12. Benih-benih Cinta (5)

335 7 1
                                        

Dante meletakkan gelasnya. Ia mulai serius saat melihat Joshua melotot karena kesal Dante tidak berhenti tertawa. Joshua melihat ke langit berharap ia juga menemukan jawabannya disana.

"Sory Bro, gue reflek ketawa" kata Dante.

"Jadi gue harus gimana?" tanya Joshua.

"Ya apalagi? Deketin dia, kasih yang dia suka abis itu Lo tembak dia" kata Dante.

"Ohhh gitu ya, segampang itu?!" kata Joshua.

"Iya. Lo mau gimana lagi? Bro, lebih baik kita ditolak tapi dia tau perasaan kita daripada kita diam tau-tau nya diambil orang" kata Dante.

"Kayak Lo gitu ya" kata Joshua.

"Wahhh, udah berani ya ngeledek gue" kata Dante. Dante menjitak kepala Joshua.

"Tapi cewek yang akhir-akhir ini Dateng ke kantor itu siapa?" tanya Dante.

****

Serra meneguk minumannya sambil sesekali menghela nafas. Ia fokus memikirkan apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya itu. Serra meneguk habis minumannya lalu pergi ke ruang kerjanya. Riska dan Nadia saling melirik.

Jam pulang pun tiba. Satu persatu mereka semua turun. Saat naik lift Serra memilih berdiri paling belakang.

"Serr.." kata Nadia. Serra kaget.

"Lo ada masalah apa sih? Cerita dong" kata Riska.

"Iya. Seharian ini Lo bengong aja nggak ada ngomong apa-apa. Kalau ada masalah Lo cerita barangkali kita bisa bantu" kata Riska.

Serra menggelengkan kepalanya, memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja.

Saat makan siang tadi tidak sengaja ia melihat Joshua dan Kinan sedang berbicara serius, Serra memperhatikan nya dari jauh. Kinan mengambil tangan Joshua. Joshua memeluk Kinan. Setelah itu ia pergi. Serra merasa perasaan ini semakin tidak karuan. Ia bingung haruskah ia diam saja atau mengatakan apa yang dirasakannya pada Joshua.

"Kapan ya gue jatuh cinta sama dia?" gumam Serra dalam hati.

Serra kemudian mengingat-ingat kejadian yang mereka lalui. Serra ingat betul hari itu sedang hujan, saat semuanya sudah pulang Serra terpaksa lembur karena masih ada kerjaan yang belum diselesaikan. Setelah selesai Serra pulang. Ia melihat diluar sedang turun hujan. Sambil melihat keatas tiba-tiba sebuah payung menghalangi pandangannya. Ia menoleh ke belakang. Orang yang memayungi nya itu adalah Joshua.

"Lo ngapain disini?" kata Serra.

"Gue nungguin Lo daritadi kok belom turun-turun juga. Yaudah gue mau cek keatas malah ketemu Lo disini" kata Joshua.

"Ngapain? Kan semuanya juga udah pada pulang?" kata Serra.

"Ya nggak apa-apa. Udah yuk nanti hujannya tambah gede" kata Joshua.

Joshua memayungi Serra. Mereka berdua saling mendekat agar tidak kehujanan. Diantara dinginnya air hujan itu ia merasa dirinya begitu hangat. Pipinya memerah. Ia berharap Joshua tidak melihatnya bisa merona seperti itu.

Mereka langsung masuk mobil. Mereka berdua basah kuyup. Joshua mengeluarkan sebotol termos lalu memberikannya pada Serra.

"Lo minum duluan" kata Joshua. Serra mengangguk. Selesai minum Serra memberikan botol itu kepada Joshua.

Aku UntukmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang