...
Disclaimer: usia raka-arga 12 tahun
...
Hari ini, Taka tampak tertekan sekali. Kalian tahu sebabnya?
Ayah bunda nitipin duo bocil kematian sama dia selama 3 hari .
Panik ga tu?
Memang ada ada aja ayah sama bunda tuh kata Taka. Kenapa ga diajak pergi juga sih duo tuyul itu . Kan kalo gini Taka jadi ga bisa bebas.
Kaya gini nih contohnya,
"Kakakkk ambilinn susu dong di kulkas"
"Kakak temenin ke kamar mandi! Takuttt"
"Kakakk yokk main"
"Kakak ihhh jangan tidur dulu"
Sumpah ya ini Taka tu pengen resign aja bisa ga si jadi kakaknya duo kembar ini. Capek tau ga !!! Mereka mau ini itu dan harus dia lakuin .
Takut aja ntar kalau ga diturutin malah ngadu ke ayah bunda kan berabe dianya.
...
Apa lagi pas malem kaya gini, behhh please yaa Taka tu bukan orang penakut tapi juga takut kalau kaya gini, siapa yang ga takut sama panik coba kalau lagi dititipin para bocil malem malem tiba tiba hujan geluduk petir menggelegar ditambah listrik padam.
Woahhh lengkap sudah .
Taka merhatiin duo bocil kesayangannya,
Arga tampak diam ga kaya biasanya yang suka ngereog
Raka tampak ketakutan juga terus mau berdekatan sama dia
Taka sedikit heran , bukan. Bukan sikap mereka tapi , cuma sifat Arga.
Kalau lagi hujan petir listrik padam gini wajar sih kalau para bocah itu ketakutan. Tapi Arga?
Cuma diem
Karena ga tahan sama sikap Arga yang sedari tadi diem itu dia dekati lah Arga trus diikuti Raka juga. Raka kan takut huhu
Taka ngelus rambut Arga , biasa Taka dan Raka lihat Arga tampak tersentak dengan sentuha itu. Perlahan mata Arga meredup, pandangannya sayu mengarah ke Taka dan Raka.
Seolah ingin bicara sesuatu tapi takut
Taka yang ngerti kalau trauma adiknya mulai keluar karena situasi kek gini langsung tutup kedua telinga Arga. Bisa dilihat pandangan Arga berubah jadi tidak se-sayu tadi.
Arga tampak mulai nyaman dengan bola mata menggulir kesana kemari.
Taka liat si Raka yang dari tadi diem liatin dia dan Arga, lalu kasih kode buat mendekat.
Raka menurut,
Taka kemudian berbisik ke telinga Raka.
Sekali lagi Raka mengangguk,
Segara tangannya menggantikan tangan si kakak buat nutupin telinga si bungsu trus si kakak gendonglah Arga buat keluar dari kamar trus pindah ke ruang tengah dimana disana pasi sedikit lebih terang juga karena beberapa lilin dipasang lebih banyak disana.
Sesampainya disana, Arga tampak mulai merespon. Matanya menatap binar ke arah lilin lilin itu, bukan bukan tapi ke arah bayang bayang yang ada di tembok yang disebabkan cahaya yang keluar dari lilin itu .
Taka menurunkan gendongannya perlahan. Lalu mengkode Raka supaya melepas tangannya dari telinga Arga.
Sesaat tangan itu dilepas bola mata Arga kembali bergetar, segera si tangkup wajah Arga lalu bilang
KAMU SEDANG MEMBACA
Comeback (end)
AléatoireCan I go back and repeat it? Ini tentang gw yang kembali ke masa itu, masa dimana gw jadi orang tergoblok dan bego sedunia. tentang segala rasa takut kehilangan gw. tentang cara gw buat nulis kisah usang yang terkoyak dengan buruknya.
