25: Cincin Pertunangan

424 15 19
                                        


Pengumuman hasil voting!

Jumlah pemilih: 45 orang (per 10 Juli 2026)

Sebanyak 20% (9 orang) pilih "Lanjut menonjok Garuda Satu"

Sebanyak 58% (26 orang) pilih "Memeluk Tama dan menenangkannya"

Sebanyak 22% (10 orang) pilih "Lainnya (tulis di komentar)"

Belum ada pembaca yang menggagalkan voting lewat jalur eksklusif.

Maka dari itu, Part 25 akan mengikuti suara terbanyak.

Dengan ini, seluruh voting yang terjadi di Part 24 setelah penayangan Part 25 ini sudah tidak berlaku lagi.

Selamatmembaca!


[ ... ]


Gelembung-gelembung udara berlarian ke permukaan air. Warnanya putih dan bergerombol di tengah lautan biru gelap. Mobil itu perlahan-lahan tenggelam ke dasar laut. Menemui kegelapan dan kematian.

Sosok lelaki yang duduk di kursi kemudi masih terikat ke sabuk pengaman.

Tubuhnya dirasuki air laut perlahan-lahan.

Paru-parunya sesak dan panas.

Lambungnya dibanjiri air dengan deras.

Kesadarannya mulai pamit meninggalkannya.

Matanya tertutup rapat.

Dia sudah mengikhlaskan diri untuk mati setelah berbagai percobaan pembinasaan kepadanya hanya karena dia bertahan sebagai lelaki gay. Mungkin ini waktunya bagi laki-laki itu untuk pergi dengan damai.

Lepas dari ayah yang bersikukuh membuatnya 'normal'.

Lepas dari dunia yang akan selalu kejam pada orientasi seksualnya.

Mungkin sedari awal kematian memang sahabat terbaiknya, sebuah entitas yang mestinya dia kunjungi sejak dini daripada harus melewati semua penderitaan ini.

Bahkan, sesak, perih, sakit, dan ngilunya tenggelam di laut tak akan pernah lebih berat dibandingkan hidup dalam dunia yang dipenuhi kebencian pada LGBT.

Akhirnya hatiku akan damai, bisik Tama ke dirinya sendiri sembari membiarkan air itu merasuk dan mengoyak isi tubuhnya.

Terima kasih kamu sudah berjuang hingga ke titik ini, Utama.

Terima kasih kamu sudah jujur ke dirimu sendiri, dan ke dunia yang jahat ini.

....

....

....

BYUUURRR ...!

Sesosok lelaki lain meluncur masuk ke dalam air laut dan berenang sangat cepat menghampiri mobil yang tenggelam. Dia membawa masker dan tabung oksigen, tetapi tidak mengenakannya untuk diri sendiri. Kakinya mengais-ais air dengan cepat seperti perenang olimpiade.

Dalam tempo kilat dia mencapai mobil itu ....

... berpacu dengan lenyapnya cahaya matahari dari permukaan laut ....

... membuka pintu ....

... melepas sabuk pengaman yang menahan tubuh Tama ....

... lalu menarik sosok itu keluar dari mobil ....

....

... dan dari laut.

....

....

Mencari Budak SetiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang