen tidak terkejut jika saat dia membuka mata, wajah pertama yang dia lihat adalah Erian, dokter dengan gelar profesor di depan nama profesinya.
"Dokter," panggil Ai. "Kazu?"
Erian menghela napas lalu menarik sebuah bangku dan duduk di dekat ranjang Ai. "Udah kangen banget sama Kazu sampai-sampai yang dicariin pertama kali bukan Ayah-Ibu tapi Kazu?"
Ai melengkungkan senyum mendengar lelucon Erian.
"Hah, bocah satu itu ya?" Erian mendesah sembari mencubit pangkal hidungnya. "Ngomong-ngomong Ai, dokter mau menyampaikan sesuatu yang penting ke kamu."
Ai menarik napas panjang, bersiap untuk mendengar apa yang akan Erian katakan dan menatapnya lekat.
"Sebelumnya, dokter udah sampaikan ini sama orang tua kamu, tapi, kamu juga harus tahu, Ai." Erian mengambil buku Ai yang bersampul putih dengan coretan cat abstrak berwarna biru, magenta, dan ungu dari atas nakas. "Dokter sudah meminta orang tua kamu bawain ini dan barang-barang kamu yang lain."
Ai masih terdiam dan tidak menyela, meski dia sudah menebak apa yang akan Erian sampaikan jika buku 'Perjalanan Aileen' ada di sana.
"Sepertinya, kita akan menambahkan chapter baru di Buku Perjalanan Aileen," kata Erian membuka lembar demi lembar buku itu sampai ke halaman yang bersih-belum terisi.
"Kalau kata dokter 'menambahkan chapter', berarti aku masih bisa gunain tanganku sendiri untuk nulis bahkan gambar di sana?"
Erian mengangguk, "Tapi, ada bagian lain dari tubuh kamu yang kemampuannya perlahan menurun."