"Dengar-dengar lo sekarang pindah rumah?" Tanya Sana saat mereka bersantai di ruangan Joohyun.
"Iya, sama calon istri gue."
Sana tertawa, "Yakin lo? Bae Joohyun mau nikah? Karena perjodohan pula?"
"Anggap aja gue lagi berbisnis."
"Gila lo. Mana sih orangnya? Ada Instagramnya gak?"
"Mana gue tau? Cari sendiri aja."
"Namanya siapa?"
"Son Seungwan."
Joohyun melihat Sana yang langsung mengetik di handphonenya.
"Ini ya?" Tanya Sana sambil memperlihatkan handphonenya pada Joohyun.
Pertama kalinya juga bagi Joohyun melihat instagram Seungwan. Laman Instagram Seungwan penuh dengan foto-foto kue dan masakan. Foto Seungwan sendiri bahkan bisa dihitung dengan jari.
Post foto Seungwan dengan styling sangat sederhananya menyadarkan Joohyun kalau calon istrinya itu benar-benar bukan tipenya. Tipe Joohyun selalu orang-orang yang senang berdandan. Tidak heran Joohyun juga memiliki banyak mantan dari kalangan selebritis.
"Cantik juga calon lo." Kata Sana menyadarkan Joohyun dari lamunannya. "Lo jangan seenaknya sama calon lo. Dia pasti anak baik-baik banget. Gak kayak lo."
Joohyun hanya memutar kedua bola matanya dengan malas dan lanjut memainkan game di handphonenya.
💙
Hari ini Joohyun pulang ke rumah sesuai jam kerja selesai kantor. Perutnya sangat nyeri karena PMS. Moodnya juga sedang tidak bagus. Dia memutuskan untuk langsung pulang saja untuk istirahat.
Pulang ke rumah dengan bau masakan yang memenuhi ruangan merupakan sesuatu yang baru bagi Joohyun. Biasanya dia meminta pelayannya saja mengantar makanannya ke kamar.
"Kamu gakpapa?" Tanya Seungwan menatapnya dengan kerutan kening yang sangat jelas. "Kamu pucat banget."
"Perut gue lagi nyeri mau datang bulan." Kata Joohyun sambil berjalan menuju kamarnya. Damn, dia cuma mau merebahkan dirinya di atas kasur secepatnya.
Selang beberapa menit setelah mengganti pakaiannya dan sudah berada di kasur, Joohyun mendengar ketukan pintu dan suara pintunya dibuka.
"Joohyun? Aku boleh masuk?"
Joohyun hanya bergumam. Dia tidak ada niatan untuk berbicara banyak. Perutnya sangat nyeri sekarang. Obat yang diminumnya belum memberikan efek yang signifikan.
Joohyun melihat Seungwan yang berjalan ke arahnya dengan ragu-ragu. Seungwan membawa nampan yang dia letakkan di nakas tempat tidurnya.
"Kalau aku lagi nyeri PMS biasanya aku kompres hangat perut aku. Mungkin cara aku bisa kamu coba." Kata Seungwan terlihat ragu-ragu. Seungwan cuma berdiri di samping Joohyun dan beberapa kali melihat ke arah Joohyun dan juga kompres hangat yang sudah dia siapkan. "Mau aku pakein?"
Joohyun hanya mengangguk pasrah. Dia cuma ingin nyeri di perutnya cepat reda.
"Izin ya, aku naikin baju kamu. Biar lebih enak langsung kena perut." Seungwan lalu mengangkat baju Joohyun dan menaruh kompres hangat di bagian perut Joohyun yang terasa nyeri. "Udah minum obat?"
Joohyun mengangguk.
"Good. Kamu belum makan malam kan? Aku tadi masak Samgyetang. Biar enak perut kamu makan makanan yang hangat." Seungwan memperhatikannya lalu melihat makanan yang dia bawa dengan ragu, "Mau aku suapin?"
"Gak usah. Ntar gue makan sendiri."
"Oke kalau gitu. Mangkoknya tahan panas kok jadi makan nanti juga gak bakal dingin. Kalau butuh apa-apa boleh telepon aku, ntar aku kesini. Aku balik ke kamar dulu." Kata Seungwan lalu meninggalkan Joohyun di kamar.
💖
Joohyun terbangun ketika merasakan sinar matahari mulai memasuki kamarnya. Joohyun langsung menuju ke kamar mandi. Sial, dia terlambat hari ini.
"Kaos kaki gue mana ya?!" Seru Joohyun dengan heboh. Pelayan rumah mereka hanya datang untuk membersihkan rumah ketika mereka bekerja. Pagi ini cuma ada Seungwan dan sopir mereka masing-masing di depan rumah.
"Ada di dalam laci rak sepatu." Kata Seungwan.
Joohyun sedikit berlari menuju rak sepatu sambil memegang tas dan dasinya. Dirinya sempat melihat Seungwan lagi bersantai di ruang tengah.
Joohyun memakai kaos kaki dan sepatunya dengan cepat lalu berjalan cepat menuju Seungwan. "Pakein gue dasi dong."
Seungwan sempat menatapnya dengan bingung tapi dia akhirnya berdiri untuk memakaikan Joohyun dasi.
"Gue gak bisa masang dasi."
Seungwan hanya mengangguk. "Udah enakan perutnya? Kamu gak sarapan dulu?"
"Udah mendingan. Di kantor aja. Gue udah telat."
Joohyun langsung sedikit berlari menuju mobilnya dan meninggalkan Seungwan.
Tanpa dia sadari kegiatan pagi hari ini menjadi rutinitasnya untuk beberapa saat.
💙
