"Key? Lu adeknya bang Chris ya?" tanya salah seorang tiba-tiba saat Keyrans sedang memotret bunga. Keyrans menoleh.
"Iya. Kenapa?" tanyanya singkat. Lelaki itu tersenyum.
"Gua temen sejurusannya. Tapi gua seangkatan sama lu," jawabnya. Keyrans mengangguk.
"Ternyata lu ikut organisasi ini juga ya. Ntar gua bakal cerita sama bang Chris kalo gitu," ucapnya lagi masih dengan senyuman yang mengembang.
"Kenalin, nama gua Lee Minho. Tapi lu panggil gua Lino aja. Karena nama beken gua itu Lee Know." Lee Know memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan kanannya. Keyrans menggapai tangan lelaki di hadapannya itu, menjabatnya.
"Gua Keyrans Bang. Mahasiswi Sastra Inggris." Keyrans tersenyum sangat manis.
Gemoy, batin Lee Know.
"Gua-"
"Gua udah tau. Program Studi Ilmu Hukum kan?" tebak Keyrans. Lee Know menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Eum, lu bisa liat 'mereka' ya Key?" tanya Lee Know sembari mengutipkan kata mereka dengan jarinya. Keyrans terdiam.
"Kenapa?" tanyanya datar. Lee Know tersentak.
"Gapapa, soalnya gua bisa ngerasain aura lu beda," jawabnya jujur. Keyrans terdiam lagi. Ia menoleh ke arah lelaki yang ada di hadapannya.
"Lu.... Lu bisa juga-"
"Yap," jawabnya singkat. Ia menatap mata Key lekat.
"Gua paham siapa aja yang sama kek gua. Sorot matanya juga beda. Lebih tajam," sambung Lee Know lagi. Keyrans hanya membulatkan bibirnya seraya berkata oh tanpa suara.
"Tapi gua dan lu beda, Key. Lu istimewa," ucapnya lagi. Keyrans mengernyit.
"Iya, beda. Kalo gua tau mereka, gua tau yang mereka ngomong, tapi gua coba komunikasi gua gabisa. Seolah ya mereka gak denger atau mungkin gak paham apa yang gua ngomong? Entahlah?" sambung Lee Know lagi sembari mengendikkan bahunya. Keyrans merenung.
"Lino! Key!" Lee Know dan Keyrans menoleh pada sumber suara. Ia adalah Dita Karang yang sedang menjadi mentor hunting Keyrans dan Lee Know.
"Udah selesai nih. Balik kuy?" ajak Dita. Keyrans dan Lee Know mengangguk.
"Eh, ada Keyrans," ucap lelaki yang menjadi kakak tingkatnya.
"Elu adeknya Chris kan?" tanya lelaki lain yang baru datang. Keyrans mengangguk.
"Hai, kak Bambam, kak Eunwoo," sapa Keyrans pada lelaki yang bernama Bambam -mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Cha Eunwoo -mahasiswa Administrasi Negara, yang menjabat sebagai Divisi Humas di fotografi.
"Heh, cecunguk! Lu berdua Jan ngerdusin si Key ya. Ntar gua aduin ke Christopher tau rasa lu, dijadiin samsak!" gertak Dita kesal. Keyrans terkekeh.
"Kagak elah, Dit. Lu juga pan tau dia temen Deket gua. Meskipun gua sama Eunwoo itu anak Ilkom sama AN, tapi kita sering mabal bareng Chris loh ya!" ucap Bambam kesal. Eunwoo hanya tersenyum.
"Gua denger, tugas laporan huntingnya lu belum kelar ye, Key?" tanya Eunwoo. Keyrans mengangguk.
"Ini nanti malem mau ngerjain. Gua pan berdua sama Lino. Ntar kita berdua nginep di sekre," jawab Keyrans. Bambam membulatkan matanya.
"Eh, eh... gaboleh, gaboleh. Sekretariat fotografi itu gaboleh diinepin sama cowok dan cewek berduaan!" ucapnya yang membuat Keyrans kecewa.
"Yah, terus gimana dong?" lirih Keyrans.
"Kak Dita mau gak ikut nginep?" tanya Keyrans berharap. Dita terlihat meringis.
"Eum... gimana ya?" Ia sebenarnya merasa takut. Selama ini dia tak pernah menginap di sekretariat fotografi karena sosok 'urband legend' sekre itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Indi-Go! • Han Jisung ✓
Horror[Book 1 dari Pentalogi Fanfiction Indi-Go!] Suka duka kehidupan Keyrans Bang, gadis yang mempunyai six sense sehingga menuntunnya pada sosok lelaki tampan yang hobi nongkrong sendirian di tangga lantai 3 samping sekre fotografi. [Cerita ini dilandas...