Nadia melirik Bima. Bima menengok, Nadia buang muka, begitu terus sampai membuat Bima kesal.
"Lo mau ngomong apa?" Pas ketika Nadia sedang memandang Bima.
"Hmmh..hmmmh... Temen-temen kantor mau datang kesini. Kita mau nobar bareng" kata Nadia.
"Kapan?" tanya Bima.
"Besok. Besok kan malam Minggu" kata Nadia.
"Siapa aja yang datang?" tanya Bima.
"Semuanya. Joshua, Serra , Riska sama Dante" kata Nadia.
"Semuanya boleh kecuali si Dante!" kata Bima.
"Gue bukan mau minta persetujuan dari Lo, gue cuma mau bilang kalau nanti rumah bakalan rame. Yaudah gue berangkat dulu ya," kata Nadia.
****
"Kayaknya kita mampir dulu ke supermarket. Ada barang yang mau gue beli juga" kata Dante.
"Boleh" jawab Riska.
Nadia dan kawan-kawannya itu bergegas ke supermarket. Mereka akan membeli beberapa bahan makanan untuk dimasak, cemilan dan minuman ringan.
"Bima ajak aja Nad, biar tambah seru" kata Serra.
"Kayaknya dia bakalan pulang telat juga. Kemaren sih gue udah bilang kalau kalian semua mau Dateng" kata Nadia.
Mereka berlima sibuk memilih barang mana yang akan dibeli. Riska, Serra dan Joshua mampir dulu ke toko elektronik sedangkan Dante dan Nadia pergi ke tempat ikan segar.
"Kalau berdua begini gue berasa kayak suami istri beneran" kata Dante.
Nadia mencubit tangan Dante.
"Silahkan Pak, Bu, daging ikannya masih segar. Wah, anda berdua serasi sekali pasti deh baru nikah" kata penjual ikan sambil memotong-motong ikan.
Nadia mengambil sepotong ikan diikuti Dante yang juga mengambil ikan yang sama. Nadia diam sedangkan Dante malah sedikit menyentuh jemari Nadia. Mereka bertatapan sampai akhirnya teriakan Joshua mengangetkan mereka berdua.
"Udah belom? Gue udah laper nih, pengen cepet-cepet nyampe" kata Joshua.
Dante dan Nadia salah tingkah. Nadia mengambil ikan yang mereka berdua pegang, memberi isyarat ke penjual untuk memotong-motong ikan itu dan membungkusnya.
Selesai berbelanja mereka semua pergi ke mobil. Beruntung parkiran tidak terlalu ramai jadi mereka tidak terlalu kesulitan keluar dari supermarket itu.
Dante mengobrol bersama Joshua, Serra dan Riska hanya Nadia yang diam. Nadia memandangi jendela mobil.
"Lo kenapa Nad, daritadi diem aja?" tanya Riska. Nadia menengok ke belakang, Dante melihat ke arah Nadia. Nadia buang muka
"Ah, nggak apa-apa kok. Gue cuma capek aja. Gue juga laper" kata Nadia pelan. Nadia berusaha terlihat se natural mungkin. Nadia membalikkan badannya tanpa menengok lagi ke arah Dante.
"Duh Nad, kenapa hati lo jadi dah Dig duh serrr gini sih" kata Nadia.
"Sampai disana nanti gue bikinin teh masuk ya," kata Dante.
"Gue juga mau! Sumpah teh buatan Dante itu enak banget" kata Serra.
Dante mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Untukmu
RomanceNadia dan Bima dijodohkan oleh kedua Kakek dan Ayah mereka karena suatu alasan. Sampai suatu hari mereka saling bertemu secara tidak sengaja dan itu bukan pertemuan yang bagus. Bima yang sudah memiliki pacar, Milla, tidak terima dengan perjodohan te...
