Cek ombak dulu, lama banget aku gak main kesini...
Haiii, selamat datang di perusahaan milik Azka satu lagi. Ini Miazka Entertainment. Memang ini gak ada hubungannya sama Miazka Organizer, lokasinya aja agak jauh. Eh tapi nggak juga ding, seringnya, para penyanyi dan musisi yang belajar dan di-training disini juga akan turun ke panggung-panggung wedding, cafe-cafe, dan lain-lain. Dan biasanya, Miazka Organizer juga memberikan penawaran bentuk hiburan di acara resepsinya para client, dan yang diterjunkan ya mereka-mereka yang bersemayam disini.
Dan kebetulan, hari ini si ganteng pemilik entertainment ini akan meninjau ke lokasi, sekalian menerima beberapa anak baru yang mau serius belajar dan berkarya di tempat ini.
***
"Weh, pagi pak!" sapa Kartika, karyawannya di bagian reception.
"Pak-puk, kapan aku nikah ro ibumu Tik? Panggil mas wae po-o, aku belum tua lho!" protes Azka.
"Yeee, gimana pak, udah kebiasaan e," jawab Kartika.
"Yowes sak bahagiamu. Ndi kuncinya ruangan?" tanya Azka.
"Niki pak, silakan," kata gadis itu sopan seraya menyerahkan kunci private-room milik Azka.
"Makasih, yowes aku ke atas yo," pamit Azka. Kartika cuma mengangguk. Ia kembali fokus dengan layar komputernya.
***
Sama seperti di kantor yang satunya, disini dia juga punya private room, malah disini lebih besar dan tersedia piano elektrik segala, lumayan buat jadi temannya saat dia sedang gabut.
"Yaaah, Mas Azka, tak kira siapa, ngagetin tau!" seru salah satu karyawannya yang sedang memegang alat pel.
"La kenapa kamu yang ngepel Arga?" tanya Azka heran.
"Iseng mas, kan belum jadwalnya ngelatih, aku kalau gabut senengannya bersih-bersih kok..."
"Kengangguren nek iki... Gimana selama aku gak nengok ke sini? Anak-anak makin semangat latihannya?" tanya Azka serius.
"Alhamdulillah mas, lancar jaya kayak jalan tol yang gak ada kendaraannya. Malah ada beberapa anak yang mau masuk lagi, kayaknya mereka band baru dan pengen cari peluang disini, nanti siang dateng paling." jelas Arga.
"Alhamdulillah kalau gitu, nanti tak ngintip ya..."
"Ngintipo mas ra popo, cowok semua kok itu, siapa tau udah gak doyan cewek," seloroh Arga.
"Asem arek iki. Yowes, lanjut dulu ngepelnya aku mau ke ruangan..." kata Azka. Arga cuma mengangguk.
***
Sementara itu, di Miazka Organizer...
"Jadi mau paket pernikahannya yang gimana ya mbak?" tanya Amira.
"Pokoknya mau yang terbaik dari sini aja."
"Oke noted. Sama hiburannya sekalian kah?"
"Oh, disini nyediain layanan live music juga?" tanya wanita itu antusias.
"Ada mbak, kita punya semacam sanggar dan tempat latihan juga, anak-anaknya banyak, tapi kantornya gak disini, agak jauh..." jelas Amira.
"Oh gituuu, oke-oke, nanti aku ngomong sama calon suamiku dulu ya. Untuk sementara ini dulu paling, dua hari lagi aku dateng sama calon suamiku ke sini buat ngasih update," kata wanita itu seraya berdiri dari tempatnya.
"Iya mbak, semoga lancar sampe akhir yaa," kata Amira tulus.
"Eh, makasih, aku belum pernah ketemu WO seramah kamu, beberapa kali lihat-lihat WO lain tapi hasilnya kurang memuaskan gitu, pelayanannya yaaaa, gitu deh. Terus rekomendasi dari teman nyaranin kesini, dan bener ternyata ramah bangeeeet, pasti akan aku rekomendasiin juga ke temen-temenku," katanya senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
WEDDING DREAM
Roman d'amourApakah seseorang yang terbiasa merancangkan pernikahan untuk orang lain harus sudah menikah lebih dulu? Nyatanya tidak, tuh. Azka Dirgantara, 24 tahun. Terjun dan menggeluti dunia seni adalah cita-citanya sejak kecil. Meski keluarganya bolak-balik...
