Dari kejauhan nampak sebuah tembok bangunan rusak berserakan dan beberapa sudah ditumbuhi rerumputan dan pohon menjalar. Mereka pun akhirnya mendarat di reruntuhan tersebut.
"Ini kah tempatnya?" tanya Camelia.
"Hindari lubang perairan yang dalam, itu sumur dan dibawah ada monster ganas." ucap ratu.
Ratu dan para naga pekerja kembali terbang menuju padang bunga. Camelia dan yang lain berjalan menelusuri reruntuhan kuno sambil mencari petunjuk yang dapat menuntun mereka menuju Kapal Nuh.
"Kalian lihat itu? Sepertinya sumur yang dimaksud sang ratu itu." kata Silvia sambil menunjukkan genangan air yang keruh.
"Lebih baik kita hindari, kita tidak tahu monster macam apa yang menempati sumur." kata Neko.
Camelia dan Neko berjalan kembali, namun Silvia justru penasaran. Dia mengambil batu kecil, lalu melempar hingga masuk kedalam sumur tersebut.
Tidak terjadi apa-apa, mungkin cuman perasaan. batin Silvia yang kemudian dia berjalan kembali dibelakang Neko.
Tiba-tiba tanah bergetar hebat. Camelia dan dua temannya kebingungan harus lari kemana. Lubang-lubang sumur tiba-tiba menyemburkan air yang cukup deras ke atas, disekitar reruntuhan kini dipenuhi air. Meski hanya setinggi mata kaki, mereka merasa ada kehadiran yang tidak ingin mereka sapa.
"Perasaan ku sangat tidak enak. Sepertinya akan ada bahaya." kata Camelia.
Neko memutar tulang revolusioner nya. Silvia mengambil olahan bubuk kitolod pembeku. Sebuah bayangan besar nampak didepan mereka, ketiga gadis itu mulai bercucuran keringat ketika akan melihat ke belakang.
"Ss.. Sspinossauuruuss?!" ucap Silvia yang seketika mematung.
Raawwwrrr!!
Dinosaurus itu meraung didepan mereka. Neko dengan cepat mengganti tulang revolusioner ke bentuk shotgun dan Camelia menarik tangan Silvia untuk berlari.Neko menembak bagian leher dinosaurus tersebut. Kemudian dia berlari mengikuti Camelia. Dinosaurus tersebut menggelengkan kepala setelah terkena tembakan dari Neko. Luka dinosaurus itu tidak seberapa, kulitnya begitu tebal dan giginya sangat banyak dan tajam.
"Sini-sini," ucap Camelia mencoba bersembunyi di tembok yang lumayan besar.
"Hufftt.. Monster beneran ternyata." kata Silvia sambil menghembuskan nafas halus.
"Kemarin kita baru dapet masalah, kini datang masalah baru. Kayaknya pulau naga ini memang suka bermasalah." ucap Neko yang baru datang dan ikut bersembunyi.
"Nah kok? Ikut bersembunyi, terus yang lawan itu monster siapa?" ucap Silvia terkejut.
"Mana ada manusia seorang diri melawan monster segede gaban, yang ada mati konyol. Kau kira ini main film fantasi apa?" ucap Neko kesal.
"Kalian nih! kerjaannya ribut. Nanti dia datang." ucap Camelia melerai.
Tiba-tiba diatas mereka terdapat moncong mulut dinosaurus tersebut sedang menggeram. Silvia melemparkan bubuk kitolod pembeku di mulut dinosaurus tersebut. Al hasil mulut dinosaurus mengkristal beku bagai es. Mereka kembali kabur mencari tembok untuk bersembunyi kembali, namun kali ini mereka terpisah.
"Semoga disekitar sini ada binatang yang dapat membantu." ucap Camelia sambil mengeluarkan pena dan buku gambar artefaknya.
"Bubuk itu bekerja, namun kenapa hanya sebentar sih. Aku akan menunggu yang lain merencanakan sesuatu. Untuk sekarang aku mau makan." ucap Silvia sambil membuka tas cangkang kura-kura dan mengambil bekal sebuah Salad buah.
"Amunisi apa yang bisa numbangin itu monster? Aku harus mencari sesuatu yang lebih beracun," ucap Neko sambil berpikir.
"Ketemu, seekor semut tomcat spesial yang memiliki kemampuan racun balon." kata Neko.

KAMU SEDANG MEMBACA
Archaeologist : Mysterious in island dragon
Mystery / Thriller[ Update Kalo Sempat ] ~ ON - GOING~ Seorang gadis Arkeolog yang tidak sengaja ditinggal sendiri dalam sebuah pulau misterius, dan kini dia harus menemukan orang tuanya yang telah diculik arkeolog jahat. Misteri demi misteri harus dia lewati, da...