dateng

9 1 2
                                        

Sekitar pukul 2 siang ini, Arkha melamun dikamarnya. Ia membayangkan bagaimana bila seandainya thirteen sungguhan pergi bersama dan mereka semua mati disana.

"Gimana ya, apa gue tanya kak Hesa aja? Hm, mungkin dia punya rencana."

Dengan segera ia pun menelfon si kakak kelas, namun beberapa lama ditunggu tak kunjung mendapatkan jawaban.

"Kayanya masih rapat osis,"

Arkha berjalan ke kasur lalu melemparkan tubuhnya kesana, baru saja akan merasakan kantuk, pintu terbuka yang cukup mengejutkanya.

"Oi, Khan,"

Arkha menatap datar si kakak.

"Bisa ketok dulu padahal, ngantuk gue jadi ilang," ucap Arkha.

"O-oke," si kakak reflek mengetuk pintu.

"Telat njir," ucap Arkha.

"Iye2, gue mau ngasih tau aja kalo temen loe dateng," ucap si kakak.

"Temen gue?" ucap Arkha.

"Iya, ada tuh yang imut2 gitu mukanya," ucap si kakak.

"Imut, saha njir," ucap Arkha. Ia bingung namun tetap keluar kamar untuk menemui si teman.

Siapa kah? Apakah Setta, bila iya sepertinya Arkha akan langsung mengusir pemuda itu.

Setiba nya diruang tamu, terlihat seseorang duduk disana membelakanginya.

"Jo?"

Si pemuda yang dipanggil berbalik ke arah Arkha dengan senyuman mansinya.

"Hai kak, gue lagi pengen main aja dirumah loe," ucap Joan.

Arkha menggaruk tekuknya yang tak gatal. "Main apa ya, gue jarang ngundang orang kesini,"

"Gak puas ni bocah tadi gue kerjain,"

"Gak, maksud gue. Hm, kayanya gue tertarik sama pembahasan kalian akhir2 ini," ucap Joan.

"Gue sama kak Hesa?" ucap Arkha.

Joan mengangguk. "Iya, tadi gue nonton mv mereka yang judulnya Thunder. Itu nyeritain tentang anak yang ilang diwaktu banyak petir. Iya kan?"

"A... Itu, iya gue juga udah nonton," ucap Arkha.

"Ada dua persepsi yang terjadi, anak itu ilang dikejar sesuatu atau... Dia ilang sendiri." ucap Joan.

"Iya gue tau. Y-yaudah gue ambil laptop gue dulu biar kita bisa bareng nonton ulang," ucap Arkha, sembari berlalu.

Di dalam kamarnya ia menggerutu sendiri.

"Ck, napa tu bocah malah beneran nyari teori nya, padahal gue niat ngerjain dia."

Meskipun kesal, Arkha tetap mengambil laptonya yang berada diatas meja belajar, sebelum dering ponsel di sakunya mengalihkan.

"Halo kak Jae,"

"Khan, loe dimana?" ucap Jaehyuk dari sebrang sama.

"Dirumah kak, kenapa suara kaya panik gitu?" ucap Arkha.

"Hesa masuk rs," ucap Jaehyuk.

"Yang bener loe?" ucap Arkha tak percaya.

"Gue aja ini masih di rs Given njir," ucap Jaehyuk.

"Kok bisa? Dia masih sakit yang dari tadi pagi itu ya," ucap Arkha.

"Soal ini sih ada yang perlu gue ceritain sama kalian, pokoknya loe ajak genk loe buat dateng kesini juga," ucap Jaehyuk.

UndercoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang