Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suasana saat ini rasanya jadi panas. Bunga yang sejak awal hanya menyimak, mulai membayangkan hal yang sedang dijelaskan terlalu dalam. Hingga pikirannya melayang, dengan bayang-bayang yang menjadi terlalu realistis.
"Hmmm waktu pertama kali nempel di bibir sihh kaget, rasanya dingin tapi lembut banget. Pokoknya ngga ada tekstur lain selain lembut. Mirip tekstur buah peach yang enak banget buat di emut. Tapi ngga berani kenceng-kenceng emutnya, pelan aja biar lebih nikmat." mata Bunga semakin dijelaskan semakin lebar terbuka.
"Rasa bagian luarnya tuh ngga terlalu manis. Rasanya mirip manis-manis apel. Walaupun gitu, waktu pertama kali coba aja udah bikin ketagihan. Gamau berenti. Ngga bakal berhenti kalo ngga inget bagian dalemnya pasti lebih enak. Bikin gila lah pokoknya. Ngga kalah sama luarnya. Sensasinya serasa lagi ada perang dimulut kalo udah nyobain bagian dalem." Mata Bunga melotot. Bibirnya berkali-kali mengatup hanya untuk menelan liurnya yang hampir menetes.
"Emutnya maunya lama, ngga mau cepet selesai. Udah juicy banget, ngga bikin seret deh pokoknya. Kalo udah sekali coba, rasanya mau lagi mau lagi."
"Terus terus?" tanya Bunga dengan tatapan yang semakin penasaran.
"Ah gabisa dijelasin lagi deh. Mending cobain sendiri." Bunga melotot kaget. "Boleh?"
"Ya boleh lah. Masa ngga boleh. Tuh masih banyak di kulkas." dengan semangat 45, Bunga langsung turun dari kursinya dan berlari kedalam untuk mengambil mochi milik Yoshua. Sementara peserta lain yang ikut berkumpul bersama mereka di gazebo belakang Kalingga, sudah geleng-geleng melihat kelakuan mereka.
"Ck ck ck Yos, kamu kayaknya punya bakat buat jadi penulis cerita porno deh." kata tante Henny yang terus menyuap yoghurt yang ada ditangannya.
"Eh kenapa Tan?"
"Kamu jelasin rasa mochi berasa lagi jelasin adegan vulgar. Merinding tante daritadi dengernya. Jadi inget suami dirumah." Bobby terkekeh.
"Ck apaan sih Tan. Biasa aja kali." dari ambang pintu, Bunga kembali dengan senyum sumringahnya. "Siapa yang mau mochi?!"
"Maukkk." sahut beberapa peserta tak kalah keras. Chery menggelengkan kepala melihat kelakuan Bunga. Setelah memaksanya begadang hanya untuk menceritakan hubungannya dengan Liam, pagi ini Bunga bangun seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal Chery sudah ketakutan kalau Bunga akan keceplosan atau apa. Ia bahkan sempat berfikir, barang apa yang rasanya cukup pantas sebagai imbalan tutup mulut.