Ema Datshi

2K 299 44
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Don't forget to VoMentHappy Reading!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keadaan menjadi kacau dimana-mana. Entah itu di Kalingga maupun di gedung Studio One TV yang masih ramai oleh para reporter. Hari ini, hampir seluruh stasiun TV memberitakan mengenai foto-foto yang mendadak beredar dan viral di social media. Sementara Liam yang tidak tahu menahu dengan santai datang ke tempatnya biasa bekerja selama hampir 2 bulan, dan mendapati keadaan sudah kacau.

Pria yang hanya menggunakan ponselnya hanya untuk alat komunikasi itu sama sekali tidak mengetahui apapun. Dan yang paling parah, tidak ada satupun crew TV yang melarangnya datang ke studio karena keadaan yang jelas-jelas ricuh begitu. Bahkan untuk memberitahukan kalau syuting harus ditunda pun tidak.

Alhasil ia hanya bisa berdecak sebal akibat harus terjebak di ruang tunggu hanya berdua dengan Sarah. Tanpa mendapat penjelasan apapun.

"Apa nggak ada yang bilang juga ke kamu kalau syuting hari ini batal?" Sarah menggeleng dengan raut wajah yang terlihat sendu.

"Aku juga baru tahu tadi."

"Ck, unprofessional." Liam beranjak bangkit dari duduknya. Ia tidak berniat datang hanya untuk duduk-duduk tanpa urusan yang jelas. Waktu akan lebih berguna jika digunakan untuk mencari tempat sepi agar bisa menelepon Chery. Ah, ia juga ingin mencari tahu alasan kenapa William tidak datang dan tidak ikut terjebak bersama mereka.

"Mau kemana?" tanya Sarah panik ketika melihat Liam bangkit. Wajahnya terlihat khawatir saat melihat berjalan menuju pintu keluar. "Di depan masih banyak wartawan."

"Sebenarnya ada apa sih? Foto apa yang dimaksud reporter di luar tadi?" tanya Liam yang emosinya sudah di ubun-ubun. Sementara Sarah hanya menggeleng lemah. Membuat Liam semakin kesal karena gagal mendapat jawaban.

Belum sempat meneruskan langkahnya untuk kembali berjalan keluar, pintu sudah dibuka. Di sana, ada Kamila dan beberapa pria dengan tampilan rapi berjas yang menatap Liam lurus-lurus.

"Oh sudah di sini ternyata. Bisa minta waktunya sebentar? Ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan." Liam akhirnya gagal untuk kabur. Ia memutuskan untuk bersikap kooperatif dan mengikuti langkah dari orang-orang itu untuk kembali duduk di tempatnya semula. Bersama dengan Sarah yang masih setia menundukkan kepalanya.

 Bersama dengan Sarah yang masih setia menundukkan kepalanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang