Goulash

2.5K 356 93
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Don't forget to VoMentHappy Reading!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana perlahan memanas. Bunga yang sejak awal hanya menyimak, mulai membuat visualisasi berlebihan atas apa yang sedang dijelaskan lawan bicaranya. Pikirannya melayang, dengan bayang-bayang yang menjadi terlalu realistis dan membuatnya kewalahan.

"Hmmm, waktu pertama kali nempel di bibir sih kaget. Rasanya dingin tapi lembut banget. Pokoknya nggak ada tekstur lain selain lembut. Mirip tekstur permen Yupi Bolicious, kenyel-kenyel manis." semakin dijelaskan, mata Bunga semakin lebar terbuka.

"Rasa bagian dalemnya lebih enak daripada bagian luar. Kalau bagian luarnya enak buat diemut-emut, bagian dalemnya enak buat disruput. Rasanya lebih manis, bikin ketagihan pokoknya. Sensasinya serasa lagi ada perang di mulut kalau udah kena lidah." Mata Bunga melotot. Bibirnya berkali-kali mengatup hanya untuk menelan liur yang hampir menetes.

"Juicy banget, nggak bikin seret deh pokoknya. Kalau udah sekali coba, rasanya mau lagi mau lagi."

"Terus terus?"

"Ah nggak bisa dijelasin lagi deh, Bung. Mending cobain sendiri." Bunga melotot kaget.

"Emang boleh?"

"Ya bolehlah. Masa nggak boleh. Tuh, masih banyak di kulkas. Ambil sekalian yang banyak biar semua bisa nyobain." dengan semangat 45, Bunga langsung turun dari kursinya dan berlari ke dalam untuk mengambil mochi viral yang dibawa Yoshua. Sementara peserta lain yang ikut berkumpul di gazebo belakang Kalingga, sudah geleng-geleng melihat kelakuan mereka.

"Ck ck ck Yos, apa juga kau cerita seperti itu. Salah-salah orang dengar, bisa dikira kamu sedang ngomongin cerita porno." kata tante Henny yang terus menyuap yogurt yang hari ini menjadi menu cemilannya. Wanita yang sudah menginjak usia hampir 40 itu membuat banyak orang kagum. Walaupun habis makan siang dan sekarang makan yogurt sebagai cemilan, perut tante Henny sama sekali tidak membuncit.

"Loh emang iya? Padahal aku biasa aja deh jelasinnya."

"Iye lah. Kau jelasin rasa mochi macam lagi jelasin adegan vulgar. Merinding aku dari tadi dengernya. Bikin Tante inget suami di rumah." Bobby terkekeh.

"Tante Henny, ada anak kecil loh ini." mereka tertawa karena Yoshua mendapat tepukan kasar di punggung tangannya saat berniat untuk menutup telinga Paramitha. Lalu dari ambang pintu, Bunga terlihat kembali dengan senyum sumringah dan sebuah kota di tangannya.

"Siapa yang mau mochi?!"

"Mau!" sahut beberapa peserta tak kalah keras. Sementara itu Chery menggelengkan kepala melihat kelakuan Bunga.

Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang