kecurigaan

66 29 28
                                        

Suasana kantin saat jam istirahat seperti ini tentulah sangat ramai, banyak siswa yang membeli jajajan, salah satu nya adalah genk thirteen yang sudah berkumpul di salah satu meja sembari menikmati makanan mereka masing2.

"Kak Hesa gimana, udah baikan?" Niki membuka topik pembicaraan.

"Ntah, tapi tadi kak Jae ambil dispen dan bilang, mau urus administrasi nya kak Hesa." ucap Satya.

"Berarti kemungkinan pulang hari ini dong," ucap Jio.

"Kayanya iya, mending ntar pulang kita mampir ke kosanya," ucap Niki.

"Yoi," balas Satya singkat.

Suara sendok dan garpu yang beradu kembali terdengar mengisi keheningan, Arkha melihat ke arah teman2 nya.

"Guys, apa kalian udah nemu tempat camp yang bagus?" ucapnya kemudian.

"Belum sih," ucap Jio.

"Eh iya, soal camp itu gimana?" ucap Niki.

"Masih cari tempat, rata2 keliatan bahaya, apalagi buat pemula kaya kita," ucap Jio.

"Menurut gue nih, mumpung belum jelas kan, masih bisa dibatalin," ucap Arkha.

"Kalo batal, terus kemana?" ucap Satya.

"Taman bermain terbengkalai,"

Arkha menujukan lokasi tempat itu beserta pengalaman dari beberapa orang yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.

"Lumayan bagus, kayanya seru," ujar Jio setelah membaca berbagai ulasan.

"Gue setuju, lebih baik kita kesini aja,"

Joan yang baru datang itu langsung duduk bergabung dengan yang lain.

"Ngagetin aja loe," ucap Niki.

"Sorry hehe," ucap Joan.

"Loe setuju ketempat ini Jo?" ucap Satya.

Joan mengangguk sebagai jawaban.

"Gue kira dia bohong. Apa dia beneran takut gara2 mv itu?" Arkha terkekeh dalam hati sembari memperhatikan si teman.

"Bisa sih kita kesini," ucap Jio.

"Hm, gue juga setuju," ucap Niki.

"Gue ngikut aja," ucap Satya.

"Oke, ntar kita tinggal kasih tau kak Hesa," ucap Arkha.

"Setta gimana?" ucap Niki.

"Kan belum ada kabar Ki, lebih baik terus berdoa aja supaya cepet ketemu," ucap Satya.

"Santay aja, kan soal perjalanan vlog juga masih rencana, masih bisa kita tunggu," ucap Arkha.

Mereka kembali melanjutkan makan yang sudah hampir habis. Arkha jadi tersenyum sendiri ke arah makananya karna merasa lega.

"Btw Jo, kepala loe udah baikan?" tanya Satya pada Joan yang duduk di sebrangnya.

"Iya, lumayan," ucap Joan.

"Lain kali hati2." ucap Niki.

Joan mengangguk. "Waktu gue kepeleset itu, gue gak langsung pingsan tapi gue masih bisa ngerasain orang yang nutup mulut gue pake sapu tangan yang baunya aneh banget, gue sempet tahan nafas tapi tetep aja gak bisa lama2, baunya aneh banget sampe ngebuat gue pusing.

Diantara sadar dan enggak, gue denger seseorang yang nyebut 'Heeseung' terus satunya lagi bilang kalo dia sengaja nyerang gue, dan lanjut dia bilang sama lawan bicaranya kalo lawan bicara itu udah ngaku nyerah,"

Undercover || Enhypen Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang