Joohyun terbangun ketika merasakan sinar matahari mulai memasuki ruangan kamarnya. Matanya mulai terbuka dan memperhatikan sekitar. Ini bukan kamar apartment Joohyun.
Joohyun lalu merasakan seseorang bergerak di sampingnya. Hal itu membuat Joohyun langsung berdiri dan mengambil bajunya yang berserakan di lantai dan memakainya. Joohyun kemudian memperhatikan lagi pria yang masih tertidur di tempat tidur kamar hotel sebelum dirinya meninggalkan ruangan kamar itu. Bahkan Joohyun lupa nama pria itu siapa. Dia sangat banyak minum tadi malam.
💙
Joohyun kembali memijit pelipisnya sambil membaca laporan akhir bulan dari tim keuangan. Kepalanya masih sakit karena semalam. Biasanya dia mengunjungi club malam di waktu weekend tapi ajakan teman-teman selebritisnya membuatnya tetap mengikuti mereka.
"Berantakan banget lo." Kata Sana tiba-tiba yang entah sejak kapan sudah ada di ruangannya. Bae Sana. Sepupu Joohyun yang bekerja dengannya.
"Pasti lo tadi malam habis party ya? Acaranya siapa sih?"
"Jennie."
"Duh, dia kan gila kalau buat party! Kenapa juga lo mau party weekday gini sih?!"
"Lagi pengen minum gue. Mending lo bantuin gue sini cek nih laporan!" Seru Joohyun sambil memberikan Sana laporan di tangannya.
Sana menahan tangan Joohyun dan memperhatikan lehernya. "Lo kalau mau ke kantor perhatiin leher juga dong! Tuh merah-merah jelas banget anjir. Main sama siapa lagi lo kali ini?!"
Joohyun dengan cepat menepis tangan Sana lalu mengambil kaca untuk melihat lehernya. Joohyun pun langsung sibuk membongkar tasnya mencari concealer yang bisa dipakai.
"Lo gak mau nyari pacar beneran gitu?" Tanya Sana sambil membaca laporan di tangannya. "Duh tapi siapa ya yang bakal jadi pawang lo yang sangat liar ini? Gue ngebayanginnya aja gak sanggup."
Joohyun cuma memutar kedua bola matanya dengan malas. "Fokus tuh periksa laporannya. Gue mau mesen makan dulu."
💖
"Kosongin jadwal kamu weekend ini. Ikut makan malam sama Papi." Kata Papi setelah mereka rapat.
"Acara keluarga? Kenapa bukan kak Suji aja?"
"Kak Suji udah berkeluarga, yang bisa Papi ajak terus ya cuma kamu."
Joohyun memicingkan matanya lalu mengikuti Papi keluar ruangan.
"Gak lama kan, Pi?"
"Tergantung ntar kamunya gimana."
"Maksudnya?"
"Kamu bakal tau pas weekend. Papi mau lanjut rapat dulu dengan BOD." Kata Papi meninggalkan Joohyun di lorong kantornya.
💙
