Copy

88 33 40
                                        

Sunoo menuruni tangga yang menuju ke rooftoop, ia menoleh ke arah samping tangga itu yang nampak sepi. Bersandar di tembok sembari segera menempelkan ponsel ke telinga.

Tak lama terdengar suara jawaban dari sebrang sana.

"Baru aja tadi kita ketemu, sekarang udah telfon gue, kangen ya loe sama gue,"

"Gak gitu kak, gue cuma pengen ngasih tau loe hal yang gak sengaja denger," ucap Sunoo.

"Apa yang loe denger," ucap Heeseung.

"Arkha sama Hesa nyebut Sakala," ucap Sunoo.

"Oh mereka dapetin info tentang anak itu," ucap Heeseung.

"Bukan, Hesa cerita kalo kemarin Sakala main ke kosan nya." ucap Sunoo.

"Sakala udah mati. Biar gue cari tau siapa yang berani main2 sama kita," ucap Heeseung.

"Gue rasa bukan nyamar, mungkin aja namanya sama," ucap Setta.

"Kenapa loe kaya mau nutup perkaranya gitu," ucap Heeseung.

"Gue lagi males mikirin hal itu, bisa diberesin nanti lagi," ucap Sunoo.

"Terus sekarang loe mau apa?" ucap Heeseung.

"Main bakar2an," ucap Sunoo.

"Wow, who is target?" ucap Heeseung.

"Gak bakar orang dulu, gue mau bakar taman, kaya yang dulu anak2 8x lakuin ke panti kita." ucap Sunoo.

"I wish that i heard heartbreak time mechine~" ucap Heeseung.

"Sialan malah nyanyi, lirik nya juga salah," kesal Sunoo.

"Bagian mana?" ucap Heeseung.

"I wished bukan i wish," ucap Sunoo.

"Itu sengaja buat nyindir seseorang," ucap Heeseung.

"Ya, gue tau," ucap Sunoo

"Hahahaha, ah iya gue baru inget kemarin loe sempet sedikit curhat sama Sunghoon, katanya mereka gak jadi camp dan mau ke taman bermain." ucap Heeseung.

"Ini kerjaan Arkha sama Joan yang berhasil ngalihin itu, dan gue harus gagalin rencana mereka." ucap Sunoo.

"Gak perlu repot2 kotorin tangan loe kaya gitu," ucap Heeseung.

"Loe punya rencana?" ucap Sunoo.

"Rencana? Kayanya lebih bagus kita beresin aja malem ini," ucap Heeseung.

"Loe mau bunuh mereka?" ucap Sunoo.

Hanya terdengar tawa dari sebrang sana sebagai jawaban.

~~~~~

Jam istirahat sudah berbunyi, seperti biasa genk thirteen berkumpul bersama di kantin.

"Loe udah sehat kak," ucap Niki.

"Keliatanya," ucap Hesa.

"Gue denger loe sempet masuk rumah sakit setelah ngejar mobil orang yang nyulik gue, gue jadi ngerasa bersalah banget," ucap Setta.

"Salah si penculik bukan salah loe, gak usah kaya gitu." ucap Hesa tersenyum(fake).

"Tetep aja gue ngerasa bersalah," ucap Setta.

"Udah lupain aja, gimana kalo kita mulai rencana bikin vlog ntar." ucap Hesa.

"Santuy, peralatan record udah gue siapin." ucap Jio.

"Oya kak, kita gak jadi camp." ucap Niki.

"Loh trus kita vlog kemana?" ucap Hesa pura-pura kaget.

"Taman bermain terbengkalai," ucap Satya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 8 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

UndercoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang