21. Help Peter

289 49 34
                                    

"MULAI SAAT INI, GUA BAKAL PASTIIN KALIAN GABAKAL TENANG DAN BAKAL NERROR LU SEMUA, KARENA LU SEMUA PANTES DAPETIN ITU! CAMKAN ITU!" Peter berteriak keras dan menggema di dalam ruangan sekre. Membuat semua orang yang ada di sana dengan spontan menutupi telinganya karena merasakan sakit yang teramat sangat. Ia juga menghilang dengan asap hitam pekat yang menyelimutinya sehingga membuat semua orang yang ada di sekretariat fotografi itu terbatuk karenanya. Saat Peter telah menghilang, suasana sekre jadi gaduh dan terdengar sangat ricuh. Mereka saling menyalahkan satu sama lain atas apa yang menimpa Keyrans.

👻 Indi-Go! 👻

"Key...." Keyrans menoleh ke arah asal suara. Terlihat sosok tampan Peter yang berbayang sinar perak, menghampirinya.

"Kenapa, Pet?" tanya Keyrans saat ia sedang menonton acara Running Man di TV kamar rawatnya. Di dalam kamarnya tak ada yang menjaganya karena Chris ada jadwal kuliah sedangan mommy daddynya sedang menghadiri gathering kantornya yang harus dihadiri. Chris sudah izin kuliah selama seminggu dan ia mau tak mau harus meninggalkan Keyrans sendirian di rumah sakit karena harus berangkat kuliah lagi seperti biasanya.

"Gua udah bikin perhitungan sama anak fotografi lu," ucap Peter. Sudah 6 hari yang lalu Peter mengamuk di sekre dan ia baru menceritakan semuanya pada temannya itu. Keyrans terbelalak.

"Lu... lu ngapain aja di sekre?" tanya Keyrans khawatir.

"Pokoknya gua udah ngamuk sengamuk-ngamuknya di sana. Bahkan gua bikin tampilan gua lebih serem dengan kepala gua yang sengaja gua putusin dan gua jatuhin. Gua ikut kesel saat liat lu sakit gegara mereka. Gua liat juga Abang lu, Christopher yang ngamuk di sekre sambil cekik si Chaeyoung dan semua orang di sana cuma diem. Gua liat semua, Key. Gua juga sama kek Abang lu, gua marah sama mereka. Lu udah sebaik ini loh ke mereka tapi kenapa mereka kek gitu ke elu?" jawab Peter dengan tatapan mata menggelap. Keyrans meremang merasakan energi Peter yang mulai terasa tak mengenakan dan lain tak seperti biasanya.

"Gua akhirnya ngancem mereka. Gua bilang ke mereka kalo gua bakal bikin hidup mereka gak tenang selamanya!" ucap Peter lagi. Keyrans menggeleng pelan.

"Udah Pet, udah. Lu gak usah repot-repot kek gitu demi gua," lirih Keyrans. Peter mendelik tajam.

"Gua aneh sama lu. Mereka udah jahat ke elu tapi lu malah mohon-mohon biar gua gak ngelakuin hal apapun ke mereka?!" bentak Peter. Keyrans menundukkan wajahnya. Matanya pun terlihat berkaca-kaca.

"Gua tau lu pengen bantuin gua...." Peter terdiam melihat gadis di hadapannya itu.

"Gua tau lu pengen bantu gua. Gua tau lu sayang sama gua dan gua tau lu kesel, lu marah ke mereka karena gua seolah dibikin sakit sama mereka. Gua tau, Pet...." Keyrans menatap mata Peter. Tatapan Peter mulai menghangat. Aura tak enak yang tadi keluar bahkan sudah tak terasa lagi oleh Keyrans.

"Tapi gua gak pengen lu sampe segitunya ke mereka. Udah ya... lu lupain aja semuanya. Kemarahan Abang gua udah cukup mewakili lu. Gua gak pengen nambah masalah sama mereka. Dan gua gak mau, kalo gua dicap sebagai orang yang udah nyuruh lu buat nerror mereka, Pet. Gua gak mau. Gua gak mau sampe ada masalah lagi antara gua sama mereka," sambung Keyrans lagi. Peter terdiam. Sedetik kemudian ia tersenyum tulus penuh arti. Ia mencoba membelai wajah temannya yang cantik itu. Wajah Keyrans yang pucat bahkan mirip dengan wajahnya sekarang.

"Gua bangga punya temen kek lu, Key. Gua seneng bisa ketemu lu. Lu itu salah satu manusia yang berhati malaikat. Lu bahkan bisa gitu aja lupain kesalahan mereka. Padahal mereka udah jahat ke lu sampe bikin lu sakit kek gini. Tapi lu malah coba ngelupain mereka semua. Gua bangga sama lu, Key," ucap Peter tulus. Keyrans tersenyum pada Peter. Ia memegangi tangan Peter yang ada di wajahnya.

Indi-Go! • Han Jisung ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang