Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat ini Chery sedang menunggu giliran untuk membuat VT pribadi miliknya. Agenda yang belakangan menjadi momok menyebalkan untuknya.
Jika mengingat pengalamannya minggu lalu, Chery langsung merasa kesal dan marah. Apalagi saat kembali melihat wajah orang-orang yang ada di tim editing. Pihak yang tidak mempedulikan pendapatnya dan tetap menyertakan adegan yang tidak ia setujui di dalam tayangan resmi.
Saat gilirannya tiba, lagi-lagi Chery dihadapkan dengan fakta bahwa para orang TV ini sama sekali tidak memperdulikan protesnya.
Chery lagi-lagi dibuat tidak bisa-berkata-kata saat melihat hasil editing yang diperlihatkan oleh pihak produksi. Ia bahkan belum mulai membuat VT pribadinya, tapi suasana hatinya sudah hancur berantakan. Dibandingkan dengan peserta lain, Chery bahkan sampai ditemani oleh lebih dari 5 orang crew termasuk Kamila hanya untuk proses pembuatan VT nya saat ini.
"Mbak tahu kan, kalau saya nggak akan setuju ini tayang?" kata Chery dengan nada lelah. Jengkel sebenarnya.
"Cher tapi—"
"Mbak, saya nggak mau! Kayaknya saya sudah bilang dari minggu kemarin deh, untuk sama sekali nggak masukin adegan yang menggiring opini kayak gini. Bisa nggak kalau ini dihapus aja?" kesabaran Chery sudah turun hingga telapak kaki. Rasanya ia mau teriak, saking kesalnya.
Jika saja ia tidak ingat soal nama baik sang papa ataupun pesan Nathan agar bertahan sampai minimal 5 besar, Chery sudah minggat.
"Chery maaf. Tapi investor sendiri yang minta untuk tayangan kamu banyak dimasukin. Kita juga nggak bisa banyak ngomong. Ini pertama kalinya investor ikut campur kayak gini. Season-season kemarin mereka nggak pernah begini, saya juga jadi kewalahan." Chery meremat ujung blouse yang ia pakai saking kesalnya. Alasannya selalu begini. Lalu bagaimana? Harusnya itu bukan urusan Chery kan?
"Tapi semua orang jadi bikin asumsi Mbak. Pihak saya dirugikan loh! Saya di bully di social media." Chery masih mencoba. Berharap nada suara yang sengaja ia buat keras dan tegas itu bisa membuat mereka merubah keputusan.
"Maaf Cher. Gini deh, kita usahain untuk nggak masukin terlalu banyak. Kita usahain, ya?" Chery menghela napas pasrah. Toh minggu lalu saat Chery jelas-jelas menentang tanpa toleransi, tayangan yang ia tolak tetap juga muncul. Mau copot rasanya kepala Chery. Atau Chery copot saja kepala para investor menyebalkan itu?
Setelah melakukan jadwal hariannya dan berdebat panjang, Chery dan rombongan peserta kembali ke Kalingga dengan agenda makan malam bersama.
Sambil menunggu makanan yang mereka pesan sampai, para peserta sibuk membersihkan tubuh masing-masing. Chery yang masih kesal dengan kejadian hari ini memilih untuk membiarkan Bunga mandi terlebih dulu dan membuat konser tunggal selama hitungan jam.