27: Pipe Bomb

276 30 27
                                        


Pengumuman hasil voting!

Jumlah pemilih: 33 orang (per 7 Agustus 2026)

Siapa yang harus Natta pilih ke dalam timnya?

Sebanyak 15% (5 orang) pilih "01. Jackson"

Sebanyak 34% (11 orang) pilih "03. Andi" (Terpilih)

Sebanyak 6% (2 orang) pilih "04. Ibas" (Terpilih)

Sebanyak 27% (9 orang) pilih "07. Nicky"

Sebanyak 18% (6 orang) pilih "08. Jason"

Belum ada pembaca yang menggagalkan voting lewat jalur eksklusif.

Maka dari itu, Part 27 akan mengikuti suara terbanyak.

Dengan ini, seluruh voting yang terjadi di Part 26 setelah penayangan Part 27 ini sudah tidak berlaku lagi.

Selamat membaca!

.

PS:

Makin dikit lagi Gays yang baca cerita ini. Sedih banget, yang voting cuma 33 orang setelah 2 minggu. Sementara Sekosan maupun Seliarnya bisa 100 orang dalam 2 hari. Tell me a reason kenapa cerita ini harus dilanjut? Apa yang salah sama cerita ini sampai-sampai kalah dari Seliarnya yang baru lahir, tapi voters-nya bisa ratusan tiap kali tutup voting?

If there's no good reason, dan pembacanya segitu-gitu aja, aku akan pending lagi sih cerita ini. Soalnya ngabisin waktu dan tenaga yang sama (many times uang juga karena ngetiknya di kafe) dengan Seliarnya, tapi kayaknya enggak sepadan.

Atau ada yang bersedia sponsorin cerita ini, kek? Wkwkwk. Bayar berapa biar bisa baca cerita ena-ena sama Garuda Satu? Hahaha.

.

[ ... ]

.

.

.

"Saya pilih ... Bang Andi," mulai Natta, setelah menimang-nimang cukup lama. "Dan ..., Bang Ibas."

Raut terkesiap kembali melukis wajah orang-orang yang ada di bekas pabrik mobil itu, khususnya mereka yang mengikuti seluruh permainan ini sejak awal. Di atas kertas, siapa pun yang berada di posisi Natta, PASTI memilih Jason. Pilihan kedua antara Andi atau Nicky, tidak mungkin Ibas dan Jackson masuk ke dalam bursa pemilihan anggota tim.

Andi tersenyum puas mendengar namanya disebut. Bahkan, dia bertepuk tangan bangga sambil mengangkat dagunya.

Ibas membelalak kaget saat Natta memanggilnya. Sejujurnya, Natta adalah coba-cobanya Ibas. Dia tahu Natta tak mungkin memilihnya. Ibas sudah bersiap untuk mengincar posisi Samuel di sebelah Natta.

Jason menundukkan kepala sejenak, merasa kalah. Namun, dia mengangkat lagi wajahnya dengan tegar, menunjukkan sikap kesatria yang tangguh. Jika Natta tak bisa membantunya memenangkan tantangan malam ini, maka di mana pun dia berjuang dia akan memenangkannya sendiri.

Nicky? Dia memutar bola mata sambil mengacungkan jari tengah ke Natta. Lalu, Nicky berjalan ke sebelah, ke barisannya Samuel tanpa menunggu perintah siapa pun. Kenapa? Karena Nicky tidak mau satu tim dengan Jason lagi. Kalau Nicky pilih Ohan, ada kemungkinan Jason juga memilih Ohan karena ada Nicky di situ. Kalau memilih Samuel yang sudah ditemani Permana, maka slot timnya habis.

Tama yang tak mengira pembagian timnya akan begini, menoleh ke arah Queen dengan kedua alis terangkat. Seolah-olah ingin berkata, "This is gonna be interesting!" Senyumnya melebar seraya berjalan ke depan para peserta. "Well, karena Nicky sudah inisiatif masuk ke tim Samuel ..., maka Jackson dan Jason—namanya hampir mirip, ya—masuk tim Ohan."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 21 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mencari Budak SetiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang