Tiba saja Arsyana di kawasan jalan raya yang meragut nyawa keluarganya, lantas dia turun keluar dari kereta. Sejenak, gadis itu terkaku melihat pandangan di depan mata. Dengan nafas tersekat dan lidah kelu tak mampu bicara, setapak demi tapak melangkah ke arah kejadian tragis itu.
"Mama..."
"Papa..."
"Rash."
Bibir Arsyana bergetar teruk dan mata menjernih kabur.
"TIDAKKKK!!!" teriak Arsyana lantang dan kuat mengisi jalan raya itu. Gadis itu berlari ke arah kereta yang sudah rentung terbakar.
"Arsyana!" Arkan dan Kayzania yang mendengar jeritan cucu mereka, segera mendapatkan Arsyana.
Tubuh Arsyana ditahan dari mendekat ke tempat itu. Bellona dan Hilas turut di sana. Bellona sampai menekup mulut melihat kejadian itu. Kabur pandangan dengan air mata.
Tak mampu berdiri, Bellona jatuh berlutut di sana.
"Lepas! Lepaskan Syana, tok ayah! Mama! Papa!! Noo!! Arash!"
"Tak mungkin!!"
Kacau.
Kacau keadaan Arsyana ditahanan Arkan. Merah dan basah lencun wajah gadis itu dengan air mata sayu nan pilu. Dada rasa begitu sesak dan detakan jantung melaju seperti ingin meledak. Teriak keras sehingga mahu saja anak tekaknya pecah.
"Arghhh! Ya Allah!! Mama!!"
"Lepas, tok ayah!"
"Papa!!"
Arsyana teriak sepuasnya. Sungguh tarik saja nyawanya sekarang! Dia tidak bisa menerima ini dan dia tidak kuat menerima berita yang begitu mengoyak hatinya.
Baru saja pagi tadi dia makan bersama ibu, ayah dan adiknya. Sekarang? Semua itu sudah menjadi kenangan yang takkan mungkin Arsyana lupa sampai bila-bila.
Arsyana menolak Arkan bila ternampak seorang polis membuka satu plastik hitam yang menutup salah satu tubuh keluarganya. Kaki Arsyana cepat berlari ke tempat yang sudah dihalang dengan tali kuning.
"Arsyana!"
"Syana!"
Terkejut mereka bila Arsyana tiba-tiba saja berlari ke tempat larangan itu. Arkan meraup wajahnya dan tanpa sempat menahan lagi, jejaka tua itu menangis.
"Cik! Cik tak boleh masuk!" halang seorang polis lelaki bila perasan kelibat Arsyana mahu masuk.
"Tolong, encik! Mereka keluarga saya. Izinkan saya masuk!"
"Tak boleh, encik."
"Bagi aku masuk! Mereka keluarga akulah!" teriak Arsyana penuh pilu dan kesal.
Tak mendengar balasan polis itu, Arsyana masuk saja dan mendapatkan keluarganya. Seorang anggota polis lelaki yang ditugaskan untuk menyelesaikan kemalangan tragis ini, mendapatkan Arsyana. Jejaka itu cukup faham atas apa yang Arsyana rasakan.
"Cik."
Arsyana menoleh.
Inspektor Kamil melihat Arsyana lalu berjongkok. Tangan Inspektor Kamil membuka plastik hitam yang menutup salah satu keluarga Arsyana.
Sebaik buka, terasa dunia Arsyana berhenti berputar. Sekujur tubuh mengeras sempurna dan nafasnya bagai dibawa pergi. Mahu saja Arsyana rebah di situ melihat sosok yang telah melahirkannya sudah terbakar separuh wajah dan itu sangat meluluhkan hati Arsyana sebagai anak wanita itu.
"Allahu Akhbar. Mama..." Dagu Arsyana bergetar hebat. Terlepas esakan pilu seiring jatuh berlutut dengan penuh lemah tidak bersemangat.
Inspektor Kamil membuka dua lagi plastik hitam yang menutup wajah dua lagi keluarga Arsyana.
ANDA SEDANG MEMBACA
𝐑𝐚𝐭𝐮 𝐋𝐞𝐥𝐚𝐤𝐢 𝐈𝐭𝐮
Romance𝑷𝒓𝒆𝒒𝒖𝒆𝒍 𝒕𝒘𝒐 𝒇𝒓𝒐𝒎 𝑫𝒊𝒂, 𝑳𝒂𝒌𝒂𝒓𝒂𝒏 𝑰𝒏𝒅𝒂𝒉 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐊𝐔 𝐉𝐄𝐁𝐀𝐓 𝐔𝐐𝐀𝐒𝐇𝐀𝐅 𝐅𝐓. 𝐀𝐑𝐒𝐘𝐀𝐍𝐀 𝐌𝐀𝐑𝐈𝐒𝐀 𝐇𝐢𝐬 𝐚𝐧𝐝 𝐇𝐢𝐬 𝐒𝐭𝐫𝐞𝐧𝐠𝐭𝐡 Apabila waktu memisahkan, takdir kembali menemukan mereka yang saling men...
