Harry Pov
Sial sial! Parah benar benar parah! Menyakiti seseorang yang kau cintai bukanlah hal baik!. Aku benar benar bodoh,aku lebih memilih keluar bersama perempuan yang bernama Nadine itu dibanding belajar untuk ujian hari ini!. Iya aku di marahi habis habisan oleh mom bahkan ia bilang jika nilai Math ku buruk aku tak di perbolehkan ikut 1Direction lagi!. Uncle Si pun menelephon ku ia bilang kabar aku dengan Nadine sudah menyebar,dan aku harus mengclarifikasi itu semua. Aku bingung apa yang harus aku clarifikasi? Aku tak mungkin bilang bahwa itu bukan aku,argghh Sial! Kejadian semalam benar benar membuatku sial!. Aku memukul mukul stir ku. Shit telephon ku berdering,kupastikan ini salah satu dari management.
Uncle Simon is calling
Sial uncle Si pasti ia akan menanyakan bagaimana berita itu.
"....."
"Shit! Yes uncle"
".........."
"Aku tak bisa pagi ini aku sekolah!"
"........"
"Jam setengah 10!"
"........."
"Baiklah pulang sekolah langsung kesana"
"......."
"Ya thanks uncle"
Aku masih bingung apa yang harus ku bicarakan nanti. Ah ya Jessica! Bagaimana ini? Bagaimana cara meminta maaf kepadanya. Ah Harry styles Bodoh. Saat sudah sampai disekolah pun semua orang menatapku dengan tatapan tak suka.
Jessica Pov
Fokus Jess fokus,biarkan masalah itu berlalu fokus pada ujian mu! Tapi bagaimana bisa fokus,bahkan kejadian semalam selalu terngiang di otak ku. Aku berjalan di koridor sekolah dan and all people keep talking shit about my 'Boyfriend' and keep saying "sabar ya Jessica". They don't know what i feel,sabar? My Boyfriend is go Clubbing with other girl and go home when he's drunk and i can calm down? And when i slap that girl,he shut me up and he said that girl it's his girl. Bayangkan jadi aku bisakah mereka bilang sabar dan sabar. "Jessica?" Aku berbalik untuk melihat siapa yang memanggilku,"what do you want now? You're excited right? Kau puas melihat aku seperti ini?! Kau puas melihat Harry mengkhianatiku? Puas kau sekarang melihat Harry meninggalkanku demi perempuan lain,puas hah?" Ucapku membentak dia,jika kau bilang ia Nadine kau salah,ia Kendall bukan Nadine. "Sekarang ambil saja Harry mu!" Ucapku lagi,sial air mata sudah sampai di pelupuk mataku."Jessica? Apa kau lupa semalam kita baru saja jadi teman,dan hei aku tak seperti itu" balasnya,akupun menangis karena air mata ku sudah tak terbendung lagi. Aku merasakan badanku di peluk,ya Kendall memeluk ku. "Jessica kau seharusnya tau air mata mu terlalu berharga untuk menangisi orang seperti Harry,air mata mu terlalu berharga untuk menangisi perbuatannya" ucap Kendall seraya mengelus punggungku,Aku cinta Harry! Aku tak mau kehilangannya aku tak mau melepasnya untuk orang seperti Nadine,tidak tidak akan. "Aku mencintainya Ken" isakku masih dalam pelukan Kendall,Kendall melepaskan pelukannya dan mengenggam kedua bahuku. "Sstt,Kalau memang kalian ditakdirkan untuk bersama kalian pasth akan bersama,Nadine dia tak pantas untuk mendapatkan Harry,aku disini bicara bukan berdasarkan aku musuh Nadine dan aku ingin balikan dengan Harry ya,tapi aku bicara sebagai teman untuk mu,aku tak rela Jika Harry yang notabenenya adalah mantan ku lalu putus denganku dan ia mendapatkan perempuan seperti Nadine lebih baik Harry berasamaku saja,tapi jika perempuan itu kau,aku rela sungguh aku sangat rela" ucapnya. "Makasih ya ken,dan maaf untuk yang tadi" ucapku iapun tersenyum "haha tak apa" ucapnya lalu aku dan dia pun berjalan menuju ruang kelasku. Saat kami sedang berjalan kami ber papasan dengan Caterina dan Clarissa,kau tahu apa? Clarissa memberikan Death glarenya pada Kendall dan Caterina mendelik. "Kau! Apa yang kau lakukan dengan Harry semalam? Ini pasti karenamu kan? Harry tidak pulang karenamu! Bodoh kau" ucap Clarissa saat sudah di depan kami,raut wajah Kendall berubah menjadi ketakutan,nice Clarissa. "Kau itu sudah mantan relakan dia lah" tambah Caterina. "Woahh calm down Girls,ini bukan ulahnya. Ini ulah Nadine. Sudahlah kan aku sudah bilang semalam dia ini teman kami" ucapku menenangkan mereka yang akan memulai perang. "Lalu siapa perempuan yang bersama Harry?" Ucap Clarissa,astaga bukannya aku sudah bilang tadi ya? "Clarissa dia sudah bilang tadi" Ucap Caterina dan memutar bola matanya, "oh iya ya? Maaf maaf" ucap Clarissa. Tak sengaja Aku melihat mata Clarissa,loh tak biasanya anak ini berkantung mata,biasanya dia selalu fresh jika pergi ke sekolah. "Kantung mata? Tumben" ucap ku sambil menepuk bahu Clarissa,"ughh ini semua karena kembaran tercinta mu" ucap Clarissa menggerutu,memangnya apa yang Lou lakukan hingga ia seperti ini? "Woahh apakah kau dan Lou sudah melakukan hubungan Se--" ucapan Caterina dipotong oleh tamparan ringan Clarissa "no! Jauhkan pikiran kotormu itu Cate,aku tidak berbuat apa apa aku menemani Louis menunggu Jessica" ucapnya,oh astaga aku menyusahkan banyak orang. "Sorry :(" ucapku.dan Clarissa pun menggeleng "tak apa itu tugas seorang sahabat" ucapnya,dan kami pun ber aww ria karena tak biasanya Clarissa seperti ini,biasanya dia hanya mengutarakan leluconnya. "Bell sudah berbunyi" ucap Caterina,itu artinya kami harus berpisah dan karena ya ruangan Cambridge Checkpoint kami berbeda. "Well,good luck ya" ucap Kendall,"kau juga" ucap Clarissa. Raut wajah Kendall berubah menjadi Sedih,ya aku tahu kelulusannya harus ditunda 1tahun karena kasus adiknya. Akupun berjalan menuju Kelasku, dan saat di depan kelas aku disambut oleh senyuman Manis seorang Calum Hood. "Hi?" Ucapku dengan nada bertanya,"hi,good morning" balasnya,akupun tersenyum dan masuk ke kelasku. "Kau terlihat murung pagi ini,ada apa?" Tanya Calum,ya karena dia duduk di sebelahku. "Tak apa kok,mungkin hanya perasaanmu saja" jawabku,bertepatan dengan masuknya Ms.Veronica,my fav teacher!! "Good morning student! This is your last day,good luck!" Ucap Ms.Vero semangat,kapan aku bisa se semangat Ms.Vero,ia ceria setiap Hari ia selalu semangat. "Hey students! Even it's math you should stay Cool,Smile come on smile smile!" Ucap Ms.Vero lagi dan membuat semua anak dikelas untuk senyum,tidak dengan aku entah mengapa hari ini aku susah untuk senyum. "Jessica where's your smile?" Ucap Ms.Vero,aku tersenyum ya tersenyum di paksakan. Kertas pun sudah dibagikan dan semua sudah mulai mengerjakan. Fokus dan tenang. Jika kalian ingin tahu,perempuan bernama Nadine berada di ruangan ini.
60 menit sudah berlalu. Voila! Ujian hari ini pun sudah selesai dan ini hari terakhir Exam. "Jessica,mau pulang denganku?" Tanya Calum,shit aku lupa Hari ini aku ada latihan Cheers. "Umm sebenarnya aku mau,tapi aku ada latihan cheers,so sorry" ucapku,"ohh,eh kebetulan hari ini aku free,jadi aku menunggu mu saja yaa ya?" Tanya Calum dengan wajah yang uhh menurutku sungguh lucu. "Eh tak apa kau pulang saja" ucapku "no,kapanlagi melihat Kau latihan" ucapnya,yasudah akupun mengangguk pasrah. "Jessica!!!" Teriak yang ku duga 4 orang serempak berada di belakang ku,akupun membalikan badanku,ah itu mereka ber 4,Clarissa.Caterina,Selena dan Kendall,mereka tersenyum sangat lebar "Whatt?" Tanyaku,"kami ingin melihat mu latihan ya ya ya? Boleh yaa" ucap Selena,akupun berpikir sebentar. "Huh yasudahlah" ucapku lalu pergi meninggalkan mereka untuk bersiap siap. Saat aku sedang berjalan kearah locker ku aku bertemu dengan Ms.Veronica dengan senyuman hangatnya. "Hy Jess!,hei mana senyummu? Kau sedang ada masalah ya? Ceritakanlah" ucap Ms.Ver,akupun menunduk malu. Akhirnya sambil berjalan pun aku menceritakan semuanya kepada Ms.Ver. "Mengapa kau selalu riang? Mengapa kau selalu tersenyum tidak adakah masalah dalam hidupmu?" Tanyaku,namun dibalas dengan senyumannya. "Begini Jessica sayang,semua orang hidup di dunia ini pasti mempunyai masalah,sekecil apapun itu. Aku selalu tersenyum dan selalu riang it doesn't meant i don't have any problems,tapi aku mempercayai Prinsip 'Smile on your face even though your heart is frowning'" ucapnya sambil tersenyum Lebar,ya dia benar seharusnya kami sebagai perempuan tak boleh terlihat lemah. "Tapi aku yakin,kau juga pemegang prinsip itu,mengapa ini membuatmu sangat down? Listen girl,perjalanan mu masih panjang walaupun memang bukan Harry lah pasanganmu,kalian pasti akan bahagia walaupun kalian tak bersama lagi. Jika kau dan Harry memang harus berpisah itu artinya tuhan akan memberi yang lebih dari Harry untukmu,tuhan akan memberikan seseorang yang lebih Baik,seseorang yang tak akan menyakitimu. Itu artinya tuhan Adil. Tapi jika Harry memang untukmu,akhirnya pun kalian akan bersama" Ucap Ms.Ver panjang,ya Kendall benar Ms.Ver juga benar mereka benar seharusnya aku tak terlihat lemah dan bodoh seperti ini,itu akan membuat mereka puas. Lagian juga hubungan ku dan Harry belum berakhir,dan walau kami harus berakhir pun itu Artinya tuhan mempunyai rencana yang lebih baik dari sebelumnya,tapi jika kami ditakdirkan untuk bersama kami pasti akan bersama walau melewati jalan yang tidak lulus,kita harus tetap tersenyum. Dunia tidak jahat tapi Dunia adil. Senyumanku pun mengembang setelah mendapat pencerahan dari Ms.Ver. "Nah gitu dong senyum,kau juga kan gadis yang periang" ucap Ms.Ver. Aku dan Ms.Ver pun berjalan menuju lapangan.
"Nah itu Jessica,ayo mulai" Ucap Ariana saat aku sudah ada di lapangan,kami pun stretching up. Lalu langsung mulai ke latihan inti. "Woww Jessica diangkat!!" Teriak salah satu dari teman teman ku yang sedang menonton,mereka berisik sekali dari tadi. Ini gerakan pyramid,habis itu kami akan menyudahi gerakan ini demgan gerakan aku dilempar setinggi mungkin lalu ditangkan dengan Gerakan,duh deg degan. Aku sudah diatas. Sekarang aku dijatuhkan dahulu. "Okay nanti saat mau melempar Jessica kami teriak 'We're Happy,We're Strong. Thunder Girl!" Ucap Ariana sang ketua, "oh iya sebelum kami melempar Jessica nanti Jessica akan berteriak 'Who are we??' Dulu ya,okay siap semua?" "Siappp!" Lalu kamipun langsung kepada posisi aduh yatuhan,selamatkan aku,selamatkan kami,lancarjan kami. Ini saatnya,"WHO ARE WE?" Teriakku, "GO!" Teriak Hillary. "WE ARE HAPPY,WE ARE STRONG! THUNDER GIRL!" teriak kami dan ini aku sudah dilempar dan akupun ikut teriak. Voila! Aku mendarat dengan sukses dan sempurna diatas mereka dengan gaya khas pun. "Yeee Jessica selamat" ucap Caterina yan sedang menonton ."sangat keren astagaaa" ucap Clarissa. "Yap cukup sampai sini,ingat mulai besok kita rutin latihan ya,seminggu lagi loh ingat" Ucap Ariana.kami pun meng iya kan perintah Ariana itu. "Woahh kau hebat sekali Jess bisa terbang" Ucap Selena,"dia itu bukan terbang Selena" jawab Clarissa,ya ya ya semua menganggap gerakan tadi keren dan ku akui memang keren tapi aku yang menjadi pelakonnya harus bertaruh nyawa. "Tapi choreo nya benar benar Keren Jess kita bisa pinjam itu untuk cover dance kita" Ucap Caterina "itu namanya tidak Kreatif dong,lagian itu cukup extreme" Ucapku, "sudahlah aku lelah aku ingin mandi lalu pulang" ucapku lagi lalu meninggalkan mereka dan menuju kamar mandi. Selesai mandi pun aku berganti baju dan membereskan tas ku. Aku berjalan keluar kamar mandi. "Hey apakah tawaranku masih berlaku?" Ucap seseorang yang membuat ku kaget,kenapa dia tidak menyapa ku secara halus dahulu. "Yaampun kau mengejutkan ku,ya ya ya aku mau pulang bersama mu" Ucapku dan iapun tersenyum lebar lalu berjalan kearah mobilnya. Akupun memasuki mobilnya itu. Selama perjalanan hanya ada music yang bersuara karena kami tidak berbicara sama sekali,uhh biasanya di mobil Harry tak pernah secanggung ini. Ah shit Harry lagi Harry lagi,aku yakin sekarang dia sedang melakukan konferensi pers tentang berita yang menyebar. "Kita makan ice cream disini dulu kay?" Ucap Calum dan aku menyadari bahwa kami sudah ada di depan kedai Ice cream. Bukan,bukan kedai ice cream yang biasa aku kunjungi bersama Harry. Akupun meng iyakan ajakan Calum. "Ini sangat enak,sungguh pasti ini mahal" ucapku pada Calum saat kami sedang menyantap ice cream kami. "Tidak ini gratis" Ucap Calum,dia bodoh menganggap ice cream yang enak ini gratis. "Hey guys bagaimana ice Creamnya" ucap seseorang lagi yang sudah ada di meja Kami,Michael ya dia michael. "Uhh mike,ini enak" ucapku,"nah kau sekarang tahu mengapa Ice cream ini gratis,ini kedai miliknya" Ucap Calum,akupun hanya ber ooh ria aku lupa jika mike punya kedai Ice cream. Setelah kami selesai memakan Ice cream pun Calum mengantarku pulang. Calum baik sekali. Saat sudah sampai pun aku mengucapkan terimakasih kepada Calum lalu turun dari mobilnya. Kulihat langit sudah mulai gelap uhh mengapa belakangan ini sering hujan padahal sebentar lagi kan Summer. Akupun berjalan ke pintu utama rumahku,terkunci mereka belum pulang kurasa. Saat aku masuk aku dengar petir dan gemuruh pun mulai keluar,tapi hujan belum turun. Aku naik ke kamarku. Harold Edward Styles,nama yang muncul di benakku. Aku mendengar suara suara dibawah,sepertinya mereka sudah pulang. Mom,Lou dan Lottie sudah dirumah ternyata. "Hey kalian darimana?" Tanyaku saat melihat mereka sedang duduk di kursi ruang keluarga."kami dari rumah Niall,tadi Aunt Maura membuat arisan kecil" Jawab Mom,kerumah Niall? Pasti auntie Maura memasak makanan yang enak. "Huh mengapa tak bilang pasti banyak makanan enak" Jawabku mom dan Lottie pun terkekeh. "Kau itu makan saja" Ucap Louis,"ye biarin" jawabku,tak lama kemudian aku mendengar Bel rumahku berbunyi,akupun bergegas untuk membukakan pintunya. Dia ini dia. "Mau apa kau?" Tanyaku sambil menatap tajam wajahnya. "Jess maafkan aku" ucapnya,maaf? Semudah itu kau ucapkan kata maaf kekasihku,dimana persaanya,apakah Maaf bisa menyatukan hatiku yang masih sakit,aku pun meninggalkannya sebentar ke dapur. Aku mengambil gelas,bukan bukan untuk minum dan bukan juga untuk menyuguhkannya tapi ini gelas untuk menjawab permintaan maafnya. Akupun kembali ke hadapannya masih di depan pintu,cuaca pun sudah mulai memburuk. Aku mengangkat gelas itu kedepan mukanya lalu menjatuhkannya dan gelas itu pecah. "Oops Sorry" ucapku dan dia menatapku bingung,shit apa dia tak mengerti? Aku mengucapkan maaf pada gelas itu tapi tidak bisa kembali seperti semula. "Oh my god i've say sorry to that Glass but the glass doesn't back to the previous and perfect shape,sorry doesn't fix that glass" ucapku dan iapun menatapku dengan tatapan 'apa yang harus ku lakukan' hanya permintaan maaf saja? Dia pikir maafnya itu penghapus yang bisa menghapus luka yang ia tinggalkan. "See Harold,sorry doesn't fix anything" ucapku,"Jessica but,i can explain it,forgive me pleasee" ucapnya lagi,hanya ini yang ia lakukan cihh buang buang waktu saja. "Maaf? Hey sadarkah kau,kau pulang dalam keadaan mabuk dan membelanya saat aku menamparnya dan menyebutnya sebagai jalangmu atau gadismu malam itu dan kau hanya bisa minta maaf. Aku pun yakin kau sudah mencium dan diciumnya. Lalu untuk apa kau sekarang kesini? Kenapa tidak melanjutkan yang kemarin toh ujian sudah selesai kau bisa lebih bebas Harry" ucapku,shit air mata lagi. Air mata sudah sampai di pelupuk mataku tinggal tunggu kapan turun saja. "I love you,i'm sorry,forgive me" ucapnya lalu memelukku,air mataku tak terbendung lagi,tapi aku mendorongnya. "Pergi kau,jangan temui aku dulu" ucapku dan saat aku hendak masuk ia menahan tanganku. "Please Jess" ucapnya aku hanya diam mengabaikannya. "Aku akan tetap disini hingga kau memaafkanku,hingga badai datang hari ini pun" ucapnya lagi,akupun membalikan badanku. "Silahkan saja jika kau mau mati" ucapku lalu menutup pintunya. Aku berlari ke kamarku tanpa mem peduli kan pertanyaan Mom,Lou dan Lottie. Aku membanting pintu kamarku,lalu membanting tubuhku ke kasur. Apa hubungan ku dan Harry hanya bertahan 5 bulan? Ya 5bulan mengingat sekarang adalah bulan juni,apa ini memang harus selesai. Permintaan maaf? Apa aku harus menerimanya? Haruskan aku memaafkannya? Arghh tapi bagaimana jika ia melakukannya lagi,jika aku hanya menunggu takdir tanpa usaha pun hanya sia sia. Gemuruh dan petir sudah muncul,hujan pun sudah mulai turun. Aku mengamati hujan dari jendela,ah melihat gemuruh dan petir jadi ingat lagu Adele
The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret.
The winds of change are blowing wild and free,
You ain't seen nothing like me yet.
KAMU SEDANG MEMBACA
one direction high school
FanfictionBoyband terkenal di dunia menjadi Anak SMA dan mengalami banyak peristiwa di SMA, mulai dari saat mereka belum menjadi Artis sampai sudah menjadi Artis sangat terkenal, kelakuan khas SMA didalam diri mereka pun masih melekat. Masalah Cinta masalah y...
