Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tantangan kedua ini akan menjadi sesuatu yang berbeda. Walaupun keluar sebagai pemenang, pada tantanganini Nancy juga akan tetap ikut memasak dengan peserta lainnya. Tapi---" Sarah menggantung ucapannya. Ia menatap lurus pada Nancy yang sebenarnya sudah tahu karena sempat mendapat briefing dari Kamila.
"---bukan berarti kamu sama sekali tidak akan mendapat keuntungan. Seberapa besar keuntungan kamu, akan ditentukan oleh seberapa pintar kamu dalam mengatur taktik dan strategi." para peserta berseru ramai. Keuntungan yang Nancy dapatkan, sudah pasti akan mempengaruhi nasib mereka sangat besar.
"Challenge kalian kali ini adalah, Tag Team Challenge. Dimana selama 60 menit, kalian akan memasak secara bergantian dengan partner masing-masing setiap 5 menit sekali." kali ini William yang melanjutkan.
"Sepertinya beberapa dari kalian sudah sadar, kalau nasib kalian pada challenge ini berada di tangan Nancy ya." Will terkekeh saat melihat beberapa peserta yang langsung menatap Nancy seolah sedang memberikan kode.
"Oke Nancy, kami memiliki beberapa keuntungan untuk kamu. Keuntungan pertama adalah, kamu bisa memilih partner tag team kamu sendiri. Seseorang yang kamu anggap bisa membantu kamu, dan membawa kalian ke tempat aman di atas sana." Nancy mengangguk tanda bahwa ia mengerti.
"Keuntungan kedua, sekaligus keuntungan yang akan membuat tantangan ini lebih seru adalah, kamu juga akan menentukan setiap pasangan dari tim lain. Gunakan strategi kamu yang paling baik agar challenge ini berjalan sesuai dengan harapan kamu." Nancy tersenyum sambil mulai menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri.
"Bukan itu saja, kamu masih memiliki satu keuntungan lainnya. Untuk membantu kamu dalam menentukan setiap pasangan, kami akan memberitahukan terlebih dahulu misi tambahan untuk tantangan ini." beberapa peserta berseru iri. Mereka merasa bahwa keuntungan yang didapat Nancy adalah salah satu keuntungan terbaik yang bisa didapatkan sejauh kompetisi berlangsung. Bagaimana tidak, tiga keuntungan sekaligus.
"Nancy silakan maju." lanjut Liam. Nancy melangkah ke depan, berdiri di hadapan Liam yang membawa sebuah gulungan kertas yang akhirnya berpindah tangan. Terlihat gugup, Nancy menarik napas dalam sebelum akhirnya membuka gulungan kertasnya. Setelah tahu isi dari gulungan tersebut, ia kembali menggulung dan mulai memperhatikan satu persatu wajah kompetitornya.
"Sudah selesai berpikir?" tanya Sarah yang langsung diangguki oleh Nancy.
"Oke, kalau begitu siapa peserta yang akan kamu pilih sebagai partner?"