Jaehyuk kembali ke kosan nya untuk mengambil charger yang tertinggal, saat di sekolah biasanya ia meminjam charger orang lain karna ia pelupa jadinya malas membawa charger ke sekolah. Namun hari ini ada kejadian tak terduga yang membuatnya tak bisa pulang cepat ke kosan.
"Gue bawa aja deh, siapa tau si Hesa gak ada yang nungguin ntar."
Jaehyuk memasukan charger tersebut ke saku jaketnya, saat sampai di luar ia tak sengaja melihat Kala yang baru keluar dari kosan.
"Kal," sapa Jaehyuk.
"Oi kak," balas Kala.
"Mau kemana loe," ucap Jaehyuk.
"Mau cari makan kak, loe juga kan?" ucap Kala.
"Gak, gue mau ke rs tapi mau jemput Winter dulu," ucap Jaehyuk.
"Kak Hesa sakit?" ucap Kala.
"Iya," ucap Jaehyuk.
"Sakit apa, terus gimana keadaannya sekarang," ucap Kala.
"Udah lebih baik sih, tapi Khan sempet bilang kepala dia luka, kemungkinan jatoh," ucap Jaehyuk.
"Yaampun, rumah sakit mana kak, malem gini masih bisa besuk?" ucap Kala.
"Masih, loe mau kesana sekarang," ucap Jaehyuk.
"Iya, tapi gue mau ke market dulu atau ke resto, gak mungkin dong gue jenguk orang sakit cuma bawa tangan kosong doang," ucap Kala.
"Oh iya," ucap Jaehyuk.
"Eh nanti kasih tau gue rs sama ruangan nya ya kak, gue duluan," Kala melambaikan tangan sekilas lalu berjalan menjauh dari Jaehyuk.
Jaehyuk diam sebentar menatap kepergian anak itu.
"Kaya ada yang aneh,"
Jaehyuk mencoba memikirkan apa yang aneh, namun panggilan masuk ke ponselnya seketika mengalihkan.
"Mbak musim dingin nih,"
Dengan segera ia pun bergegas sembari mengangkat panggilan masuk itu.
~~~~~
"Njir, bener dong tadi kita nyasar."
"Masa nyasar sih,"
"Beneran, gue salah jalan, malah ngikutin Satya yang hilang arah,"
"Hahahahaha,"
Suara2 itu membuat Hesa terbangun dari tidurnya. Arkha yang sadar reflek menghampiri.
"G-Gue," Hesa membuka matanya perlahan, beruntung ia masih terbangun di rumah sakit, bukan di alam lain.
"Masih pusing loe?" tanya Arkha.
"Enggak," ucap Hesa.
"Masih inget kita kan kak?" ucap Niki.
"Ki, loe kira dia anemia," Satya berucap datar.
"Amnesia nyet," Jio membenarkan.
"Gue masih inget kalian kok, Thirteen," ucap Hesa.
"Untunglah, kepala loe luka, jadi gue khawatirnya gitu," ucap Niki.
Hesa reflek menyentuh kepala belakangnya yang memang sudah ditutup perban.
Sebelumnya saat ia sadar, ia melihat Heeseung dan....
"Joan kemana?" ucap Hesa.
"Loe liat karpet kamar mandi itu, kayanya dia kepelest, masih diobatin di ruangan sebelah," ucap Jio.
Hesa mengangguk paham saja seolah mengiyakan, padahal sudah jelas kejadianya tak seperti itu.
"Jae yang kabarin kalian kan," ucap Hesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
Mystery / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
