Part 20 - Marlon Manor

114 16 5
                                    

Note: sory guys, reupload karena tipo yang keterlaluan :"

"Here I opened wide the door;

Darkness there 

And nothing more."

- Edgar Allan Poe

Jaemin sudah tahu dari lama jika kedua orang tuanya menyembunyikan banyak hal yang tidak diketahui oleh banyak orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jaemin sudah tahu dari lama jika kedua orang tuanya menyembunyikan banyak hal yang tidak diketahui oleh banyak orang. Baginya, yang telah melewati banyak waktu sendiran --mengabaikan bagaimana asuhan orang tua dan keluarga-- sempat merasa jika semua hal tentang keluarganya telah menjadi rahasia, bahkan untuk silsilah keturunan dan bisnis dasar yang begitu dijaga dan dijauhkan darinya sejak Ia ingat bagaimana cara membedakan hal sederhana.

Meski begitu, isolasi dirinya sebagai salah satu keturunan Elbenezer tidak menghentikannya untuk bertanya pada diri sendiri dan mencari jawaban.

Jaemin tahu jauh melebihi apa yang Jeno tahu.

Keluarganya adalah salah satu klan yang secara tertutup berhubungan dengan mafia lokal terkait dengan bisnis ilegal. Beberapa termasuk pencucian uang dan mengontrol ketat usaha gas alam yang akan disuplai ke seluruh Ariga. Itu adalah usaha yang besar, yang ternyata tidak cukup hanya sampai disitu. Beberapa bulan belakangan ini, Jaemin baru mengetahui bahwa mereka juga telah merambah dalam produksi bahan pembuatan obat terlarang, yang membuatnya agak tergelak karena Elbenezer ternyata begitu serakah ingin menguasai segala hal.

Kini, dia mengetahui hal baru lagi. Elbenezer ternyata juga menculik seseorang yang entah akan diapakan. Melihat banyaknya senjata tajam, Jaemin mengira mungkin itu akan berujung pada mutilasi atau sesuatu yang lain yang tidak bisa Ia bayangkan.

Ruangan itu juga dipenuhi oleh berbagai macam benda yang tidak Ia ketahui fungsinya. Gulungan sisik ular, beberapa kotak kaki burung kering yang menyisakan bekas patahan, cairan merah kental dalam tabung-tabung kaca yang ia yakini sebagai darah, dan yang lainnya hanya sepintas Ia lihat tak Ia perhatikan.

Ketika matanya beralih ke tengah ruangan, keningnya menjadi terlipat.

Ada sesuatu yang dibaringkan di atas dipan, sepertinya manusia, dua orang bersebelahan. Satu orang mengenakan pakaian putih panjang sebatas kaki. Setelah di runtut, ada noda merah besar di bagian bawah sebelah kanan. Sudut matanya berkedut.

...manusia itu terdampar tanpa kaki.

Setelah di teliti, bagian tengah dadanya nampak berlubang. Darahnya yang terlihat dari bundaran gelap menjijikan belum begitu menggumpal, menandakan wanita ini baru saja dijemput kematian, sudah dapat dipastikan dengan paksaan.

Perhatiannya kemudian beralih ke sisi satunya. Tidak seburuk wanita pertama, tapi tidak bisa dikatakan lebih baik juga. Tubuhnya hampir separuh bersimbah darah dari goresan dalam di sepanjang tangan.

The ShadowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang