Weekend.
Akhirnya bisa bangun siang. Kemarin adalah hari terindah bersama Marcell. Sejak bertemunya aku berasa dia tampan tapi aku baru menyadarinya sekarang. Kini aku mulai takut kehilanganya.
10.00 pagi
Aku sedang menonton televisi diruang keluarga. Tiba tiba ad yg menciumku dari belakang.
"Mama. Rapih banget mah mau kemana?"
"Ini nih mama sama papa mau pergi ke Australia. Tapi mama gak bilang sama kamu. Karena mama sama papa yakin kamu gak mau ikut kan? "
"Gak mau banget. Tapi bawa oleh oleh yah mam"
"Oleh oleh suka suka mama. Tapi mama yakin bikin kamu seneng"
"Oke mam"
"Yaudah mama gak seminggu kok paling hari rabu mama pulang. Btw uang semua udah ada di bibi." kata mama sambil mencium keningku.
"Bye Mam.... Love you" teriaku dari dalam rumah.
Ya! Mama berkali kali mengajaku ke Australia. Tapi aku sama sekali tidak ingin ikut karena mereka pasti bertemu Akbar. Aku bertahan di Indonesia hanya untuk menagih janjinya apa dia masih mengingat janjinya untuk bertemu denganku.
Party girl dont get hurt can feel anything
When will i learn
I push it down
I push it down
Sia-Chandelier
Nada dering teleponku berbunyi.
"Apaan lo nelfon gue?" tanyaku
"Eh lo ada acara gak?"
"Gak ada. Kenapa?"
"Lo udah sarapan belom?"
"Belom nih. Nyokap bokap gue pada pergii."
"Jalan yo. Gue juga belom sarapan."
"Mau . tapi lo yg traktir yah" kataku bersemangat
"Iya. Setengah jam lagi gue kesana"
"Okee"
"Bye tan tan jelek"
10.30 pagi
Sekarang aku sudah siap dengan baju putih tanpa lengan, rok hitam diatas lutut. Dan topi berwarna hitam. Tanpa make up.
Aku turun kebawah dan meminta izin kepada bibi.
"Bibi!! Tania pergi dulu yah. Dadada"
Aku pun berpamitan dengan bibi. Dan segera keluar rumah marcell sudah berdiri didepan mobil sportnya, dia memakai baju lengan panjang, celana jeans panjang. Aku memakai gelang hitam sama yg kita beli kemarin di Mall.
"Hayy."
"Cantik banget lo hari ini tan tan"
"Makasih. Lo juga ganteng tauu"
"Yaudah cepetan masuk. Gue laperr"
11.00 pagi.
Aku sudah sampai di restoran sushi. Bahkan sudah memesan beberapa sushi.
"Cell fotoin gue dongg"
Jepret!!!
"Cakepan garpu sama sendoknya daripada lo" katanya
"Jahatt" kataku
"Gue lagi dong sama sushi ni." katanya
Jepret!!!
"Kerenn cell"
"Makasih"
"Sushinya yg keren, lonya mah enggak" kataku
" yaudah makan yo"
Aku pun segera melahap makananku. Tak terasa pertku sudah kenyang. Namun aku masih ingin bersantai dulu di restoran sushi ini.
Kringg!!!! Nada dering telfon.
"Halo mah kenapa?" tanyaku
"Mama udah di airport nih. Mau berangkat. Kamu udah sarapan kan?" tanya mama
"Ini lagi sarapan sama Marcell"
"Ciee. Yaudah jaga diri yah nak. Mama gak lama kok. Bye love you" kata mama
"Siapa tan?" tanya marcell sambil menghisap minumanya
"Nyokap gue. Cuma mau ngasih tau aja kalau dia udah mau terbang" kataku sambil memainkan I-Phoneku
"Mau kemana emangnya?"
"Mau ke australia. Ada acara sekaligus jenguk akbar"
"Lo gak ikut?"
"Males."
"Ohh. Tan habis ini kita kemana?"
"Mana gue tau"
"Oh ya gue mau ngajakin lo kesuatu tempat."
"Entar aja yah. Gue masih pengen disini. Wi-finya kenceng kalau disini." kataku
"Yaudah"
#baca terus yah. Dan jangan lupa vomment
KAMU SEDANG MEMBACA
almost
Teen FictionCinta tumbuh disaat cinta akan kehilangan cinta. Tak akan ada yg bisa mengelak akan hal itu, kebersamaan selama dua minggu itu bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan. Terima kasih pernah membahagiakan, terima kasih karena pernah ada walau tidak men...
