21: Bottom Two

556 23 18
                                        


Tim E

Siapa Bima?

Dia hanya lelaki biasa yang kebetulan lolos 10 besar audisi menjadi garuda. Keputusan mengikuti audisi ini pun muncul pada menit-menit terakhir. Alasannya menunda-nunda adalah kontrak kerja gila yang tertera saat mendaftar, yaitu menjadi budak seksual dari anak bungsu Maheswara Gardapati.

Bima laki-laki heteroseksual. Pernah menikah dengan perempuan, tetapi sudah bercerai. Kehidupan percintaannya tidak pernah mulus. Berkali-kali menjalin hubungan dengan perempuan, gagal semua. Bukan berarti Bima mungkin gay. Dia yakin betul kontolnya ngaceng hanya kepada perempuan telanjang. Melihat Jackson, Andi, dan seluruh peserta audisi ini telanjang bulat, Bima sama sekali TIDAK tertarik.

Namun, Bima tetap memutuskan untuk mendaftar. Dia ingin keluar dari siklus tidak sehat yang dia lakoni bertahun-tahun terakhir. Sejak bercerai, hidupnya runtuh. Kariernya mandek. Hanya karyawan level rendah di kantor Gardapati di Palembang. Gaji pas-pasan, susah naik, susah dapat perjalanan dinas, alhasil Bima stuck dan burn out. Bima lari ke game online. Pulang ngantor, buka laptop, main game.

Padahal, dulu Bima fit. Dia jago berenang. Pernah mewakili SMA-nya untuk lomba renang antarsekolah di kotanya. Itulah alasannya dia lolos tes tahan napas di bawah air tempo hari.

Melihat badannya yang dulu kekar, tetapi sekarang agak berlemak sedikit, ditambah gaya hidupnya yang cuma di depan layar PC, Bima mencoba menantang dirinya sendiri. Benar, gaji garuda sungguh-sungguh lumayan jika dia berhasil memenangkan audisi ini. Pun, misal menang, tugasnya tak akan seberat garuda lain yang harus jago bela diri dan lain sebagainya.

Tugas utama pemenang adalah melayani Utama Gardapati. Itu saja. Termasuk kebutuhan seksualnya. Yang tampaknya sudah bukan masalah bagi Bima.

Dengan perempuan saja dia gagal terus. Siapa tahu memang sebenarnya dia homo, kan? Sekalian saja dia disodomi tiap malam oleh Tama, tetapi dia dapat uang.

Sayangnya, hingga detik ini, prestasi Bima tak pernah gemilang. Entah peserta lain lebih hebat darinya, entah memang Bima tak seharusnya berada di sini. Dia tak setangguh sebagian besar peserta. Kalau harus dites kekuatan otot lagi, masihkah Bima lolos?

Sekarang, Bima berada di posisi terbawah. Satu-satunya cara selamat dari eliminasi adalah memenangkan tantangan ini. Mungkin dia bisa mencapainya dengan keuntungan yang dia punya, yaitu tambahan waktu.

"Hei. Kamu dapat keuntungan apa?" sapa Jackson kali pertama, begitu setiap tim diminta untuk berdiskusi.

"Durasi dikali dua."

Jackson membelalak sambil tersenyum kecil. "Serius?"

Bima mengangguk. "Waktu kita 20 menit."

Jackson tampak lega. "Itu bantu banget, sih. Kita cuma perlu main rapi aja."

"I know."

Jackson menghela napas sambil menyugar rambutnya. "Just so you know, kalau kamu mau jadi yang nge-fuck aku, it's okay. Pagi ini aku digilir ama teman setim. Sampe sekarang rasanya kayak masih kebuka aja."

Bima terkekeh. "Oke, Bang. Makasih. Soalnya aku belum tahu apa aku bisa dimasukin atau enggak."

Begitu waktu dimulai, Bima dan Jackson langsung melaju seperti yang lain dan sama-sama tergelincir jatuh ke atas pelantar.

GBRUK!

GUBRAK!

Pantat mereka menghantam lantai polikarbonat yang dilapisi pelumas silikon, memberi rasa perih menyengat seperti diperas. Jackson malah jatuh telungkup, menindih kontolnya yang sudah ngaceng. "Aaawww!" Jackson meringis dan meringkuk sejenak sambil memegangi kontol. Bima menghampiri, merangkak seperti bayi, sambil menarik Jackson maju.

Mencari Budak SetiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang