15.

517 43 1
                                        

Selamat membaca......😇📖

Udara pagi ini benar benar dingin, mengharuskan mike berangkat kuliah mengenakan turtle neck lengan panjang dengan luaran coat yang juga panjang.

Hari ini memang ada kelas pagi. Kalau tidak, mungkin mike masih bergelung didalam selimut sampai matahari diatas ubun ubun.

Mike menatap ke sekelilingnya aneh, beberapa orang yang tadinya akan mendekatinya mendadak menjauh. Apa yang salah dengan dirinya? Apa ia bau? Tapi tadi dia sudah mandi meskipun udara terasa dingin.

"Mike!!! " teriak ryujin dari kejauhan sambil melambai ria pada mike.

"Ryujin! Steve mana? Biasanya bareng."

"Hehe.... kak lily ada ketemu klien dekat sini, jadi nggak bareng steve. Btw mike, kamu habis bareng siapa?" Mike mengernyitkan dahi bingung.

"Aku sendiri dari tadi"

"Kamu bau Alpha, nyengat banget"

"Masa sih?" Mike mengendus tubuhnya sendiri.

"Hm... baunya posesif banget, kaya scenting* kak liky ke aku kalau udah mau periode rut." Ucap ryujin sambil mengangguk anggukan kepala.

"Tapi beneran aku nggak sama siapa siapa." Kekehnya

"Udah lah, kita ngomongin di dalam kelas aja, di luar dingin banget." Ryujin menarik tangan mike agar segera berlari menuju kelas yang akan mereka tempati.

Ternyata Steve sudah duduk di dalam kelas menunggu mereka. Wajar saja, suhu udara di luar ruangan sedang dingin dingin nya, dia nggak mau membeku hanya untuk mengunggu mereka berdua.

"Mike wangi banget hari ini, kamu pake parfum?"

Mike dan Ryujin sama sama mengernyitkan dahi mendengar perkataan Steve. Masalahnya mike merasa kalau dia nggak memakai parfum, dan bau tubuhnya seperti biasa saja. Sedangkan Ryujin, merasa kalau bau mike terlalu menyengat dan terasa posesif, bagaimana bisa Steve yang notabene nya Alpha malah merasa bau mike wangi. Harusnya Steve merasa risih dong.

"Enggak, aku nggak pake parfum. Emang sewangi itu? "

"Iya,"

"Udah lah, ayo duduk! Sebentar lagi kelas di mulai."

Selama kelas berlangsung, Mike tidak berhenti berfikir. Mengapa alpha nya tidak menemuinya dalam keadaan sadar? Dan kenapa kemarin membantu heatnya, namun langsung meninggalkannya hanya dengan scenting?

***

Pagi pagi sekali, Terry sudah berada di rumahnya dan ikut sarapan bersama. Mereka memang ada janji untuk pergi bersama, tapi harusnya berangkat jam dua belas. Saat Alex bertanya, Terry berkata bahwa mamanya lagi pergi dan tidak ada yang memasak di rumah. Tak ada yang bisa ia lakukan kecuali mengiyakan, meski Alex tau itu hanya sebuah alasan.

"Ma, hari ini Alex mau keluar sama Terry," Alderaldo yang baru keluar dari dapur hanya mengangguk ringan.

"Nggak pulang juga nggak papa," dahi Alex menyernyit.

Ada apa dengan mamanya pagi ini? Kemarin masih baik baik aja, malam tadi juga masih haha hihi sama daddy.

"Mama kenapa?" Tangan kanan Alex menyentuh pundak kiri omega yang telah melahirkannya.

Meskipun Alex cewe, tetep aja tubuhnya lebih tinggi dari mamanya yang seorang omega.

"Udah lah! Mau pergi tinggal pergi!" Reflek tangan Alex terlepas dari pundak mamanya.

"Mam, are you oke?"

Bagaimana pun, se moody an apapun mamanya, Alderaldo bukan orang yang gampang ngebentak orang lain apalagi anaknya.

Ketika tangannya kembali menyentuh pundak sang mama, dirasanya tubuh sang mama bergetar pelan. Alex tau, mamanya sedang menangis. Entah apa yang membuat orang yang paling di cintainya begitu terluka, dari tadi sang kepala keluarga juga tidak terlihat.

Dengan lembut, Alex membawa mamanya masuk kedalam pelukan. Terry yang baru sadar kalau saat ia datang, ibu dari temannya itu hanya menyapa sambil tersenyum sendu, langsung ikut menenangkan orang yang sudah ia anggak seperti mamanya sendiri.

"Mama mau cerita?" Tawar Terry. Bagaimana pun, Terry adalah pendengar yang baik.

Alderaldo mengangguk lemah, dan langsung melepaskan pelukan putrinya. Wajahnya begitu marah dengan hidung berair, tanda bahwa tangisannya tidak main main.

"Tadi malam, seseorang menelfon george." Mulainya,

"Nomor tidak dikenal. Karna george tidur, telfon nya tidak mama angkat." Terry mendengarkan ceritanya dengan baik, sedangkan Alex mendengarkan sambil membuat camomile tea untuk merileks kan tubuh mamanya.

"Lalu setelahnya, sebuah pesan masuk dengan nomor yang sama. Mengatakan bahwa ia adalah teman masa kecil george yang seorang beta wanita, mengajaknya untuk bertemu." Ceritanya berhenti sebentar saat Alex meletakan teh camomile dan menyuruhnya untuk minum.

"Karna merasa asing dengan namanya, mama tanya sama daddy mu setelah ia bangun. Tapi dia malah marah, ngebentak mama dan langsung pergi." Wajah Alex terlihat memerah.

Satu hal yang paling Alex benci di dunia ini dan nggak akan pernah ia maafkan adalah sebuah perselingkuhan. Ya, meskipun setiap orang memiliki matenya sendiri, masih banyak orang yang melakukan perselingkuhan. Beberapa mengatakan alasannya adalah karna bertemu lebih dulu dengan orang yang 'katanya' dicintainya dari pada matenya. Tapi bagi Alex itu hanyalah alasan bodoh seseorang untuk selingkuh.

"Dan satu jam setelahnya, ada pesan masuk dari nomor nggak dikenal, ngirimin foto george dengan beta perempuan lagi ngobrol di cafe"
Disini Alex merasa bahwa ada yang janggal,

"Mama istirahat saja dulu ya, nanti Alex cari tau siapa yang daddy temui dan siapa yang ngirimin foto itu." Alderaldo hanyq mengangguk, memang semalam ia tidak bisa tidur nyenyak karna memikirkan orang yang menelfon dan mengirim pesan, lalu paginya malah bertengkar.

Alderaldo segera beranjak setelah menghabiskan teh camomile nya. Namun, saat baru menaiki tangga ke dua tubuhnya oleng dan jatuh. Untung Terry dengan sigap menangkap tubuhnya sebelum menyentuh lantai.

"Lex, mama pingsan! Ayo ke rumah sakit!"

Tanpa banyak bertanya, Alex langsung berlari keluar setelah menyambar kunci mobil diatas meja makan. Menyalakan mobil BMW yang Terry curi dari appa nya, dan langsung mengendarainya dengan cepat tanpa memperdulikan lalu lintas, keburukan Alex yang pertama kali Terry lihat saat temannya khawatir.

Begitu sampai rumah sakit, Alex langsung berlari memanggil perawat untuk memeriksa keadaan mamanya. Dia terlihat panik, sedang Terry berusaha tenang agar tidak menambah kekhawatiran temannya.

Alex menunggu pemeriksaan selesai didepan ruang. Wajahnya kusut, terlihat khawatir. Beberapa menit, Terry kembali setelah sesaat yang lalu mengatakan akan pergi ke kantin rumah sakit. Dia datang dengan cup coffe di tangannya.

"Minum dulu, biar lebih tenang." Alex menerima sodoran cup coffe dari Terry, kemudian menyesapnya sedikit demi sedikit.

Sepuluh menit berlalu, seorang dokter laki laki keluar dari dalam kamar pemeriksaan. Alex dan Terry segera berdiri untuk bertanya.

"Bagaimana dok?"

"Kehamilan tn. Alderaldo cukup rentan, jadi mohon untuk menghindari hal hal yang membuatnya stress. Saya kasih resep vitamin, yang bisa anda tebus di bagian farmasi. Nanti setelah siuman, boleh langsung pulang."

"Hamil?!"

Nb;
*scenting: penandaan alpha pada omeganya dengan cara menyelimuti omega dengan feromon alpha, agar aromanya menempel di tubuh omega.

our worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang