Pengumuman hasil voting!
Jumlah pemilih: 34 orang (per 14 Mei 2026)
Sebanyak 62% (21 orang) pilih "Ibas"
Sebanyak 38% (13 orang) pilih "Nicky"
Belum ada pembaca yang menggagalkan voting lewat jalur eksklusif.
Maka dari itu, Part 18 akan mengikuti suara terbanyak.
Dengan ini, seluruh voting yang terjadi di Part 17 setelah penayangan Part 18 ini sudah tidak berlaku lagi.
Selamat membaca!
[ ... ]
BRUK!
Ibas terjatuh.
"NOOO ...!!!" Ohan menjerit paling lantang. Dia menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangan.
Samuel yang sedang menyepong Ohan pun menoleh. Tim Dark Horse berjengit ngeri melihat Ibas berguling di atas rumput karena terkilir.
Saat sedang berjalan jongkok, kaki kiri Ibas kurang terangkat dengan baik sehingga jari-jari kakinya tertekuk dan Ibas pun tersandung. Ibas tersungkur ke depan, wajahnya menghantam tanah berumput, air di dalam mulutnya lenyap. Sebagian keluar, sebagian tertelan karena kaget.
"FUCK!" gumam Ibas ke dirinya sendiri. Beberapa cabikan rumput dan tanah menempel di wajah Ibas karena dirinya berkeringat.
"Gapapa, Bas. It's okay. Lanjut terus!" seru Permana menyemangati. Permana menyugar rambutnya untuk menenangkan diri. Dia melihat Nicky sudah tiba di Garis B, menyosor bibir Jason untuk mentransfer air di mulutnya, lalu mengeluarkan air dari bool-nya ke dalam baskom.
"Aaargh!" Ibas meringis sebentar karena kaki kirinya terasa ngilu. Namun, dia langsung merangkak lagi, melanjutkan perjalanan ke Garis B dengan berjalan jongkok.
Begitu Ibas tiba di Garis B, Nicky sudah tiba lagi di Garis A dengan berlari.
"Sorry!" seru Ibas sambil berjongkok untuk mengeluarkan air ke dalam baskom.
"Gapapa, Bas. Fokus aja ke misi kamu. Abaikan tim sebelah," balas Permana. "Kakinya sakit?"
"Enggak." Ibas pun berlari lagi ke Garis A.
"Fokus banyakin air di pantatmu!" seru Permana.
Sayangnya, Ibas berbohong. Kaki itu sakit. Ibas berlari terpincang-pincang kembali ke Garis A. Wajahnya meringis ngilu. Tangan kirinya memegang paha, seperti mencoba menahan nyeri yang membelit pergelangan kakinya.
Begitu Ibas tiba di Garis A, Nicky baru saja selesai memasukkan air ke bool dan menampung air ke mulut. Cowok chindo berbadan tinggi itu bergerak lihai seperti atlet senam. Cara Nicky berjalan jongkok pun konsisten. Jinjitan kakinya di derajat yang tepat. Ayunan lututnya konstan. Langkahnya juga lebih lebar karena tungkainya jenjang. Seolah-olah jika ada olimpiade jalan jongkok di dunia ini, Nicky mungkin mewakili Indonesia dan memenangkan medali emas. Sembari Ibas memencet-mencet enema berisi air ke dalam bool, dia melihat Jason sudah kembali ke Garis B setelah mentransfer air ke Garis C. Artinya, Jason sebelas dua belas dengan Nicky—lihai berjalan jongkok. Soalnya Permana belum juga mencapai setengah perjalanannya.
Tak apa, pikir Ibas. Saya ini pejuang tangguh. Melamar posisi Garuda Utama puluhan kali, ditolak, saya masih lamar lagi. Babak penyisihan yang berat, hampir tereliminasi di setiap sesi, tetapi saya bisa masuk 10 besar. Saya enggak mau capek-capek mencapai titik ini hanya untuk menyerah.
Melalui semangat itu, Ibas mengisi bool-nya dengan lebih banyak air—sesuai petunjuk Permana. Perutnya terasa penuh. Ketika Ibas mulai berjalan jongkok menuju Garis B, Nicky baru saja kembali ke Garis A untuk mengambil air lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencari Budak Setia
General FictionUntuk hadiah ulangtahunnya, Tama memiliki tugas menyeleksi cowok-cowok kekar yang akan menjadi ajudan baru ayahnya. Tak ada syarat. Tak ada batas. Tama boleh melakukan apa pun kepada para kandidat ajudan tersebut. Story by Bocah Titipan yang sengaja...
