Ketemuan

99 31 46
                                        

Setelah melalui beberapa jam perjalanan, Hesa dan yang lainya beristirahat sejenak di sebuah restoran sebelum melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju rumah masing2.

Beres makan, mereka tak langsung lanjut jalan karna dirasa masih lelah dan pegal karna berdiam lama di mobil.

Hesa memperhatikan ponsel lalu cuaca di luar resto yang mulai gelap, seketika ia angkat bicara.

"Guys, kayanya gue harus balik duluan," ucap Hesa.

"Gak kak, kita bareng aja sekarang," ucap Jio.

"Beda tujuan Ji, gue baru inget barang gue ketinggalan di ruang osis," ucap Hesa beralasan.

"Kita kan bisa sekalian jalan, ke sekolah dulu baru anter kalian satu persatu," ucap Jio.

"No thanks, sorry banget gue udah pesen ojol, udah deket juga lagi," Hesa segera bergegas keluar resto meninggalkan yang lain, terlihat sekilas juga Arkha yang menatap nya intens namun Hesa hanya terkekeh melihat itu.

Benar saja, ketika di luar ojolnya sudah tiba.

Dengan segera ia menaiki kendaraan itu untuk cepat sampai di rumah. Ketika sampai juga ia tak membuang waktu dengan langsung membawa mobilnya pergi dari parkiran menuju sebuah tempat yang sudah Hesa pikirkan sedari tadi.

Sampai di sebuah komplek perumahan, Hesa memelankan mobil sembari melihat ponsel memastikan kembali bila ia tak tersesat.

Ia memberhentikan mobilnya di depan salah satu rumah.

"Alamatnya udah bener."

Dengan sedikit ragu, Hesa melangkahkan kakinya ke depan rumah, sedikit curiga dengan suasana rumah yang tampak kosong. "Tapi ini sepi banget, mana gelap lagi."

Ia maju lalu mengetuk pintu.

Tok Tok Tok.

Sudah lima belas menit menunggu namun tak kunjung ada jawaban. "Tu anak emang lagi gak dirumah kali ya, gak ada tetangga yang lewat juga disini."

Ceklek. Pintu rumah itu terbuka sendiri karna dorongan angin.

"Eh pintunya gak kekunci, masuk gak ya?" setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Hesa memutuskan untuk masuk.

Hesa merasa heran karna rumah tersebut kosong seperti tak berpenghuni. "Keluarganya kemana ya, apa dia tinggal sendiri?"

Ternyata rumah tersebut benar-benar kosong, Hesa berkeliling menjelajah seisi rumah sampai langkahnya tiba di depan sebuah pintu kamar yang masih tertutup. "Apa kamar ini? cuma pintu ini yang belum gue buka."

Ia berjalan perlahan kemudian membuka pintu ruangan. Saat dibuka, terlihatlah seorang perempuan yang tergantung di langit-langit kamar.

Brukk

Hesa reflek terjatuh kebelakang menyaksikan pemandangan tersebut. Hesa sama sekali tak pernah berfikir akan melihat pemandangan mengerikan seperti itu. Ia sampai beberapa kali mengucek matanya untuk memastikan dirinya tak salah lihat.

Hesa segera berlari keluar tanpa tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, ia hanya bisa menangis dengan pikiran yang tak karuan.

Terlalu takut dan kebingungan, Hesa sampai tak memperhatikan langkahnya sehingga ia jatuh tersandung bebatuan di taman.

Nafasnya masih terengah ketika ia berbalik dan melihat rumah di hadapanya itu.

"Bantuan? Iya, gue harus cari bantuan,"

Hesa lanjut berlari tanpa memperhatikan langkah, yang membuatnya harus kembali terjatuh. Kali ini ia menabrak seseorang.

Hesa terjatuh dihadapan orang yang ditabraknya.

UndercoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang