BAB 19, JADI ANDALAN KELUARGA

2 0 0
                                        

            Ini bukan tagline sebuah iklan obat herbal atau lainnya ya, tapi beneran deh. Sebagai sebuah wedding organizer yang belum terlalu lama berdiri, Miazka Organizer udah melayani dan mengurus banyak banget client. Udah gitu model client yang ditangani macem-macem, rupa-rupa warnanya gitu deh, hehehe. Dan umumnya setiap client itu punya kisahnya sendiri, sampe di akhir jam kerja kadang-kadang baik Azka, Amira, maupun yang lainnya itu ya kayak speechless sendiri ; kok bisa sih kejadiannya kayak gini?

Cuma untuk kasus yang kali ini beda, soalnya mereka udah hampir delapan kali jadi WO untuk keluarga Wijaya Kusuma, salah satu crazy rich yang tinggal di Yogyakarta, yang membuat mereka otomatis harus pergi ke sana. Tapi tenang, mereka gak harus naik mobil dan bermacet-macetan di tol kok, karena mereka semua (all crew Miazka Organizer) sudah dibelikan tiket penerbangan business class sama pihak sananya. Tapi heran gak sih, kenapa mereka gak berusaha buat pake WO yang ada di Jogja sana, ngapain harus bawa-bawa gerombolan Azka and friends kayak gini? Jadi sebenernya ceritanya tuh begini. Semua berawal dari seorang perempuan bernama Yola.

***
Flashback

Hari senin yang sibuk, siang hari. Panasnya matahari di ibukota kali ini nampaknya lebih panas daripada gosip tetangga sekitar. Amira baru saja turun dari motornya, memarkirkannya di tempat parkir yang telah disediakan. Siang ini ia sedang dimintai tolong oleh Azka untuk membeli beberapa porsi nasi padang untuk agenda makan siang bersama kali ini. Saat ia hendak memasuki halaman kantor, ia dikejutkan dengan sepasang kekasih yang sedang kebingungan. Si wanita menangis dipeluk oleh sang lelaki yang wajahnya keruh, sepertinya mereka sedang dalam masalah besar.

"Permisi, apa ada sesuatu yang terjadi disini?" tanya Amira pelan. Si lelaki mengalihkan pandangannya kepada Amira yang tampak anggun dengan seragam yang ia kenakan hari ini.

"Permisi mbak, apa benar ini dengan kantor Miazka Organizer?"

"Iya benar, ada yang bisa saya bantu? Sebaiknya kita masuk ke dalam dulu ya, nanti saya buatkan minum untuk mbaknya, sepertinya dia sedang terguncang..."

"Terima kasih mbak, lebih tepatnya kami berdua sama-sama terguncang, kami habis ditipu WO ilegal mbak, padahal dua bulan lagi kami menikah..."

"Astaghfirullah, ya udah, ayo kita masuk ke dalam, mari mas..." ajak Amira. Si lelaki mengangguk, ia menggenggam tangan si wanita yang masih menangis.

"Ami, bawa siapa?" tanya Azka saat mereka bertiga sama-sama sudah sampai di bagian dalam kantor.

Suruh duduk dulu, aku mau ke pantri buat bikin minum ya mas, mereka berdua habis dikerjain WO ilegal, padahal mereka berdua harusnya nikah dua bulan lagi..."

"Astaghfirullah iya ta? Kok tega sih?" Azka kaget.

"La makanya itu, kita bantu aja kali ya mas?" Amira meminta persetujuan.

"Ya iyalah, orang kesusahan kok gak dibantu, ya udah buatin minum dulu sana..." titah Azka. Amira mengangguk, lalu langsung pergi dari ruangan dan membuatkan minum untuk tamu mereka siang ini. Lebih tepatnya sih tamu yang tidak terduga.

***
Singkat cerita, Yola (nama perempuan itu) dan Adam (kekasihnya) bisa menikah dua bulan kemudian, berkat bantuannya Miazka Organizer. Selama proses persiapan pernikahan, merekanya juga nggak repot, nggak punya banyak permintaan khusus, mereka cuma nerusin rencana yang kemarin sudah terlanjur mereka berikan kepada WO ilegal itu. Yola dan Adam adalah sepasang dokter spesialis yang baru saja mendapatkan lisensi prakteknya di Jakarta. Sebenernya mereka disuruhnya melangsungkan pernikahan di Jogja sama keluarganya, mereka niatnya juga membantu secara penuh dari mempersiapkan WO, catering, gedung dan segala perintilannya. Nah ndelalah alias tiba-tiba lisensi praktek mereka keluar, dan mereka harus praktek di rumah sakit di daerah Jakarta, otomatis susah kan kalau mau ambil cuti, karena kan mereka masih baru. Maka jadilah mereka memilih untuk menikah di sini saja, mereka yang mempersiapkan semuanya sendiri. Dan itulah yang terjadi, ada WO yang tidak bertanggungjawab dan membawa kabur hampir separuh tabungan mereka. Hingga akhirnya dalam keputusasaannya, Adam menemukan kantor sebuah WO lain, ya itulah kantor Miazka Organizer. Dan akhirnya, pernikahan mereka yang hampir ggagal itu ternyata tetap bisa terlaksana.

***
"Awww, ini keren, La, sumpah, ini keren, unexpected wedding gak sih jatohnya, udah hampir gagal karena ketipu, eh ujung-ujungnya malah jadi keren banget. Semuanya bener-bener keren parah sih, MUA-nya, cateringnya, semuanya the best... Gue jadi pengen kalau nikah nanti pake WO ini juga," komentar Fita, sepupunya Yola yang juga turut hadir dalam hari bahagia itu.

"Ya monggo, mereka itu orang-orang baik lho, kooperatif dan bisa mengerti maunya kita..."

"Mana kontaknya? Gue beneran suka sama WO ini, sayangnya Mas Rino masih di luar kota sih, gue pengen cerita ya belom sempet..."

"Itu kartu nama segitu banyaknya di meja kok gak diambil sih?" Yola ketawa.

"La iya yak, hadeh gue terlalu tersepona eh, terpesona sama acara lo nih nyet, jadi lupa kan!" Fita bersungut-sungut. Yola ngakak, lalu meneruskan aksi bersalam-salamannya dengan para tamu yang lain.

***
Yola adalah orang pertama yang membawa nama Miazka Organizer sampai ke telinga seluruh keluarga Wijaya Kusuma. Setelah Yola, ada Fita dengan suami arsiteknya, terus Andaru si dosen yang nikah sama anak bimbingan skripsinya, terus berturut-turut lagi Bianka, Agnes, Intan, Talita dan yang terakhir rupanya adalah adik bungsunya Yola, Ashraf, seorang musisi yang dapat mempersunting seorang bintang film yang lagi naik daun saat ini. Jelas, ini acara bukan sembarang acara, persiapannya harus betulan matang, karena kalau tidak, nama Miazka Organizer-lah yang dipertaruhkan.

"Gimana mbak, mas, betah di Jogja?" tanya Yola kepada Azka dan Amira yang lagi serius mantengin persiapan venue untuk resepsi.

"Eh, Mbak Yola, bikin kaget aja. Alhamdulillah betah banget, ini sih judulnya kerja sambil liburan sih, iya nggak Mas Azka?" tanya Amira.

"Iya banget, lagian venue-nya di Parangtritis sih, kan jadi healing tipis-tipis juga..." timpalnya.

"Haha ya mbuh kok, permintaannya Ashraf ini tuh. BTW udah pada makan siang belom? Ke dalam yuk, makan dulu, ditunggu tuh sama mama dan papa saya..."

"Lho-lho, gak bahaya ta?" tanya Azka refleks.

"Maksudnya?" Yola heran.

"Masak saya maemnya semeja sama keluarganya Mbak Yola..." Azka memperjelas maksudnya.

"Ih nggak papa lagi, tegang amat kek mau sidang pengadilan, gek ayo." ajak Yola riang. Amira dan Azka tersenyum, menyambut ajakan Yola. Lagian emang sebagai sebuah keluarga crazy rich, mereka sendiri ya juga nyantai, nggak yang gimana-gimana gitu, justru mungkin inilah the real crazy rich ya. Dan sebagai seorang dokter, Yola juga nggak serta-merta langsung memperoleh jabatan tinggi mentang-mentang dia anak pemilik PT. Jogja-Solo Sejahtera yang dipimpin oleh sang ayah, ia tetap merintis dari awal, dan bersama Adam sang suami, ia memilih untuk bekerja di rumah sakit suasta yang kecil dulu, membantu kekurangan tenaga kesehatan disana. Jujur, senang sekali Azka dan timnya bisa membantu dan menjadi saksi atas kebahagiaan keluarga Wijaya Kusuma, emang bener-bener rejeki nggak terduga kan punya client yang semenyenangkan ini.

***
"Mbak Ami, Mas Azka, terima kasih banyak karena telah sekali lagi mensukseskan pernikahan anak-anak keluarga ini, kalian tuh ya emang bener-bener WO terkeren deh." puji Bu Hanna, sang nyonya besar dari keluarga Wijaya Kusuma.

"Alhamdulillah bu, terima kasih banyak ya sudah mempercayakan semua pernikahan di keluarga ini kepada WO kami." kata Azka sopan seraya menerima uluran jabat tangan Bu Hanna.

"Memang kalian ini bener-bener andalan keluarga, selalu sukses setiap pernikahan anggota keluarga ini kalau dieksekusi sama kalian." kata Pak Harvey, suaminya Bu Hanna.

"Bener, nanti, aku juga kalau nikah maunya diatur sama Miazka kok..."

"Kamu masih SMA ya Tristan, jangan aneh-aneh, tak bilangin mama-papamu ntar." ancam Bu Hanna.

"Eh, ya jangan tho bude, biar mama sama papa tenang di luar negeri, siapa tau bisa bikinin aku adek, mayan kan pulang-pulang dapet adek made in luar negeri..."

"Heh, bocah kok ngawur thok ket mau, wes kono ewangono resik-resik lho." omel Bu Hanna. Semua tertawa. Emang segayeng ini keluarga crazy rich kita ya, kapan-kapan kita ulik juga kisah hidup mereka deh. BTW, sekali lagi, semoga kalian bisa jadi andalan banyak keluarga di Indonesia *halah.

(TBC).

WEDDING DREAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang