Pengumuman hasil voting!
Jumlah pemilih: 41 orang (per 8 Mei 2026)
Sebanyak 61% (25 orang) pilih "Jackson"
Sebanyak 39% (16 orang) pilih "Ohan"
Belum ada pembaca yang menggagalkan voting lewat jalur eksklusif.
Maka dari itu, Part 17 akan mengikuti suara terbanyak.
Dengan ini, seluruh voting yang terjadi di Part 16 setelah penayangan Part 17 ini sudah tidak berlaku lagi.
Selamat membaca!
(Dan please banyak-banyakin komentar, ya. Ingat, cerita ini Reader Driven. Komentarmu tentang cerita ini mungkin saja menjadi ide yang bagus untuk Penulis masukkan ke part-part berikutnya.)
[ ... ]
"Jackson," pilih Andi.
Tama tersenyum sebelah melihat Andi memilih Jackson. Di atas kertas, Jackson dan Ohan posisinya sama kuat dan sama lemah. Keduanya sering berada di bottom, tetapi punya kelebihan masing-masing. Ohan mudah crot. Jackson mudah disodomi.
Tama masih bisa merasakan kepalan tangannya berada di dalam bool Jackson beberapa hari lalu.
Bagaimana pun, Tama tetap tak tahu siapa yang akan menjadi juara di tantangan kali ini. Semuanya membutuhkan kerja tim, bukan individu seperti semua tantangan lalu.
Jackson mendesah lega mendengar namanya dipanggil. Tampaknya Jackson bosan menjadi peserta paling lemah. Tiap tantangan dia berada di bottom terus-menerus. Masuk ke tim yang anggotanya sudah tidur dengan Tama, plus peserta yang memang front runner, semoga bisa menjauhkannya dari eliminasi.
Jackson berjalan ke tim Andi sambil berbisik, "Thanks," lalu berjejer bersama para front runner yang badannya bagus-bagus.
Permana tak paham mengapa Andi memilih Jackson. Dua malam terakhir Jackson bottom two, tidur di luar. Ohan belum pernah bottom two. Kenapa tidak pilih Ohan?
Begitu Ohan bergabung bersama tim Permana, kedua tim menentukan nama grup masing-masing. Setelah berdiskusi lima menit, tim Andi dinamai Dream Team, tim Permana dinamai Dark Horse.
"Sebelum kita mulai game pertama," ungkap Tama, memberi instruksi terakhir. "Jika satu tim memenangi dua game pertama, game ketiga tetap akan dilaksanakan—meski tim yang satu lagi sudah dinyatakan kalah. Dalam skenario itu, Game #3 dilangsungkan untuk memberikan keuntungan menghadapi Tantangan nanti malam.
"Setiap anggota timnya boleh memilih untuk tahu apa Tantangan yang akan dilaksanakan nanti malam ..., atau diberikan keuntungan lain, tanpa tahu tantangannya apa, atau ..., mendapat imunitas dari eliminasi."
Masing-masing peserta saling berpandangan dengan dada berdebar.
"Paham?"
"Siap, paham, Tuan."
Tama tersenyum lebar, menatap satu per satu sepuluh orang yang kini sudah terbagi ke dalam dua tim.
"Good. Kalau begitu ...." Tama menatap jam di pergelangan tangannya, "... saya beri waktu sepuluh menit untuk mendiskusikan pembagian peran masing-masing tim. Selain bagi tugas, kalian pikirkan juga strateginya. Setelah Game #1 selesai, kita langsung sambung ke Game #2. Menit kesebelas, pemain game pertama harus sudah siap di posisi. Silakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencari Budak Setia
Ficción GeneralUntuk hadiah ulangtahunnya, Tama memiliki tugas menyeleksi cowok-cowok kekar yang akan menjadi ajudan baru ayahnya. Tak ada syarat. Tak ada batas. Tama boleh melakukan apa pun kepada para kandidat ajudan tersebut. Story by Bocah Titipan yang sengaja...
