Drian mendengar berkali-kali pengakuan sahabatnya tentang dirinya yang memiliki istri cantik sejak dia membiarkan Zaki tau tentang apa yang terjadi pada Rhea. Pujian untuk Rhea semakin menjadi-jadi saat remaja yang bersamanya selama empat belas bulan terakhir datang dengan penampilan seperti yang biasa kamu lihat di layar ponsel atau tivi. Bagi Zaki, Rhea dengan rambut ombrenya yang ditata aneh-aneh, dengan rok pendek atau justru hotpants dan crop top atau dress-dress yang remaja itu dapatkan dari hasil COD-COD barang dari online shop terlihat semakin cantik sampai Drian harus mengingatkan sahabatnya itu bahwa yang Zaki kagumi adalah istrinya. Tentu saja Drian menyimpan sendiri sampai akhir bahwa Rhea remaja bukan Rhea-nya.
Dan iya, istri Adrian Russel benar-benar cantik. Sangat cantik. Drian mengatakan demikian bukan karena pria itu membandingkan Rhea dengan mantannya, atau dengan sepupu perempuannya atau dengan perempuan manapun yang pernah ia temui. Bukan. Drian mengetahui betapa indah paras sang istri setelah ia mengenal seseorang yang memiliki rupa sama dengan Rhea. Bahwa bahkan dengan perempuan bernama sama dan berwajah sama sekalipun, Rhea Davina Russel adalah wanita paling cantik di dunia ini. Rhea Davina Russel juga adalah wanita yang terasa sangat benar saat dia berada di sekitar Drian.
Rhea berada pada titik dimana dia sudah tidak peduli apakah dirinya kembali ataukah keanehan lainnya kembali terjadi padanya. Kalau misalkan dirinya yang terlempar ke tempat bernama masa lalu bisa bertahan cukup lama, Rhea bisa saja percaya bahwa ia telah kembali. Masalahnya, setelah meyakini bahwa dirinya terlempar ke masa lalu, bertemu dengan kedua orang tuanya serta bocah yang di masa depan akan menjadi suaminya, Rhea dipaksa menerima fakta bahwa Drian yang tengah bersamanya bukan lah Drian yang menjadi suaminya. Awalnya sangat sulit untuk menerima hal ini tapi kemudian fakta-fakta itu sendiri yang datang tepat di bawah puncak hidungnya. Ya, istilahnya begitu. Bagaimana Rhea bisa mengelak? Kemudian jika Drian bukan Drian, apakah kedua orang tuanya juga bukan orang tuanya? Meski sudah berlalu nyaris enam tahun, tetap saja ia tidak bisa menyesuaikan diri secepat ini.
Sekarang Rhea bertemu lagi dengan bapak. Berbeda dengan Bapak yang tidak menyukai keberadaannya di rumah beliau, Bapak yang ini justru memperlakukan Rhea sebaliknya. Selama tiga hari terakhir jika Rhea tidak keluar kamar dalam waktu lama maka beliau akan mengetuk pintu untuk memastikan Rhea baik-baik saja dan tidak ingin macam-macam. Mungkin macam-macam versi Bapak adalah gantung diri atau menelan obat sebanyak-banyaknya.
Sekali lagi, ini baru tiga hari sejak ia terbangun dan menemukan Bapak. Jadi semua orang termasuk kamu tidak bisa mengharapkan Rhea beradaptasi secepat itu. Makanya ketika Drian membuka pintu kamarnya, berjalan cepat dan berkata soal minta maaf, Rhea tidak bisa memberikan respon lain selain kerutan serta kedua alis yang menyatu. Bukannya Rhea yang harus minta maaf karena meninggalkan rumah tanpa memberi tahu Drian? Rhea paham bahwa sejak ia sakit malam itu Drian jadi lebih, hm.. bagaimana wanita itu harus mengatakannya? Perhatian? Iya, Drian jadi lebih perhatian. Pria yang berwajah sama dengan suaminya menjadi sangat perhatian bahkan masih sempat menyinyiri Rhea di sela-sela jadwal syuting. Pria yang berwajah sama dengan suaminya yang sejak beberapa tahun terakhir tumbuh dengan sangat cepat sehingga saat ini dia jauh lebih tinggi dari Rhea menjadi sangat perhatian padanya dan hal ini sama sekali bukan kabar baik. Rhea tidak ingin jatuh cinta lagi karena dia sudah jatuh cinta. Rhea terlalu pemilih untuk jatuh cinta sekalipun itu pada Adrian Russel yang lain.
Makanya sejak kedua tangan Drian merengkuhnya dan bibir pria itu berada di atas bibirnya, Rhea segera berontak agar bisa lepas dari Drian tapi pria itu seperti sedang kerasukan. Drian baru melepaskannya setelah pria itu tau bahwa Rhea sudah kesusahan bernapas.
Rhea tidak pernah merasa tangannya seringan ini tapi dalam beberapa detik saja wanita itu sudah berhasil menampar Drian. Rhea tidak pernah menampar Drian saat suaminya ketahuan menemui Manda di belakangnya. Wanita itu hanya melemparkan barang-barang saja. Tapi Rhea tidak bisa untuk tidak menampar Drian yang menciumnya padahal bocah ini bukan suaminya.
"Kurang ajar kamu, Drian!"
Di sisi lain, Drian yang sudah siap untuk semua amukan Rhea tentang semua yang terjadi antara dirinya dan Manda tidak terlalu kaget saat menerima tamparan.
