Tantangan malam itu benar-benar menyiksa. Kesepuluh kandidat mengalami ereksi di kontol, sekaligus hasrat ingin pipis. Kandung kemihnya penuh. Setelah mereka ngaceng semua, aku mulai menghitung waktu. Sesuai arahan, mereka tiarap dan melakukan push-up secepat mungkin.
Bagian push-up tidak ada masalah apa pun. Kecuali beberapa peserta kelelahan pada push-up ke-80 dan seterusnya. Andi dan nomor 9 selesai push-up pertama kali, sehingga mereka langsung telentang untuk melakukan sit-up. Disusul oleh 8, Bima, dan Ibas. Untuk kategori push-up pertama ini, nomor 6 melakukannya paling akhir. Dia berada di hitungan ke-92, ketika tiba-tiba berhenti dengan muka memerah.
"Anjing," umpatnya kesal.
"Kenapa?" tanyaku sambil menghampirinya.
Dari bawah nomor 6, mengalir air kencing yang hangat. Air kencing yang menyembur keluar dengan kencang, menyemprot dadanya sendiri, mendarat hingga ke dagu, sehingga air kencing itu menetes-netes dari wajahnya seperti keringat. Enam menonjok lantai dengan kesal karena dia kencing sementara salah satu bodyguard menghitung durasi kencing itu sebagai penalti yang akan enam dapatkan nanti.
"Sambil kencing aja," saranku.
Enam lanjut push-up-nya meski air kencing itu masih keluar dan memandikan dadanya sendiri. Ketika 6 selesai dengan push-up-nya, sembilan kandidat yang lain sudah masuk pertengahan sit-up.
Di sesi sit-up, Bima yang tak sanggup menahan kencingnya.
"ARGH! ANJING!" umpatnya, sambil terus sit-up. Dari kontol ngaceng-nya menyembur air kencing hangat berwarna bening. Karena posisinya sit-up, kontol ngaceng-nya menghadap ke dagunya. Sehingga air itu menyembur wajahnya sendiri. Bima bisa saja berhenti sebentar dari sit-up-nya untuk membiarkan air kencing mengalir ke atas lantai seperti enam. Namun Bima tetap melakukan sit-up meski wajahnya berkali-kali disemprot air kencing.
Di titik ini, aku sange bukan main melihat cowok ganteng dikencingi diri sendiri.
Di lain sisi, Andi sudah masuk ke sesi squat jump. Diikuti oleh 8 dan 9. Perhatianku langsung teralihkan dari Bima yang mengencingi diri sendiri, ke kontol mungil Andi yang memantul-mantul selama squat jump.
Imut banget anjir. Kontol mungil yang ngaceng keras, tegang, memantul-mantul atas bawah seiring badan kekar Andi melompat naik turun. Seperti pegas.
In fact, semuanya menggemaskan saat melakukan squat jump. Kontol-kontol ngaceng mereka memantul atas bawah, membuat yang punya kontolnya meringis ngilu. Ditarik gravitasi secara vertikal, tetapi mereka enggak bisa berhenti barang sebentar kalau tidak mau tertinggal.
Andi melompat-lompat sambil mengerang, "ARGH! ARGH! ARGH!" Ditemani suara tamparan kontol ke perut sendiri. Semua kandidat pun mengalami hal yang sama. Kecuali 10 yang agak-agak ngilu membiarkan kontol ngaceng-nya bergerak naik turun, sehingga dia selalu berhenti beberapa detik pada hitungan-hitungan tertentu. Bisa jadi 10 juga sudah mau kencing, sehingga dia menahan dirinya sesekali agar enggak bocor.
Ketika semua kandidat melakukan jumping jack, kontol ngaceng mereka memberikan sensasi mendebarkan. Kesemua kandidat bersahut-sahutan mengerang, "ARGH! ARGH! ARGH!" Antara melawan rasa lelah dan juga ngilu sensitif karena kontol ngaceng mereka—jangan lupa bahwa mereka juga pengin pipis—memantul-mantul lebih dahsyat.
Meski menderita, tak ada yang pipis di sesi ini. Pipis berikutnya dilakukan 6 lagi pada saat lunges. Pada titik ini, Andi sudah selesai dengan lunges-nya dan berlari ke luar untuk melakukan telusur jalan setapak sambil mengalungi beban 20 kg di lehernya. Di belakang Andi ada 8, 7, Ibas, Jackson, dan 9. Bima, Samuel, 6 dan 10 masih melakukan lunges.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencari Budak Setia
General FictionUntuk hadiah ulangtahunnya, Tama memiliki tugas menyeleksi cowok-cowok kekar yang akan menjadi ajudan baru ayahnya. Tak ada syarat. Tak ada batas. Tama boleh melakukan apa pun kepada para kandidat ajudan tersebut. Story by Bocah Titipan yang sengaja...
