Malam ini aku merenungkan diri dikamar,berpikir betapa indahnya tadi. Aku berharap kita bisa seperti itu seterusnya,bahagia tanpa ada penganggu. Aku mengambil buku science yang ada di samping ku lalu aku belajar untuk besok. Belum sampai 15 menit aku belajar,iphone ku sudah berdering,aku melihat siapa yang menelephone ku.
Daddy Leeyum
Hah ada apa Liam tiba tiba menelephon ku. Aku mengangkat telephone darinya.
Normal:J
Italic:L
"Hello Liam"
"Hello,Jessica aku tidak melihatmy seharian ini"
"Masa sih? Kau saja kali terlalu sibuk kau sudah tidak sayang lagi ya denganku?"
"Haha tidaklah Jessica,kau itu adikku adikku tersayang mana mungkin aku melupakanmu"
"Haha,oh ya Daddy hari ini dia benar benar membuatku senang,walaupun awalnya dia menyebalkan"
"Oh yaa? Memangnya dia ngapain?"
"Dia itu awalnya bertemu Kendall well i mean we met Kendall but he's have a little conversation with her ya aku tak tau what are they talking about and when we're studying he's talking about a girl named Valerie. Nah dia mengajakku untuk berjalan jalan di taman dia bilang dia juga mengajak di Valerie itu"
"Lalu? Apakah si Valerie itu memunculkan dirinya"
"Ishh dengar dulu,ya jadi saat di taman aku berusaha dingin kepadanya dan saat dia bertanya mengapa aku menjawab dengan menanyakan kembali kemana Valerie itu tapi dia malah tertawa dan Bilang Valerie yang di maksud itu aku akhirnya aku lari karena sebal dan kau tau apa? Aku terpeleset di lumpur"
"Wahh? Bagaimana bisaaa? Aku yakin aku akan tertawa terbahak bahak jika aku berada disitu"
"Jangankan kau lee,bahkan Harry tertawa tapi dia ikut menceburkan dirinya ke lumpur lalu kami tetap melanjutkan jalan jalan sore kami dengan keadaan kami seperti itu banyak yang melihati kami tapi kami tetap bermain dengan fun tanpa menghiraukan mereka bahkan kami juga berfoto"
"Kirimkan aku mau lihat muka bodoh kalian"
"No"
"Kirimkan atau aku akan mendiamkan mu selama 1 minggu"
"Well coba saja jika kau bisa"
"Yasudah ah kau belajar sana"
"Kay bye"
Akupun memutuskan sambungan telephonnya lalu kembali belajar.
Hari pun sudah pagi,aku segera bangun dan bergegas mandi,tidak terlalu buru buru karena waktu masih menunjukan pukul setengah 7. Dan sekolah baru akan dimulai jam setengah 9 itu artinya masih dua jam lagi.
Louis Pov
Akhhh aku terbangun jam lima tadi pagi dan tidak bisa tidur lagi akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku science lagi. Aku menyempatkan waktu untuk menelephon Clarissa,great termyata jam 5 pun dia sudah bangun. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 7. "Lou? Kau sudah rapih ternyata tadinya aku mau ke kamar mu" ucap Jessica yang baru turun dia langsung duduk di sebelahku. "Sebentar lagi kita lulus ya? Artinya kita tak akan bertemu sesering ini lagi dong" ucap Jessica sedih lalu menyenderkan kepalanya di bahuku. "Biasanya setiap detik bertemu" ucapku sambil mengusap kepalanya. "Jess?" Ucapku. "Hmmm" jawabnya,"aku tak mau mom sendirian saat aku menjalankan Tour pertama kami,walau aku tahu ini impianmu tapi bagaimana ya" ucapku bingung,aku tak tega mengatakan ini bagaimana pun Harvard adalah impiannya. "Kau berkuliah di london saja ya" ucapku,dia langsung mengarahkan pandangannya menatap ku serius. "Kau tahu kan itu impian ku Lou!! Lagian Tour band kalian hanyalah sebentar dan setelah itu kau akan kembali lagi kembali ke london dan menetap di basecamp" ucapnya,kulihat matanya sudah mulai berkaca kaca,aku tak tega sungguh aku tak tega. "Tapi Bagaimana dengan Mom? Aku tak mau ia sendiri Jess meski ada Lottie ataupun Fizzy,tetap saja aku tak mau mom ditinggal jauh jauh oleh 2 anaknya sekaligus" ucapku parau dan hampir menangis juga aku sungguh tak tega memutus impiannya,apalagi Jessica paling tidak suka jika seseorang menghancurkan impiannya. Tapi kali ini susah aku tau perasaan Mom ia tak mau ditinggal jauh jauh oleh kami. Jika aku sudah pergi masa Jessica harus pergi juga ini akan jadi tidak adil untuk Mom. "Sebaiknya kita pergi ke sekolah sekarang sebelum terlambat" ucap Jessica dingin,aku tau ini tidak adil untuk mu Jess.
Jessica Pov
Sial ucapan Lou sukses membuatku berpikir keras seperti ini,aku jadi merasa bersalah karena akan meninggalkan Mom juga. "Sudah tak usah kau pikirkan ucapn ku tadi" ucap Lou,layaknya ia tahu apa yang sedang ku pikirkan. Setelah perjalanan 30 menit pun kami sudah sampai di sekolah dan ini masih pukul 8 yang artinya bel masuk masih 30 menit lagi. "Hey Jessica!!" Ucap seseorang dari belakangku,akupun membalikan badanku. "Hey Cal,mana teman teman mu?" Ucapku menjawab sapaan Calum,"mereka belum datang" jawabnya,biasanya mereka ber empat selalu berangkat bersama. "Biasanya kalian berangkat bersama menggunakan mobil Ashton?" Tanyaku,dia menggeleng dan tersenyum lebar. "Kali ini tidak kan prince Harry menitipkan Princessnya padaku" jawabnya,aku terkekeh. Princess? Aku disebut Princess? Aku rasa aku tidak pantas disebut princess. "Kau tahu ucapanmu bagaikan pengawal di suatu kerajaan" ucapku tapi ia malah tertawa. "Jessicaaa" teriak seseorang dari ujung sana,akupun menengok,liam itu daddy Liam. "I'll talk to you Later,kay?" Ucapku dan langsung menghampiri Liam. "Daddy" ucapku,aku dan Liam pun pergi menuju kursi taman. "Liam aku bingung" ucapku saat kami sudah duduk di kursi taman. "Ada apa? Ceritakanlah" ucapnya.
Liam Pov
"Iya jadi seperti itu,menurutmu aku harus bagaimana? Harvard impianku tapi Mom" ucapnya setelah selesai cerita tentang kebingungannya dimana ia harus melanjutkan kuliahnya. "Bagaimana jika kau coba untuk disini dulu? Kau tahu disini ada university of cambridge itu tak kalah bagus dari Harvard" ucapku,tapi aku yakin Jessica bisa memilih yang terbaik untuknya aku tahu ia akan berpikir panjang. Setelah kami berbincang pun bel masuk sudah berbunyi. "Thank you daddy,see you later" ucapnya lalu pergi meninggalkanku. Akupun segera masuk ke kelasku. "Hanya tinggal 1 hari lagi" ucap Harry yang duduk di sebelahku. "Nanti pulang belajar di rumahku ya" ucap Harry,akupun mengangguk setuju.
Harry Pov
60 menit sudah berlalu artinya exam hari kedua sudah selesai. Checkpoint Exam. Itulah nama Exam kami dan hanya 3 pelajaran hanya math,english dan science. "Harry" panggil seseorang dari belakangku dan akupun menengok, "hey Nadine? Mmh ada apa ya?" Tanyaku kepada perempuan bernama Nadine itu,ia itu sama saja seperti Kendall tapi mereka musuh. "Jalan jalan yuk" ucapnya,sial apa apaan dia besok adalah exam Math tapi dia mengajak ku pergi tidak bisakah dia belajar. "Besok exam Math dan aku harus belajar" ucapku tegas karena akupun sudah ada janji untuk belajar bersama di rumahku. "Mmm ayolah hanya sebentar pleaseee" ucapnya memohon aduh bagaimana ya? Hanya sebentar tapi? Tak apalah. "Yasudah hanya sebentar ya" ucapku dan ia pun mengangguk semangat. Aku mencari Niall untuk memberitahu bahwa aku akan pulang terlambat. "Nialll!!" Teriakku,yang dipanggil pun berbalik. "Ada apa? Jadi kan belajar di rumahmu?" Tanyanya,aku mengangguk. "Tapi kalian tunggu saja dirumahku aku ada urusan sebentar" jawabku,diapun membulatkan mulutnya. Akhirnya aku dan Nadine pun pergi. "Pacarmu tak apa?" Tanyanya,oh iya astaga bagaimana aku bisa lupa Jessica? "Astagaaa aku menghubunginya dulu" ucapku sambil mengambil iphone ku. "Eh Harry menelephon sambil menyetir itu bahaya" ucapnya lalu aku tidak jadi menelephon Jessica karena bahaya
KAMU SEDANG MEMBACA
one direction high school
FanfictionBoyband terkenal di dunia menjadi Anak SMA dan mengalami banyak peristiwa di SMA, mulai dari saat mereka belum menjadi Artis sampai sudah menjadi Artis sangat terkenal, kelakuan khas SMA didalam diri mereka pun masih melekat. Masalah Cinta masalah y...