"Belakangan ini pergaulan kamu sama teman-temanmu itu terlalu liar." Teman-teman yang Rhea maksud adalah teman Drian dari dunia hiburan. Rhea tidak pernah menyukai Drian yang menjadi aktor seperti sekarang karena dia tidak berlaku sebagaimana seorang Drian seharusnya berlaku. Drian yang Rhea kenal hanya punya satu perempuan di hidupnya sebelum Rhea mengejarnya dengan membabi buta. Tapi Drian yang ini? Gandengannya berganti sekali tiga bulan meskipun itu hanya dalam drama atau film.
Rhea aslinya gemetaran karena menyadari apa yang barusan ia lakukan dengan seseorang yang bukan suaminya. Hari itu Drian mengaku tidak melakukan apa pun dengan Manda selain berpelukan. Apakah di sini Rhea lah yang menjadi pengkhianat? Lagi pula apa yang terjadi pada bocah yang bertransformasi menjadi pria dewasa ini? Kenapa dia mencium Rhea padahal selama ini dia selalu menolak untuk mencium lawan mainnya di bibir?
"Apa lagi?" tanya Rhea pada pria yang sudah tidak pulang sejak dua hari yang lalu.
"Lo tau Clara?"
"Tau, wajah kamu sama dia nongol di tivi tiap hari Sabtu."
"Katanya gue harus nyium dia.." ucap Drian dari seberang sana. Saat ini mereka sedang bicara melalui telfon.
"Cium aja! Biar Manda ngamuk," cibir Rhea.
"Manda bolehin selagi itu dilakukan sebagai profesionalitas. 'Kan gue nyiumnya di depan semua kru dan sesuai arahan juga."
"Ya makanya sosor aja, Dri. Gas aja," Rhea sengaja menarik ponsel yang ada di dekat daun telinganya untk menatap benda itu dengan tatapan aneh berharap Drian di seberang sana bisa menerima tatapannya itu dengan baik.
"Ckck.. lo katanya kakak gue. Harusnya lo cegah dong, Rhe. Ngapain gue nyium Clara kalo gue punya Manda dan kita bahkan belum pernah ciuman sama sekali?"
"Itu urusan kamu, siapa suruh kamu milih jalan ini? Harusnya kamu udah sama Zaki sekarang Dri.. duduk depan komputer dan mainin bahasa C++ dan teman-temannya."
Tuh, 'kan? Drian bahkan tidak ingin sekedar menempelkan bibir pada lawan mainnya karena dia merasa sudah memiliki pasangan, tapi kenapa hari ini Drian menciumnya?
"Teman yang mana? Aku masih temenan sama Zaki dan dia ga liar, Sayang," ucap Drian yang enggan menyebut Manda di hari pertama mereka bertemu. Dia memang tidak bisa menghindari topik ini selamanya tapi dia bisa untuk hari ini.
"Gimana kamu mau memperbaiki semua ini, Drian? Gimana kamu mau tanggung jawab? Aku ga bisa tinggal sama kamu lagi setelah ini."
"Apa maksud kamu, Rhe? Kamu istriku dan kamu hanya akan tinggal sama aku."
Mata Rhea membesar, "Sejak kapan aku jadi is-" seiring dengan kalimat tanya nya keluar, bersamaan dengan itu pula otaknya memproses semua yang terjadi. Rhea membawa kedua tangan pada mulutnya yang menganga. Jika apa yang terjadi selama tiga hari terakhir nyata, apakah pria di depannya ini adalah suaminya sendiri?
Sedangkan Drian yang memang sudah memperkirakan hal ini menarik kedua ujung bibirnya. Drian bertemu dengan Rhea yang bukan istrinya dan bukan tidak mungkin jika istri Drian juga bertemu dengan Drian lainnya.
Adrian Russel belum bisa merasa cukup hanya dengan melihat istrinya dari dekat, pria itu ingin memeluk Rhea-nya seharian tapi seseorang membuka pintu kamar, membuat rencanaya tertunda. Empat meter dari tempat ia dan Rhea berdiri ada Alesha Zaneta Russel yang menatap Rhea dengan senyum cantiknya. Dengan senyum yang selalu akan mengingatkan Drian pada sang istri.
"Yaya!" pekik Ale sebelum berlari mendekat pada sang Mama.
Hari itu, jika Rhea tidak ingin melepaskan putrinya yang sudah bisa berlari dan bicara meski masih cadel, Drian pun tidak ingin melepaskan sang istri. Ketiganya sama sekali tidak keluar kamar. Ketiganya bersusun seperti ikan sarden kalengan di atas ranjang dengan Rhea memeluk Ale, putri yang menurutnya tidak akan pernah ia lihat lagi dan Drian yang memeluk Rhea yang memeluk putri mereka. Ranjang Rhea padahal cukup luas untuk tiga orang itu tapi mereka hanya menggunakan sepertiganya saja. Meski belum ada yang bicara terutama sepasang suami istri tersebut, tapi sepertinya pelukan mereka sudah lebih dari cukup.
Drian tidak bisa menghentikan tangisan Rhea seperti yang sudah-sudah. Pria itu tau bahwa kali ini Rhea menangis karena bisa bertemu lagi dengan putrinya. Tapi Drian memastikan bahwa ia tidak akan pernah melepaskan pelukannya agar Rhea tau bahwa Drian selalu ada bersamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rhea Davina Russel
FantasyBagaimana jadinya kalau tiba-tiba kamu terbangun di tempat asing? Tidak hanya di ranjang orang tapi lebih gila lagi bumi seolah berputar ribuan kali lebih cepat hanya dalam satu malam sehingga dengan tidak masuk akalnya, Rhea Davina berada di masa d...
