Bab XV

778 76 21
                                        

"Dih! Barusan aja bilangnya 'mini mingkin bikin bididiri ningis ninti Tihin mirih' tapi adek gue dianggurin gitu. Dasar cowok ga peka!" Chika menggerutu kesal saat memperhatikan Zee dan Marsha dari tempatnya sekarang. Ia sengaja menghentikan langkahnya sejenak untuk melihat gerak-gerik kedua orang yang dia tinggalkan barusan.

"Eh tapi bagus donk! Berarti Zee ga akan berani macem-macem sama Marsha. Mungkin dia tipe cowok yang ga sembarangan nyentuh cewek yang belom jadi punya dia." Chika bermonolog sambil mulai melangkahkan kakinya menuju ke restoran tempat temannya mengadakan birthday party.

Sedangkan Zee yang sebenarnya sedari tadi menahan gugup pun mulai berinisiatif membuka pembicaraan. Entah kenapa sejak kejadian di taman kemarin dirinya menjadi sedikit canggung bila berdekatan dengan Marsha. Bahkan untuk meraih tangan Marsha pun ia ragu.

"Sha!" Panggil Zee.

"Iya Kak?" Sahut Marsha.

"Aku mulai dari cerita pas ribut sama Aldo aja ya?"

"Boleh. Terserah Kak Zee aja gimana nyamannya!" Jawaban Marsha terdengar begitu lembut di telinga Zee dan berhasil membuatnya mendapatkan sedikit ketenangan.

"Kemarin waktu kamu ninggalin aku di taman,ga lama setelahnya Aldo datang dengan tatapan yang belum pernah aku liat sebelumnya dari seorang Aldo. Dia keliatan marah banget bikin aku ga berani buat balas tatapannya." Ucapan Zee terhenti saat Marsha menoleh ke arahnya. Setelah menelan ludah dengan susah payah,Zee akhirnya kembali bercerita.

"Aldo ngajak aku ke rooftop. Dan disanalah keributannya terjadi."

Flashback On

Zee yang baru saja menginjakkan kakinya di rooftop tiba-tiba harus mendapatkan pukulan yang cukup keras di wajahnya hingga sudut bibirnya berdarah.

Bugh!

"Awws! Do! Kita bisa ngomongin ini baik-baik Do!" Zee meringis menahan nyeri akibat pukulan Aldo.

"Please,lo jangan ngomong dulu sebelum gue selesai Zee! Atau ga gue bakalan lebih emosi dari ini!" Tubuh Aldo bergetar,dadanya terlihat naik turun menahan emosi.

"Tapi Do-...!"

"Zee! Tolong! Biarin gue selesaiin dulu! Nanti lo boleh gantian nonjok gue setelah gue selesai."

" O-oke!" Tukas Zee ragu.

"Itu pukulan pertama karena lo yang notabene sahabat gue dengan seenak jidat ngungkapin perasaan lo ke Marsha yang lo tau dia itu deket sama gue. Dan gue rasa lo juga tau kalo gue sayang banget sama Marsha. Seenggaknya lo tanya dulu pendapat gue."

Bugh!

Aldo kembali melayangkan pukulannya kali ini tepat di pipi kiri Zee.

"Pukulan kedua ini hadiah karena lo ga peka. Lo sadar ga,karena ucapan lo tadi di taman ada dua hati yang langsung dilanda dilema Zee! Dan lebih fatalnya lagi mereka berteman baik. Gimana kalo pertemanan mereka hancur cuma gara-gara cowok yang ga peka kayak lo!"

"Gue ga ngerti maksud lo Do!" Zee menjawab sambil memegangi pipinya yang terasa sakit.

"Emang payah! Gue ga nyangka ternyata lo ga sepintar yang orang-orang kira. Lo sendiri pernah bilang kalo gue ga peka sama perasaan Ashel. Tapi ternyata lo ga jauh lebih baik dari gue." Aldo semakin tidak bisa menahan emosinya. Namun ia sadar orang yang di hadapannya saat ini adalah sahabatnya sendiri.

"Kasih paham gue Do! Gue beneran ga ngerti."

"Gue tau lo selama ini suka sama Marsha. Tapi apa lo tau kalo Christy suka sama lo? Dan apa lo juga sadar kalo sebenarnya Marsha punya rasa yang sama ama lo?" Aldo mengguncang bahu Zee kasar.

Aku,Kau dan SenjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang