masa tenang

68 28 23
                                        

"Selesai,"

Arkha langsung maju ke depan dan menyerahkan tugasnya pada guru.

"Bagus sekali Arkha, sekarang kamu tunggu diluar sebentar sampai jam istirahat berbunyi, jangan dulu pergi kekantin."

"Baik pak,"

Arkha lalu berjalan keluar kelas, tak lupa ia menoleh pada teman-temanya yang masih disana belum beres mengerjakan tugas, sekilas mengangkat salah satu tanganya memberi semangat.

"Ngapain ya?"

Arkha memperhatikan koridor kelas yang tampak sangat sepi, semua siswa pasti masih serius belajar di kelas masing2.

"Gak boleh ke kantin kan?"

Memang tidak boleh kesana, jadi ia memutuskan lewat ke kelas sebelah dulu. Namun belum juga lama, pandanganya teralihkan pada seseorang keluar juga dari sana.

"Kak Jae?"

Yang di panggil berbalik dan menatap Arkha heran.

"Lagi dihukum loe?" tanya nya.

"Gak lah, gue beres ngerjain tugas jadinya di suruh keluar duluan," ucap Arkha.

"Oh sama berarti, gue juga udah beres ngerjain tugas," ucap Jaehyuk.

"Loe mau kemana sekarang?" ucap Arkha.

"Gak boleh ke kantin, kayanya gue mau nunggu aja di rosis," ucap Jaehyuk.

Arkha mengangguk paham. "Gue kok gak liat kak Hesa, dia emang selesai paling awal?"

"Hesa gak kasih tau loe?" ucap Jaehyuk.

"Kasih tau apa?" ucap Arkha.

"Sakit dia, katanya agak gak enak badan, makanya tadi juga gue sempet bikinin dia teh anget," ucap Jaehyuk.

"Berarti dia di uks?" ucap Arkha.

"Yaiyalah, masa di ruang kepsek," ucap Jaehyuk.

"Hehe, oke ka, thanks infonya,"

Arkha pun segera bergegas pergi ke uks.

~~~~~

Srkkk.

Arkha menggeser pintu uks itu dengan pelan. Ia masuk dan menghampiri satu satunya ranjang uks yang terisi.

Disana terlihat Hesa sedang duduk di ranjang sembari bermain ponsel namun wajahnya memang terlihat pucat dengan matanya yang merah.

"Siapa yang kasih tau loe kalo gue disini," ucap Hesa.

"Kak Jae, dia bilang loe gak enak badan," Arkha mengangkat plastik putih ditanya lalu mengeluarkan isinya, "Gue sempet beli roti juga,"

Ia membuka bungkus roti dan memberikanya pada Hesa yang langsung diterima oleh si teman.

"Thanks," Hesa tersenyum lalu mulai menggigit roti tersebut.

"Mata loe keliatan sembab banget gue liat2, sakit abis nangis," ucap Arkha.

Hesa menjeda sebentar suapanya lalu menatap teman disampingnya itu dengan datar. "Tau aja loe,"

"Kenapa? Diputusin kak Winter ya," ucap Arkha.

"Enak banget tu mulut, gak lah njir," Hesa menoleh kearah jendela yang menampakan koridor. "Jihan nemuin gue, dia minta maaf,"

"Minta maaf?" ucap Arkha.

"Dia beneran kena teror juga tapi dia gak bisa bilang alasan nya udah bohong soal itu," ucap Hesa.

UndercoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang