"Pet? Hiks... gua kangen lu! Hiks... hiks... lu pasti udah bahagia kan di atas sana? Hiks... gua kangen ngobrol sama lu!" ucap Keyrans lirih saat duduk di anak tangga atas, tempat tongkrongan favoritnya bersama dengan Peter. Lee Know yang kebetulan ada di dalam sekretariat fotografi seorang diri dan mendengar isakan seseorang, langsung keluar dari ruangan sekretariat fotografi dan terbelalak saat ia melihat Keyrans sedang menangis sembari memeluk lututnya yang sedang terduduk di anak tangga atas.
"Astaga! Key? Lu kenapa?" tanya Lee Know kalut, ia langsung duduk di samping tubuh gadis itu. Keyrans menggeleng.
"Gua kangen Peter, Lin! Hiks...." Isakan Keyrans makin terdengar. Lee Know langsung memeluk tubuh temannya itu dan menenangkannya. Ia juga merasa kehilangan dan hampa semenjak Peter sudah terbebas dari alam duniawi dan pergi ke tempat yang lebih indah. Ia sudah tahu semuanya karena Chris sempat menceritakannya padanya.
Ia jadi teringat bagaimana kenangannya bersama dengan Peter saat Keyrans diserang Black Giant dan saat ia sakit. Wajar jika Keyrans lebih merasa kehilangan Peter karena Peter selalu ada untuk Keyrans dan peduli padanya meskipun hanyalah sesosok arwah penasaran.
"Tapi kan dia udah tenang, hm? Dia kan udah bebas dari urusan duniawinya dan udah bisa terbang dengan tenang ke langit yang lebih tinggi? Kasian dia kalo terus jadi hantu gentayangan di FISIP selama ini," ucap Lee Know pelan sembari menepuk lembut punggung Keyrans. Keyrans mengangguk.
"Ya udah, kita ke kantin kuy? Ntar gua traktir makan bareng sama Abang lu!" ajak Lee Know pada Keyrans yang sedang mengelap air matanya. Keyrans mengangguk. Mereka berdua segera turun dari lantai 3 menuju kantin.
Saat mereka sudah sampai kantin, terlihat sosok lelaki berbadan kekar melambaikan tangannya ke arah mereka. Ya, itu Christopher, kakak kandung Keyrans.
"Udah lama bang, di sini?" tanya Lee Know. Chris menggeleng sembari tersenyum.
"Gak kok. Gua baru aja sampe," jawabnya.
"Eh iya, katanya lu pen bayar utang ke gua?" tanya Chris. Lee Know meringis.
"Iyeeeee, lu masih inget ae dah. Ini gua ke sini pen bayarin lu sama Key makan," jawab Lee Know. Chris nyengir.
"Ya udah gua pen kimchi sama rice bowl bulgogi ya!" ucap Chris. Lee Know hanya mengacungkan jempol kanannya tanda mengerti.
"Key? Lu pen pesen ap- eh?" Chris tersentak saat melihat adiknya yang cantik mulai berkaca-kaca lagi. Ia langsung menoleh pada Lee Know dan menatap tajam lelaki itu.
"Lu gak ngapa-ngapain adek gua kan?" tanya Chris sembari mengepalkan tangan kanannya sebagai kode. Lee Know tersentak.
"Eh! Enak aja! Itu dia lagi kangen sama Peter. Lu tanya aja sendiri," jawab Lee Know santai. Chris menoleh pada Keyrans yang hampir menangis lagi.
"Apa bener, dek?" tanya Chris lembut. Keyrans menoleh dan langsung memeluk kakaknya dengan erat. Chris menoleh pada Lee Know penuh tanda tanya dan lelaki itu hanya mengendikkan bahunya sebagai jawaban.
"Gua kangen sama Peter, bang! Hiks... hiks...." Isakan Keyrans akhirnya terdengar. Beruntung kantin sedang sepi dan hanya ada mereka bertiga saja. Chris membelai surai rambut ikal pirang adiknya dengan lembut. Rambut miliknya juga aslinya pirang, namun karena ia sudah bosan maka dari itu ia mengecat rambutnya menjadi berwarna coklat tua.

KAMU SEDANG MEMBACA
Indi-Go! • Han Jisung ✓
Horror[Book 1 dari Pentalogi Fanfiction Indi-Go!] Suka duka kehidupan Keyrans Bang, gadis yang mempunyai six sense sehingga menuntunnya pada sosok lelaki tampan yang hobi nongkrong sendirian di tangga lantai 3 samping sekre fotografi. [Cerita ini dilandas...