"Aku boleh ga ya ikut reuni SMA?" tanya Drian pada Rhea yang baru bangun. Pria itu sengaja menyangga kepala dengan sebelah tangan untuk melihat wajah sang istri sambil sesekali menghidu dan menggesek-gesekkan ujung hidungnya di pipi Rhea. Kurang lebih empat belas bulan Rhea menghilang darinya dan sudah berlalu dua tahun sejak ia menemukan Rhea di kamar lajang sang istri di rumah Bapak tapi tetap saja Drian merasa ia harus menggunakan semua waktu luangnya untuk menatap Rhea.
"Reuni SMA yang ada mantannya?"
"Aku ga tau mantan ikut atau engga."
"Kalo aku bilang ga boleh?"
"Kan disitu ada banyak orang, Rhe. Ada Zaki juga. Atau kamu bisa telfon teman SMAku yang lain supaya mereka ngawasin aku sama Manda supaya ga ngapa-ngapain."
Rhea mengangkat sebelah alisnya. "Aku nelfonin teman-teman kamu?!"
"Ya, 'kan ceritanya kamu ga percaya sama aku. Dan kalau kamu juga ga percaya sama Zaki kita bisa minta semua temanku buat ngawasin aku."
"Oh, jadi sekarang aku berubah dari ibu-ibu cemburuan menjadi ibu-ibu yang ga percayaan?" dengus Rhea kesal. Dia baru bangun tidur beberapa menit yang lalu, belum sempat menggeliat tapi Drian sudah membuatnya kesal pagi ini.
"Ga apa-apa, aku ga marah kok kamu nyuruh semua orang ngawasin aku kaya aku tuh tipe suami yang gampang oleng sama Mantan yang dandan cantik datang ke acara reunian. Aku ga apa-apa kok kamu bikin semua orang suudzon sama aku." Yang mana kalimat ini membuat dengusan Rhea kembali muncul.
Jika wanita itu mendengus, Drian justru terkekeh geli mendengarnya. Waktu dua tahun yang mereka lewati mampu membuat mereka jauh lebih terbuka satu sama lain. Drian jadi lebih tau bisa sampai secemburu apa Rhea jika dia tau bahwa suaminya akan berada di satu tempat yang sama dengan Manda. 'Lain ceritanya kalau Drian satunya lagi yang ketemu Manda, Dri. Kamu milik aku di sini," ucapnya membela diri kemudian biasanya Rhea juga akan menceritakan bagaimana dia bahkan tidak menghalang-halangi hubungan Drian lain dengan Manda lain. Tapi kalau di sini lain cerita.
"Kamu udah ketemu dia sekali bulan ini. Itu udah sampai limit, ga ada tawar-menawar."
"Jatah bulan depan dipindah ke minggu depan aja gimana? Aku janji bulan depan ga akan ketemu Manda lagi. Suer!"
"Jatah?! Kamu merasa kaya cowok yang punya dua istri atau gimana, ya, Dri? Tolong kasih terang aku biar kamu tau apa yang bis-"
Kali ini Drian menarik Rhea sehingga sang istri berada di atas tubuhnya. "Becanda," ucapnya. "Aku cuma mau lihat kamu cemburu pagi ini." Drian melanjutkan bahwa ia sudah sangat ingin melihat wajah jeleknya Rhea saat cemburu sejak semalam. Tapi membuat sang istri cemburu pada pukul tiga pagi rasanya bukan hal yang bijak. Bukan hanya bisa membuat Rhea cemburu, Drian juga bisa membuat sang istri minggat dan mengadu pada Bapak.
"Kamu.. sumpah kamu ga jelas banget, Dri. Sejak Zaki naik pangkat nih kamu mulai nyebelin. Udah kaya istri yang ditinggal suami kamu tuh, Dri," ucap Rhea sambil menarik kedua pipi sang suami gemas. Jika dulu Zaki yang mengganggu Drian, sekarang suami Rhea lah yang selalu menyempatkan diri untuk mengerjai Zaki. Satu minggu yang lalu Drian meminta Rhea menelfon Zaki dan berpura-pura sebagai Rhea teman baiknya Zaki. Sejak kembali, Rhea memang jadi cukup sering bicara dengan Zaki bahkan Audi dan juga keluarga Drian yang lainnya. Dan Zaki bicara hal yang sama dengan Rhea di video tiga menit yang ditinggalkan oleh remaja tersebut. Bahwa Rhea adalah temannya Zaki.
Rhea dipaksa menelfon Zaki dengan suara yang dibuat agak cempreng dan memanggil sahabat sang suami dengan panggilan yang pasti akan membuat Zaki kaget luar biasa.
"Ya, Rhe? Drian belum balik, ya?" tanya Zaki karena istrinya Drian hanya punya sesuatu yang berhubungan dengan sang suami tiap kali menelfonnya. Tidak seperti Rhea remaja yang selalu menelfon untuk mengajak makan, nonton atau belanja jika Drian sudah membatasi uang jajannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rhea Davina Russel
FantasyBagaimana jadinya kalau tiba-tiba kamu terbangun di tempat asing? Tidak hanya di ranjang orang tapi lebih gila lagi bumi seolah berputar ribuan kali lebih cepat hanya dalam satu malam sehingga dengan tidak masuk akalnya, Rhea Davina berada di masa d...
